Pontianak | EnterKal – NPCI Kalimantan Barat menggelar rapat koordinasi bersama Disporapar serta pengurus NPCI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Bersinergi Membangun Organisasi untuk Meningkatkan Prestasi”.
Rakor tersebut menjadi forum penyamaan persepsi terkait kedudukan NPCI sebagai organisasi pembina olahraga prestasi disabilitas, sebagaimana diatur dalam regulasi nasional.
Ketua NPCI Kalbar, Mustaat Saman, menegaskan bahwa NPCI memiliki posisi strategis dalam pengembangan olahraga disabilitas, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Prestasi Tetap Melesat
Mustaat menyebut, atlet disabilitas Kalbar terus menunjukkan prestasi membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Pada Peparnas 2024, Kalimantan Barat berada di peringkat ke-11 dengan raihan 16 medali emas. Sementara di ASEAN Para Games Thailand 2025, atlet Kalbar menyumbangkan 6 emas, 3 perak, dan 7 perunggu untuk Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut diraih di tengah keterbatasan fasilitas dan pembinaan di daerah.
Soroti Dukungan Anggaran
Namun demikian, Mustaat menyoroti masih adanya perbedaan persepsi di sejumlah daerah terkait dukungan anggaran bagi NPCI.
Menurutnya, masih terdapat pemerintah daerah yang menyamakan bantuan keuangan NPCI dengan organisasi non-hibah tetap, padahal NPCI memiliki dasar hukum kuat sebagai lembaga pembina olahraga prestasi disabilitas.
“Saya berharap rakor ini dapat menyamakan persepsi bahwa NPCI merupakan penerima hibah tetap sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Dispora Dorong Koordinasi Daerah
Perwakilan Disporapar Kalbar, Eko Akbar Setiawan, mengapresiasi capaian atlet NPCI dan mendorong penguatan koordinasi di tingkat daerah.
“Prestasi atlet disabilitas harus terus digaungkan. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kiprah atlet kita di ajang internasional seperti Paralimpiade Paris 2024,” ujarnya.
Atlet Minta Perhatian Fasilitas
Dalam forum tersebut, atlet angkat berat asal Sekadau, Feliska, berharap peningkatan pembinaan serta dukungan fasilitas bagi atlet disabilitas.
“Kami berharap fasilitas training camp dan rumah singgah dapat menjadi perhatian pemerintah, agar pembinaan berjalan lebih optimal,” ucapnya.
Rakor ini diharapkan memperkuat sinergi antara NPCI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan prestasi olahraga disabilitas di Kalimantan Barat.







