Palangka Raya | EnterKal – Pembacaan Sholawat Burdah digelar serentak di lima kecamatan se-Kota Palangka Raya, Kamis (24/9/2026), sebagai ikhtiar spiritual merespons kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kondisi kabut asap.
Mengusung tema “Menolak Musibah, Meraup Berkah”, kegiatan dimulai pukul 17.30 WIB dengan salat Magrib berjemaah, salat hajat, kemudian pembacaan Sholawat Burdah.
Kegiatan dipusatkan di tujuh titik, terdiri atas lima masjid di tingkat kecamatan dan dua pondok pesantren. Lima masjid tersebut yakni Masjid Shairuddawam di Kecamatan Pahandut, Masjid Gede Daruttaqwa Kalampangan di Kecamatan Sabangau, Masjid Mini Nurussholihin di Kecamatan Jekan Raya, Masjid Al Ikhlas Sukabudi di Kecamatan Rakumpit, dan Masjid Al Muhajirin Sidomulyo di Kecamatan Bukit Batu.
Digelar sebagai Ikhtiar Spiritual
Ketua Harian Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Palangka Raya, Abdul Majid, mengatakan pembacaan Burdah dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau dan kabut asap.
“Burdah secara harfiah bermakna dingin. Melalui pembacaan Sholawat Burdah, kami berharap cuaca panas ini menjadi dingin dan menyejukkan. Burdah juga dikenal sebagai sholawat penolak bala, sehingga harapan kita segala bencana yang menimpa daerah ini dapat diangkat,” ujar Abdul Majid.
Menurut Abdul Majid, tema “Menolak Musibah, Meraup Berkah” dipilih karena berkaitan dengan kondisi kemarau dan kabut asap yang sedang terjadi.
Ia berharap berkurangnya musibah diikuti keberkahan bagi masyarakat Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah secara umum.
Diikuti Jemaah dari Lima Kecamatan
Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang hadir diperkirakan sekitar 1.300 orang.
Rinciannya, sekitar 300 jemaah mengikuti kegiatan di Pahandut, masing-masing 250 jemaah di Sabangau dan Jekan Raya, 200 jemaah di Bukit Batu, serta 100 jemaah di Rakumpit.
Sementara itu, dua pondok pesantren masing-masing diikuti sekitar 100 santri.
Pembacaan Burdah di setiap lokasi dipimpin ustaz setempat. Di Pahandut kegiatan dipimpin Ustaz M. Taufan, Sabangau oleh santri Pondok Pesantren Al Wafa, Bukit Batu oleh Ustaz H. Mustain Haitami, dan Rakumpit oleh Ustaz Zaeni Mahmud.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Didorong Menjadi Agenda Bulanan
Abdul Majid mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ritual bersama, tetapi juga menjadi ruang introspeksi bagi masyarakat.
“Semoga ini menjadi ruang introspeksi bagi kita bersama agar musibah ini cepat berlalu. Pembacaan Sholawat Burdah ini diharapkan membawa rasa damai dan tenteram,” tuturnya.
Kegiatan tersebut digagas Ketua PD DMI Kota Palangka Raya yang juga Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palangka Raya.
Melihat antusiasme peserta dan kondisi yang dihadapi masyarakat, PD DMI dan PCNU Kota Palangka Raya berencana menjadikan pembacaan Sholawat Burdah sebagai agenda berkala.
Rencananya, kegiatan digelar secara bergantian di lima kecamatan setiap bulan. (Red)





