Palangka Raya | EnterKal – Transformasi besar mulai disiapkan untuk Palangka Raya Fair 2026. Agenda tahunan yang selama ini identik dengan pasar malam dan hiburan rakyat tersebut kini diarahkan menjadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan investor guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mendukung penuh perubahan konsep tersebut. Menurutnya, Palangka Raya Fair harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata melalui lahirnya peluang usaha, kemitraan bisnis, dan investasi baru bagi masyarakat.
Kenapa Ini Penting
Perubahan konsep Palangka Raya Fair dinilai strategis karena menjawab tantangan yang masih dihadapi banyak pelaku usaha lokal, khususnya keterbatasan akses permodalan, pasar, dan jejaring bisnis. Kehadiran investor dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Palangka Raya Fair Harus Naik Kelas
Subandi menegaskan sudah saatnya Palangka Raya Fair bertransformasi menjadi kegiatan yang memiliki dampak ekonomi lebih luas dan tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi wadah yang memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal, memperkuat jaringan bisnis, serta menarik minat investor untuk menanamkan modal di Kota Palangka Raya.
“Palangka Raya Fair harus menjadi ruang yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan investor. Jika kolaborasi ini berjalan baik, akan tercipta peluang usaha baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Subandi, Minggu (21/6/2026).
Ia menambahkan Palangka Raya Fair tidak cukup hanya menjadi tempat hiburan, melainkan harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Dorong Kemitraan Bisnis Berkelanjutan
Dalam konsep terbarunya, Palangka Raya Fair akan menghadirkan berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari UMKM, komunitas seni dan budaya, industri kopi, hingga pelaku usaha kuliner yang selama ini menjadi bagian penting penggerak ekonomi daerah.
Subandi menilai kehadiran investor harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun kemitraan yang mampu mempercepat pengembangan usaha lokal.
“Investor yang hadir harus benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita. Jangan hanya berhenti pada promosi produk, tetapi bagaimana dari pertemuan itu lahir kerja sama yang berkelanjutan dan berdampak terhadap perkembangan usaha,” tegasnya.
Buka Peluang Investasi dan Perluas Akses Pasar
Subandi mengakui banyak produk lokal Palangka Raya memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing. Namun, sejumlah tantangan seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan jaringan usaha masih menjadi hambatan bagi sebagian besar pelaku UMKM.
Karena itu, pertemuan langsung antara pelaku usaha dan investor dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih besar sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.
Transformasi Palangka Raya Fair juga diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Palangka Raya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah.
Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Subandi berharap Palangka Raya Fair 2026 tidak hanya menjadi etalase potensi daerah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui terciptanya transaksi usaha, kemitraan strategis, dan investasi baru.
“Setiap kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah harus memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat ekonomi daerah di tengah persaingan yang semakin kompetitif,” pungkasnya.
Dengan konsep yang lebih inovatif dan berorientasi pada kolaborasi bisnis, Palangka Raya Fair 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya kerja sama usaha dan investasi yang mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya. (Red)





