spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

WALHI Soroti Ironi Hari Bumi, Krisis Ekologis Dinilai Dipicu Kebijakan

Deforestasi Naik, Industri Ekstraktif Dinilai Persempit Ruang Hidup

Jakarta | EnterKal – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menilai peringatan Hari Bumi 2026 berlangsung di tengah meningkatnya krisis iklim dan bencana ekologis, sementara kebijakan yang membuka ruang perusakan lingkungan masih terus berjalan.

WALHI menyoroti arah pembangunan yang dinilai masih memberi ruang besar bagi industri ekstraktif, seperti pertambangan, energi fosil, dan perkebunan sawit skala besar, yang berdampak pada menyusutnya ruang hidup masyarakat.

“Deforestasi pada 2025 mencapai 283.803 hektare, jauh lebih besar dibandingkan data pemerintah,” kata Uli Arta Siagian, Rabu (22/4/2026).

Krisis Dinilai Dipicu Kebijakan

Uli menilai peningkatan deforestasi menunjukkan krisis ekologis tidak terjadi secara alami, melainkan dipengaruhi kebijakan yang mendorong eksploitasi sumber daya alam secara masif.

WALHI mencatat krisis iklim dan bencana ekologis terjadi beriringan dengan ekspansi industri di berbagai wilayah, termasuk kawasan pesisir dan pulau kecil.

Kelompok Rentan Paling Terdampak

Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial WALHI, Musdalifa, menyebut kelompok yang paling terdampak justru mereka yang berkontribusi paling kecil terhadap krisis.

“Petani kecil, nelayan tradisional, masyarakat adat, hingga perempuan pesisir menjadi kelompok paling rentan,” ujarnya.

Dampak Tambang dan Sampah

WALHI juga menyoroti dampak aktivitas pertambangan yang dinilai memperparah kerusakan lingkungan, mulai dari hilangnya hutan hingga ancaman terhadap sumber air bersih.

“Pertambangan tidak hanya meninggalkan kerusakan ekologis, tetapi juga mengancam keberlanjutan hidup masyarakat,” kata Faizal Ratuela.

Di sisi lain, persoalan sampah dinilai turut memperburuk kondisi lingkungan karena pengelolaannya belum menyentuh akar masalah.

Ancaman Iklim Ekstrem

Memasuki 2026, Indonesia juga diperkirakan menghadapi fenomena iklim ekstrem “Godzilla El Niño” yang berpotensi memicu kemarau panjang, krisis air dan pangan, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Desak Perubahan Kebijakan

WALHI menegaskan momentum Hari Bumi seharusnya menjadi titik balik perubahan kebijakan, bukan sekadar seremoni tahunan.

Organisasi tersebut mendesak pemerintah menghentikan ekspansi industri ekstraktif, mencabut izin yang merusak lingkungan, serta mengutamakan perlindungan ruang hidup masyarakat. (YN-Red)

Fairid Naparin Perkuat Kapasitas Kepemimpinan Lewat KPPD 2025

“Ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Palangka Raya”

Gubernur Kalteng Tekankan Integritas ASN dan Kawal Kartu Huma Betang

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, memberikan pengarahan kepada seluruh pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, di Aula Jayang Tingang, Rabu (18/2/2026).

Fairid Tinjau Ruas Jalan, Percepat Perbaikan Infrastruktur Prioritas

Pemerintah Kota Palangka Raya mempercepat pemetaan kondisi infrastruktur jalan melalui peninjauan lapangan sebagai dasar penetapan prioritas perbaikan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Fairid: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Adalah Investasi Perlindungan

Wali Kota Palangka Raya menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal dan relawan berisiko tinggi sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan kepastian perlindungan.

Bamsoet Dorong Pemerintah Percepat Ratifikasi Konvensi PBB dan Pengesahan RUU Keamanan Siber

“Disahkannya Konvensi PBB tentang Kejahatan Siber adalah momentum penting bagi dunia, termasuk Indonesia. Ini babak baru kerja sama global melawan kejahatan siber. Kita tidak bisa tinggal diam. Indonesia harus segera meratifikasi konvensi itu dan mempercepat pembentukan UU Keamanan dan Ketahanan Siber sebagai perangkat hukum nasional”

Distanketpang Kota Palangka Raya Sosialisasikan Keamanan Pangan Segar kepada Masyarakat

Pemerintah Kota Palangka Raya meningkatkan edukasi keamanan pangan guna memastikan masyarakat mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan layak sehingga mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat.

Gubernur Kalteng Hadiri Pengajian Ramadan Muhammadiyah, Tekankan Kolaborasi dan Penguatan SDM

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menghadiri Pengajian Ramadan 1447 Hijriah dan buka puasa bersama di Masjid Darul Arqam Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Sabtu (21/2/2026) malam.

SDN 5 Menteng Dikukuhkan sebagai Sekolah Rujukan Google

“Hal ini mempertegas posisi Kota Palangka Raya sebagai pionir transformasi digital pendidikan di Kalimantan Tengah"

Kualitas Udara Palangka Raya Membaik Setelah Hujan, DLH Ungkap Data PM2.5

Data yang disampaikan DLH menunjukkan angka PM2.5 turun dari 1.287 pada 25 Oktober menjadi 39 pada 28 Oktober 2026, tetapi pemantauan kualitas udara dan pencegahan karhutla tetap diperlukan.

Pemkot Palangka Raya Paparkan Konsep Waterfront City ke KSP

“Program waterfront city ini mencakup wilayah Pahandut, Pelabuhan Rambang, Flamboyan, hingga Puntun"

Popular Articles