spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Lamandau Bidik Status Kota Industri Kreatif Pertama di Kalteng

LAMANDAU | EnterKal – Kabupaten Lamandau terus menunjukkan geliat kemajuan. Setelah sukses menggelar sejumlah agenda besar seperti Festival Babukung dan Lamandau Expo, pemerintah daerah kini melangkah lebih jauh dengan menargetkan Lamandau sebagai kota industri kreatif pertama di Kalimantan Tengah.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengatakan pemerintah telah menyiapkan dua program induk yang akan menjadi fondasi ekosistem kreatif daerah, yakni Lamandau Festival dan Lamandau Exotic. Kedua program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak identitas baru Lamandau sebagai kota berbasis kreativitas, budaya, dan ekonomi digital.

“Awal 2026 kita akan kick off Lamandau Festival. Sepanjang tahun sudah kita rancang kegiatan besar, termasuk sportainment di akhir 2025 yang diproyeksikan menjadi magnet wisatawan,” ujar Bupati Rizky, Minggu (16/11/2025).


Percepatan Infrastruktur Kreatif untuk Generasi Muda

Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kreatif kini tengah dipercepat. Pemerintah ingin memastikan generasi muda Lamandau memiliki ruang ekspresi, ruang berkarya, sekaligus ruang berbisnis dalam berbagai sektor ekonomi kreatif.

“Infrastruktur kita siapkan untuk masa depan. Kita ingin anak-anak muda Lamandau punya ruang untuk berkarya dan berbisnis di dunia kreatif,” tegasnya.

Langkah ini juga selaras dengan upaya membuka peluang usaha baru, mengembangkan komunitas kreatif, dan menumbuhkan kompetensi talenta lokal agar mampu bersaing.


Event Tahunan Terus Diperkuat, UMKM Makin Bergairah

Selain penguatan ekosistem kreatif, Pemkab Lamandau juga menargetkan peningkatan kualitas event tahunan. Dorongan tersebut melihat dampak positif dari Lamandau Expo, yang menunjukkan tingginya transaksi serta geliat UMKM lokal.

“Ini bukti UMKM kita bergerak. Kita terus tingkatkan agar dampaknya tidak hanya dirasakan saat event saja, tetapi berkelanjutan,” kata Bupati Rizky.

Festival budaya dan ekonomi yang digelar sepanjang tahun disebut menjadi bagian strategis untuk memperkenalkan Lamandau di tingkat regional maupun nasional.


Pengamanan Solid, Festival Berjalan Aman dan Kondusif

Keberhasilan rangkaian festival Lamandau juga ditopang oleh dukungan pengamanan terpadu. Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Polres Lamandau yang bekerja sejak tahap persiapan hingga acara penutup.

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menjelaskan pola pengamanan dilaksanakan secara terstruktur sejak Festival Babukung hingga agenda-agenda besar berikutnya.

“Pengaturan arus pengunjung serta lalu lintas menjadi fokus utama. Tujuannya agar rangkaian festival berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujarnya.


Lamandau Mantapkan Langkah Menuju Kota Industri Kreatif

Sinergi pemerintah daerah, UMKM, komunitas kreatif, dan aparat keamanan kini menjadi kekuatan utama dalam menata masa depan Lamandau. Seluruh langkah tersebut mempertegas keseriusan Kabupaten Lamandau untuk menempatkan diri sebagai pusat industri kreatif di Kalimantan Tengah.

Ekosistem kreatif yang terus berkembang ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan menghadirkan identitas daerah yang semakin kuat di peta kreativitas Indonesia.

Bahlil: Hilirisasi Nikel Dongkrak Ekspor hingga 10 Kali Lipat

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan hilirisasi, khususnya di sektor nikel, menjadi motor utama peningkatan nilai tambah ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan industri baru.

Ngopi Bareng Partai Golkar, Subandi Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik

“Pendidikan politik menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara"

Komnas HAM Kunjungi Palangka Raya, Wali Kota Fairid Tegaskan Komitmen terhadap Pelayanan Berbasis HAM

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komnas HAM. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang adil, responsif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan"

Wagub Kalteng Buka FGD HMI: Pemuda Harus Jadi Penggerak Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas

“Cita-cita besar menuju Indonesia Emas tidak akan terwujud jika generasi muda tidak siap. Ini bukan mimpi kosong, tapi target besar yang membutuhkan kerja kolektif, kepemimpinan yang visioner, dan keterlibatan aktif anak muda"

Terowongan Samarinda Jadi Proyek Jalan Bawah Tanah Pertama di Kalimantan, Target Selesai Juni 2025

Terowongan Selili bukan hanya jawaban atas tantangan lalu lintas kota, tetapi juga menjadi simbol kemajuan teknologi konstruksi di Kalimantan.

Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Emas, Analis Sarankan Akumulasi Bertahap

Harga emas kembali menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah. Arus dana investor global mengalir ke aset safe haven, mendorong harga bertahan di level tinggi sekaligus memunculkan pertanyaan soal strategi investasi yang tepat di fase reli.

Pemkab Bartim Maksimalkan PAD Melalui Optimalisasi Aset Daerah

“Sudah saatnya kita peduli dengan aset-aset Pemkab. Legalitas kepemilikan harus dijaga dan dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui mekanisme sewa barang milik daerah. Hal ini akan mengurangi beban pemeliharaan APBD sekaligus meningkatkan PAD untuk pembangunan daerah"

Gubernur Kalteng Tinjau PSU di Barito Utara, Ajak Warga Jaga Demokrasi Bermartabat

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Gunakan hak pilih sesuai hati nurani, tanpa intervensi, tekanan, maupun intimidasi dalam bentuk apa pun"

Pemko Palangka Raya Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting 2025

“Melalui Pra Musrenbang ini, kita menyusun langkah terukur dan berbasis data untuk mempercepat penurunan angka stunting di Palangka Raya. Semua pihak harus bergerak bersama dengan intervensi yang terarah dan berkelanjutan”

Mukhtarudin Kawal Program Listrik Desa 2025–2029, Pastikan Akses Merata Hingga Pelosok Negeri

“Ya, tentu kita dorong, guna mewujudkan keadilan sosial dan mendukung pembangunan ekonomi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)"

Popular Articles