Palangka Raya | EnterKal — Pemanfaatan sampah kering dinilai perlu dimulai sejak dini karena memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sampah dari lingkungan rumah tangga, jika dikelola dengan baik, tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu membuka akses ekonomi baru bagi warga.
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan kesempatan kepada para penggiat dan pejuang sampah untuk menabung hasil pengelolaan sampah dalam bentuk tabungan emas.
“Inisiatif ini diwujudkan melalui program Bank Sampah Keren yang terintegrasi dengan tabungan emas di Pegadaian,” ujar Arbert, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, selain menyediakan akses tabungan emas melalui Pegadaian, Pemko Palangka Raya juga mendorong keterlibatan perangkat daerah terkait untuk memberikan subsidi pada setiap kilogram sampah yang dijual oleh pemulung maupun pengelola bank sampah.
“Perangkat daerah didorong memberikan subsidi pada setiap kilo sampah yang dijual, sehingga ada insentif dari pemerintah yang langsung masuk ke tabungan emas,” katanya.
Menurut Arbert, skema subsidi tersebut dirancang untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Setiap satu kilogram sampah kering dihargai sekitar Rp1.000 dan langsung dikonversikan menjadi saldo tabungan emas.
“Setiap satu kilo sampah mungkin dihargai seribu rupiah, dan itu bisa langsung masuk ke tabungan emas. Ini menjadi salah satu program untuk mendorong akses keuangan masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Arbert menegaskan bahwa melalui program Bank Sampah Keren, Pemerintah Kota Palangka Raya tidak hanya berupaya mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan budaya menabung serta memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya dari sektor informal.
“Tujuan akhirnya adalah memperluas akses masyarakat untuk menabung sekaligus meningkatkan perekonomian warga,” pungkasnya. (Red)












