Palangka Raya | EnterKal – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Palangka Raya menggelar Sosialisasi Analisis Standar Belanja (ASB) Fisik dan Nonfisik di Aula Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang merupakan perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya dan menghadirkan narasumber dari Institut Teknologi dan Sains (ITS) Malang Raya.
Kepala BKAD Kota Palangka Raya, Andri Permana, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat daerah terkait penerapan Analisis Standar Belanja sebagai instrumen untuk menilai kewajaran biaya dalam setiap program dan kegiatan pemerintahan.
ASB Jadi Acuan Penyusunan Anggaran
Menurut Andri, ASB merupakan salah satu komponen penting dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah karena menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) perangkat daerah.
Melalui penerapan ASB, setiap program dan kegiatan dapat dirancang berdasarkan kebutuhan yang terukur sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
“Melalui penerapan ASB, setiap program dan kegiatan dapat disusun berdasarkan kebutuhan yang terukur dan rasional. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan dapat digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penganggaran yang baik harus mampu mencerminkan kebutuhan riil pembangunan sekaligus menghindari pemborosan anggaran.
Dorong Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Andri menjelaskan penyesuaian standar belanja yang dilakukan secara sistematis akan membantu perangkat daerah menyusun program pembangunan yang lebih berkualitas.
Selain itu, penerapan ASB juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, standar belanja yang jelas akan memudahkan proses evaluasi dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran pemerintah daerah.
Dengan demikian, setiap belanja yang direncanakan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tingkatkan Efisiensi Program Pembangunan
BKAD berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah mengenai pentingnya efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan pendapatan maupun belanja daerah.
Hal ini dinilai penting, terutama untuk kegiatan fisik yang membutuhkan perencanaan anggaran secara cermat dan berbasis kebutuhan.
“Pada akhirnya, hasil dan capaian program yang disusun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik yang transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Andri, kualitas perencanaan yang baik akan berpengaruh langsung terhadap keberhasilan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik.
Wujudkan Kesamaan Persepsi
Andri berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat menjadi pedoman bersama bagi seluruh perangkat daerah dalam menyelenggarakan pengelolaan keuangan yang profesional dan sesuai regulasi.
Ia juga menekankan pentingnya kesamaan persepsi dalam penyusunan anggaran agar pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
“Semoga melalui sosialisasi ini tercipta kesamaan persepsi dan pemahaman dalam penyusunan anggaran, sehingga pengelolaan keuangan daerah di Kota Palangka Raya dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kualitas perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah terus meningkat guna mendukung pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat. (Red)





