Palangka Raya | EnterKal – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melaksanakan program Penemuan Dini Faktor Risiko Diabetes Melitus (DM) pada kelompok usia produktif dengan menyasar mahasiswa, civitas akademika, dan pegawai instansi di Kota Palangka Raya. Kegiatan tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 400 peserta sebagai upaya memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat.
Program yang dilaksanakan pada sejumlah perguruan tinggi dan instansi pemerintah itu bertujuan mengidentifikasi faktor risiko Diabetes Melitus sejak dini agar langkah pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan lebih efektif.
Diabetes Melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak terdeteksi sejak awal. Banyak penderita tidak menyadari kondisi kesehatannya hingga penyakit memasuki tahap yang lebih berat.
Karena itu, skrining dini pada kelompok usia produktif menjadi langkah strategis untuk mengenali faktor risiko lebih awal sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat.
Sasar Kampus dan Instansi Pemerintah
Kegiatan dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Nomor 800.1.11.1/63/SPT/DINKES-UP/VI/2026 tanggal 5 Juni 2026.
Pelaksanaan skrining dilakukan di sejumlah lokasi, yakni Poltekkes Kemenkes Palangka Raya pada 9 Juni 2026, IAKN Palangka Raya pada 10 Juni 2026, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya pada 11 Juni 2026, serta BNNP Kalimantan Tengah pada 12 Juni 2026.
Setiap lokasi ditargetkan diikuti sekitar 100 peserta sehingga total sasaran program mencapai sekitar 400 orang.
Perkuat Kesadaran Hidup Sehat
Selain pemeriksaan kesehatan dasar, peserta juga mendapatkan skrining faktor risiko Diabetes Melitus serta edukasi mengenai pola hidup sehat.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sekaligus memahami langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko terkena Diabetes Melitus.
Edukasi yang diberikan mencakup pentingnya aktivitas fisik rutin, pola makan seimbang, pengendalian berat badan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Deteksi Dini Cegah Komplikasi Penyakit
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menegaskan bahwa Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik.
“Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya penyakit maupun komplikasi di kemudian hari,” ujarnya.
Menurutnya, semakin cepat faktor risiko ditemukan, semakin besar peluang untuk melakukan intervensi dan pencegahan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Dorong Masyarakat Lebih Sehat dan Produktif
Melalui kegiatan skrining ini, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya berharap kesadaran masyarakat usia produktif terhadap faktor risiko Diabetes Melitus semakin meningkat.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat melalui deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular.
Dengan meningkatnya kesadaran dan perilaku hidup sehat, angka kejadian Diabetes Melitus diharapkan dapat ditekan sehingga mendukung terwujudnya masyarakat Kota Palangka Raya yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. (Red)





