spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Wagub Kalsel Dorong Transformasi Ekonomi, Kurangi Ketergantungan Sektor Tambang

BANJARMASIN | EnterKal — Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menegaskan pentingnya transformasi ekonomi daerah agar tidak terus bergantung pada sektor ekstraktif, khususnya pertambangan. Hal tersebut disampaikan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, dalam kegiatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Senin (23/2/2026).

Ariadi menyebutkan, perekonomian Kalimantan Selatan pada 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Capaian tersebut menunjukkan fondasi ekonomi daerah yang relatif kuat dan memiliki daya tahan yang baik.

Namun, struktur ekonomi Kalsel masih didominasi sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 27,94 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kondisi ini dinilai menjadi tantangan sekaligus pengingat bahwa diversifikasi ekonomi perlu terus didorong.

“Transformasi ekonomi harus terus dilakukan agar pertumbuhan Kalsel berkelanjutan dan tidak terlalu bergantung pada sektor ekstraktif,” ujar Ariadi.

Peran Strategis Sektor Jasa Keuangan

Dalam konteks tersebut, sektor jasa keuangan dinilai memegang peran strategis. Data menunjukkan sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan tumbuh sebesar 10,34 persen, menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi.

Menurut Ariadi, pertumbuhan tersebut mencerminkan bahwa akses keuangan menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya aktivitas ekonomi baru, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor produktif lainnya.

Salah satu indikator keberhasilan perluasan akses keuangan adalah Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD), yang mengukur tingkat ketersediaan, penggunaan, dan kedalaman layanan keuangan di masyarakat.

“Seluruh TPAKD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, diminta terus meningkatkan kinerja dan inovasi program guna mendorong peningkatan IKAD,” katanya.

Fokus Kebijakan: UMKM, Digitalisasi, dan Literasi

Ke depan, TPAKD diarahkan pada tiga prioritas utama. Pertama, memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM, khususnya yang memiliki potensi untuk naik kelas. Kedua, mendorong percepatan digitalisasi keuangan daerah untuk memperluas jangkauan layanan. Ketiga, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Peningkatan akses dan literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Langkah ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja, di mana penguatan ekonomi inklusif dan berbasis potensi daerah menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” tutup Ariadi.

Dengan penguatan sektor jasa keuangan dan perluasan akses pembiayaan, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap struktur ekonomi daerah dapat semakin berimbang dan tidak lagi terlalu bertumpu pada sektor pertambangan.

Pemkot Palangka Raya Raih Predikat Sangat Baik dalam Pengelolaan Pengaduan Publik

“Alhamdulillah, Kota Palangka Raya diberikan kepercayaan dengan predikat sangat baik. Ini merupakan apresiasi atas kerja keras bersama dalam memberikan layanan pengaduan yang responsif kepada masyarakat”

Program Sorgum Palangka Raya Jadi Contoh Ketahanan Pangan Nasional

“Melalui program SOFOOD MAPAN, kami ingin membuktikan bahwa Palangka Raya siap menjadi pelopor dalam ketahanan pangan masa depan”

Peringatan 1 Muharam, Wabup Seruyan Ajak Perkuat Ibadah dan Ukhuwah

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar PD BKMT Kabupaten Seruyan menjadi momentum memperkuat nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik melalui santunan anak yatim dan tausiyah keagamaan.

Agustiar Lepas Kontingen PESPARAWI Kalteng ke Papua Barat, Bawa Semangat Huma Betang dan Isen Mulang

Sebanyak 309 anggota kontingen Kalimantan Tengah diberangkatkan menuju Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti PESPARAWI Nasional XIV dengan membawa semangat Huma Betang, Isen Mulang, dan target mempertahankan prestasi tingkat nasional.

DLH Palangka Raya Resmi Tutup TPS Jalan Lawu Mulai 13 Juli 2026, Warga Diarahkan ke Depo Sampah

Penutupan TPS Jalan Lawu menjadi bagian dari penataan sistem persampahan di Kota Palangka Raya untuk mengurangi penumpukan sampah di kawasan jalan protokol serta mengarahkan masyarakat memanfaatkan depo sampah yang telah disediakan.

Musda VIII AMPI Kalimantan Tengah Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Regenerasi Kader

Forum tertinggi organisasi tingkat daerah ini menjadi momentum evaluasi, konsolidasi, sekaligus penyusunan arah kebijakan AMPI Kalimantan Tengah untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah.

Pemko Palangka Raya Kaji Peran Forkopimda ke Pemkab Badung

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah menerima kehadiran kami. Selain untuk bersilaturahmi, kunjungan ini juga untuk mengkaji bagaimana peran dan dukungan Forkopimda Pemkab Badung dalam menjaga stabilitas daerah”

Anggota MPR RI FPKS Sosialisasikan 4 Pilar di Palangka Raya, Tekankan Penguatan Wawasan Kebangsaan

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), H. Alifudin, SE, MM, melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ballroom Hotel Luwansa, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang merupakan anggota PKS Kota Palangka Raya.

PP 28/2025: Langkah Pemerintah Bangun Ekosistem Digital yang Aman, Inklusif dan Berdaulat

PP 28/2025: Langkah Pemerintah Bangun Ekosistem Digital yang Aman,...

Zainal Paliwang Dorong Dunia Usaha Terlibat dalam Proyek Kereta Kaltara

Pemprov Kaltara membuka kolaborasi dengan dunia usaha untuk mematangkan rencana jaringan kereta api. Realisasi investasi Rp14,3 triliun hingga triwulan II 2026 menjadi salah satu alasan penguatan konektivitas dinilai mendesak.

Popular Articles