Palangka Raya | EnterKal – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran membuka secara resmi kegiatan Pasar Murah bagi Mahasiswa dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Halaman Istana Isen Mulang Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok mahasiswa, khususnya mahasiswa asal pedalaman, penerima KIP Kuliah, serta mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah harus menjadi momentum menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Efisiensi harus dimaknai sebagai penggunaan anggaran secara tepat dan bermanfaat, karena setiap sen uang rakyat bukan hanya harus dapat dipertanggungjawabkan, tetapi juga harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Mahasiswa Jadi Prioritas
Agustiar menegaskan pasar murah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap generasi muda Kalimantan Tengah.
“Selaku Gubernur, kami berkomitmen untuk hadir mendukung cita-cita anak-anakku mahasiswa dan mahasiswi Kalimantan Tengah,” imbuhnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi ingin memastikan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan pangan mahasiswa dapat terpenuhi agar para mahasiswa bisa fokus belajar dan mengejar cita-cita.
Meski APBD Kalimantan Tengah Tahun 2026 mengalami keterbatasan dengan nilai sekitar Rp5,4 triliun, program-program yang menyentuh langsung masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Hal tersebut diwujudkan melalui sejumlah program strategis seperti Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana dan sekolah gratis yang menjadi bagian dari program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
“Karena masa depan Kalimantan Tengah dan masa depan bangsa Indonesia ada di tangan para generasi muda,” ungkapnya.
3.500 Paket Sembako Bersubsidi
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden menjelaskan pasar murah tersebut bertujuan membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi daerah.
Ia menyebutkan, sasaran penerima manfaat meliputi mahasiswa asal wilayah pedalaman, mahasiswa penerima KIP Kuliah, serta mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Pada kegiatan tersebut, Pemprov Kalteng menyalurkan sebanyak 3.500 paket sembako murah.
Setiap paket terdiri atas beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter dengan nilai Rp149.500 per paket.
Pemerintah Provinsi memberikan subsidi sebesar Rp139.500 sehingga mahasiswa hanya perlu membayar Rp10.000 untuk memperoleh satu paket sembako.
Selain itu, Gubernur Kalteng juga memberikan tambahan bantuan uang tunai sebesar Rp100 ribu kepada mahasiswa penerima manfaat.
Agustiar mengajak seluruh mahasiswa terus berani bermimpi besar, berprestasi, dan berjuang demi masa depan Kalimantan Tengah.
“Mari jadikan Hari Jadi Kalimantan Tengah ini sebagai semangat untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengabdi demi mewujudkan Kalteng yang berkah, maju, sejahtera, dan bermartabat menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (Red)





