PALANGKA RAYA | EnterKal – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menyoroti video aksi perundungan yang dilakukan sekelompok anak terhadap seorang temannya dan viral di media sosial. Ia mengingatkan bahwa pencegahan perundungan perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui pendidikan karakter dan budi pekerti.
Menurut Arif, perundungan di kalangan anak-anak tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan pergaulan. Pembentukan sikap dan perilaku anak juga sangat dipengaruhi pola pendidikan serta pendampingan orang tua di rumah.
“Itulah pentingnya pendidikan karakter dan budi pekerti yang tidak hanya diberikan oleh guru di sekolah, tetapi juga diterapkan oleh orang tua kepada anaknya di rumah,” ucapnya, Minggu (1/11/2026).
Orang Tua Perlu Terlibat dalam Pergaulan Anak
Arif menilai orang tua perlu lebih aktif mendampingi anak, termasuk mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan, serta cara mereka berinteraksi dengan teman sebaya.
Pendampingan tersebut diperlukan agar perilaku yang berpotensi menyakiti orang lain dapat dikenali lebih dini. Anak juga perlu mendapat pemahaman mengenai sikap saling menghargai dan konsekuensi dari tindakan yang merugikan orang lain.
Ia turut menyinggung pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sebelumnya berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut semestinya menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih dekat dengan anak dan terlibat langsung dalam proses pendidikan di rumah.
“Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sebelumnya berlangsung. Kondisi tersebut semestinya menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih dekat dengan anak sekaligus terlibat langsung dalam proses pendidikan di rumah,” tambahnya.
Arif juga menilai pengalaman pendampingan selama PJJ dapat menjadi pengingat bagi orang tua tentang pentingnya keterlibatan dalam perkembangan anak, termasuk dalam membangun perilaku dan karakter sehari-hari.
Perlu Kerja Sama Keluarga dan Sekolah
Arif berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia mengingatkan bahwa perundungan dapat meninggalkan dampak bagi korban maupun pelaku apabila tidak ditangani secara tepat.
Karena itu, pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Pendidikan karakter, menurutnya, tidak cukup hanya disampaikan melalui pelajaran di kelas, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak perlu dibimbing agar mampu menghargai teman, menyelesaikan perselisihan secara baik, serta memahami batas antara candaan dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain,” ungkapnya.
Pencegahan perundungan membutuhkan pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan. Selain membangun perilaku saling menghormati, penanganan yang tepat juga diperlukan agar anak-anak memahami bahwa kekerasan terhadap teman bukan bagian dari candaan atau bentuk pergaulan yang dapat dibenarkan. (Vr)





