spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Top EnterKal

Related Posts

Pemkot Upayakan Kuota Sekolah Rakyat Kembali Terpenuhi

Palangka Raya | EnterKal — Pemerintah Kota Palangka Raya mengupayakan pemenuhan kembali jumlah murid Sekolah Rakyat (SR) setelah sempat mengalami penurunan. Dari kuota awal sebanyak 75 siswa, saat ini tercatat 67 murid yang masih aktif mengikuti kegiatan belajar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, berkurangnya jumlah siswa terjadi karena sejumlah orang tua memilih menarik kembali anaknya dari Sekolah Rakyat dengan berbagai pertimbangan keluarga.

“Awalnya 75, kemudian berkurang karena satu dan lain hal. Salah satunya ada orang tua yang mengambil kembali anaknya,” ujar Riduan, Sabtu (17/1/2026).

Meski demikian, Dinas Sosial kini mengupayakan penambahan delapan murid baru agar jumlah peserta didik kembali sesuai target awal. Proses tersebut dilakukan melalui verifikasi calon siswa berdasarkan data desil yang telah ditetapkan.

“Saat ini kami sedang melakukan verifikasi di lapangan sesuai dengan desil yang ada. Mudah-mudahan bisa segera terpenuhi menjadi 75 siswa,” katanya.

Selain merekrut calon siswa baru, Dinas Sosial juga melakukan pendekatan persuasif kepada orang tua murid yang sebelumnya menarik anaknya dari Sekolah Rakyat. Edukasi dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait manfaat program tersebut.

“Kami melakukan edukasi kepada orang tua. Mudah-mudahan ada perubahan pemikiran sehingga anaknya bisa kembali bersekolah di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Riduan menilai, Sekolah Rakyat memberikan banyak manfaat karena seluruh kebutuhan dasar siswa ditanggung oleh pemerintah, mulai dari perlengkapan sekolah hingga konsumsi harian.

“Mulai dari pakaian, buku, tas, hingga makan dan minum semuanya disiapkan pemerintah. Sayang jika tidak dimanfaatkan, apalagi bagi anak-anak yang sudah sempat bersekolah,” ucapnya.

Menurut dia, sebagian orang tua masih merasa berat berpisah dengan anak dalam waktu lama. Namun, Sekolah Rakyat dinilai menjadi solusi bagi anak-anak yang sebelumnya terkendala akses pendidikan.

“Daripada di rumah tidak sekolah, alangkah baiknya anak-anak ini difasilitasi melalui Sekolah Rakyat,” katanya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Dinas Sosial akan terus melakukan edukasi secara bertahap melalui petugas lapangan, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan tenaga pendamping sosial.

“Petugas PKH dan pendamping sosial terus turun ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua,” ujar Riduan.

Ia berharap, melalui berbagai upaya tersebut, jumlah siswa Sekolah Rakyat Palangka Raya dapat kembali terpenuhi sesuai dengan kuota awal yang telah ditetapkan. (Red)

spot_imgspot_img
spot_img
spot_img

Popular Articles