spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Kualitas Udara Palangka Raya Membaik Setelah Hujan, DLH Ungkap Data PM2.5

Data yang disampaikan DLH menunjukkan angka PM2.5 turun dari 1.287 pada 25 Oktober menjadi 39 pada 28 Oktober 2026, tetapi pemantauan kualitas udara dan pencegahan karhutla tetap diperlukan.

PALANGKA RAYA | EnterKal – Hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya pada 27 Oktober 2026 diikuti penurunan angka PM2.5 dari 1.287 menjadi 39 pada 28 Oktober pukul 19.00 WIB, berdasarkan data yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya.

Penurunan itu terjadi setelah wilayah tersebut menghadapi kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski angka yang dilaporkan menunjukkan perbaikan, pemantauan kualitas udara tetap diperlukan untuk memastikan kondisi lingkungan dan risiko paparan bagi masyarakat.

Angka PM2.5 Turun Setelah Hujan

Kepala DLH Kota Palangka Raya Untung Sutrisno mengatakan kualitas udara di wilayah setempat mengalami perbaikan setelah hujan turun dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan DLH, angka PM2.5 pada 25 Oktober 2026 tercatat 1.287. Sehari kemudian, nilainya masih tinggi, yakni 1.216.

Setelah hujan turun pada 27 Oktober, angka tersebut turun menjadi 96,4 dengan status tidak sehat. Pada 28 Oktober pukul 19.00 WIB, nilainya kembali turun menjadi 39 dengan kategori sedang, menurut data dalam keterangan DLH.

“Kami dari DLH Kota Palangka Raya secara rutin memonitor kondisi udara berdasarkan data ISPU yang diperbarui secara real-time. Data tersebut kami publikasikan setiap hari melalui situs resmi dan media sosial DLH,” ujar Untung, Rabu (28/10/2026).

Data pemantauan kualitas udara Kota Palangka Raya dapat diakses melalui laman informasi ISPU DLH. Namun, satuan pengukuran dan dasar penetapan kategori pada angka-angka tersebut perlu dipastikan agar interpretasinya tepat bagi masyarakat.

Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Untung mengatakan DLH telah menjalankan sejumlah upaya pencegahan dan penanganan dampak karhutla sejak sebelum musim kemarau. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, pelatihan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), serta penyiraman di lahan yang rawan mengalami kekeringan.

Saat kabut asap terjadi, DLH juga membagikan masker serta menyalurkan vitamin dan susu bagi petugas lapangan dan masyarakat. Pelaku usaha turut dilibatkan dalam upaya membantu penanganan dampak asap.

Edukasi pencegahan polusi juga dilakukan dengan mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah. Sementara itu, penyiraman tanaman di ruang terbuka hijau (RTH) dilakukan untuk menjaga kondisi tanaman dan lingkungan.

Tim DLH turut bergabung dengan satuan tugas pemadaman bersama perangkat daerah lainnya. Menurut Untung, tim tersebut rutin melakukan patroli dan pemadaman titik api. Pemantauan menggunakan drone di kawasan rawan karhutla juga dilakukan pada siang dan malam hari untuk membantu mendeteksi titik api.

Perda Karhutla Jadi Landasan Pengendalian

Selain langkah operasional, Pemkot Palangka Raya memiliki landasan hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Kota Palangka Raya Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Perda tersebut telah ditetapkan dan diundangkan pada 8 Juli 2026 serta menggantikan Perda Nomor 7 Tahun 2003.

“Upaya penanganan kami perkuat, termasuk lewat penyusunan payung hukum daerah berupa Perda Kota Palangka Raya Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengendalian Karhutla. Kami berharap perda ini menjadi regulasi implementatif agar penanganan karhutla lebih optimal dan bencana asap tidak terulang kembali,” pungkas Untung.

Penurunan angka PM2.5 setelah hujan menjadi perkembangan penting di tengah penanganan karhutla. Namun, upaya pencegahan kebakaran, pemantauan kualitas udara, dan perlindungan masyarakat tetap perlu dilanjutkan agar perbaikan kondisi lingkungan dapat bertahan. (Red)

Pemkot Pontianak Gunakan Kajian Aktuaria Hitung Dampak Banjir

“Beberapa kawasan terdampak cukup serius. Air tidak hanya menggenangi badan jalan, tetapi juga masuk ke rumah warga. Kondisi ini menimbulkan kerusakan material, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan menyebabkan sebagian warga harus mengungsi"

Golkar Dorong Transformasi Bansos Jadi Program Produktif untuk Pemberdayaan Ekonomi

“Di tengah tekanan harga pangan dan ketidakpastian ekonomi global, bantuan senilai Rp600 ribu setiap tiga bulan ini bisa membantu keluarga penerima manfaat memenuhi kebutuhan pokok mereka, terutama di periode Natal dan Tahun Baru yang biasanya mendorong inflasi musiman”

Mukhtarudin Salurkan 5.000 Masker untuk Pelajar dan Warga Palangka Raya

Bantuan masker menyasar enam sekolah dan masyarakat di Pasar Besar saat kabut asap akibat karhutla masih mengganggu aktivitas warga Palangka Raya.

TP PKK Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Puntun, Fokus pada Kebutuhan Keluarga dan Balita

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan RT setempat agar bantuan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan para korban. Jangan sampai ada yang tidak terpakai, apalagi di tengah kondisi mereka yang masih berjuang memulihkan diri"

Palangka Raya Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Kalteng

Pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya mencapai 5,94 persen pada Triwulan I 2026, melampaui rata-rata Kalimantan Tengah dan nasional, ditopang sektor pemerintahan, konstruksi, jasa keuangan, transportasi, serta perdagangan.

Achmad Zaini Lantik Arbert Tombak sebagai Sekda Palangka Raya

“Tadi kita melantik secara definitif jabatan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya. Prosesnya telah kita lalui bersama, mulai dari pengumuman sampai hasil akhir yang hari ini kita lantik"

Turnamen Tenis Meja Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79 di Seruyan

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada Polres Seruyan atas inisiasi dan kerja sama dalam menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-79 melalui ajang olahraga yang positif ini”

Pemko Palangka Raya Pastikan Pembangunan Infrastruktur Tetap Berjalan Meski Anggaran Turun

“Kami tetap fokus melayani masyarakat pada kebutuhan infrastruktur yang paling mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup warga”

Mukhtarudin Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Bersama TP PKK Kota Palangka Raya

“Anak-anak harus dijaga dari paham radikalisme dan bahaya narkoba. Otak adalah aset paling berharga, jangan rusak dengan hal-hal negatif. Kalau otak sudah rusak, tidak ada donornya”

Pemprov Kalteng Evaluasi KHBS, 40 Persen Penerima Tak Layak

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus membenahi program strategis daerah, termasuk bantuan sosial Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 40 persen penerima program tersebut dinilai tidak tepat sasaran.

Popular Articles