spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi, Usung Empat Pilar Kemajuan Catur Indonesia

Agustiar Sabran resmi dilantik sebagai Ketua Umum PB Percasi periode 2026–2030 dengan membawa agenda pembenahan tata kelola organisasi, penguatan pembinaan atlet usia dini, digitalisasi sistem pelatihan, serta peningkatan kesejahteraan atlet catur Indonesia.

Jakarta | EnterKal – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, resmi dikukuhkan dan dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) masa bakti 2026–2030 dalam acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (27/7/2026). Kepemimpinan baru ini menandai dimulainya agenda transformasi organisasi sekaligus penguatan pembinaan catur nasional menuju peningkatan prestasi di tingkat internasional.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, yang sekaligus melantik jajaran Pengurus Besar Percasi periode 2026–2030. Sebelumnya, Agustiar Sabran terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXX PB Percasi yang digelar di Jakarta pada 10–12 April 2026, menggantikan Grandmaster Utut Adianto setelah dua periode memimpin organisasi tersebut.

Emban Amanah Memajukan Catur Nasional

Dalam sambutannya, Agustiar Sabran menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan untuk memimpin organisasi catur nasional selama empat tahun ke depan. Ia menilai jabatan tersebut bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk membawa olahraga catur Indonesia terus berkembang.

“Alhamdulillah, pada hari ini kami resmi mengemban amanah besar dan tanggung jawab yang tidak ringan, sekaligus sebuah panggilan pengabdian untuk menjaga dan memajukan Catur Indonesia, setidaknya hingga tahun 2030 yang akan datang,” tuturnya.

Agustiar juga menyampaikan apresiasi kepada Grandmaster Utut Adianto atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin PB Percasi. Menurutnya, berbagai capaian organisasi, pembinaan atlet, dan peningkatan prestasi yang diraih selama dua periode terakhir menjadi fondasi penting bagi kepengurusan baru.

Empat Pilar Transformasi PB Percasi

Memasuki masa kepengurusan 2026–2030, Agustiar menegaskan PB Percasi akan berfokus pada empat pilar utama sebagai arah pembangunan organisasi.

Empat pilar tersebut meliputi pembenahan tata kelola organisasi melalui transparansi, digitalisasi, dan penguatan sinergi dengan Pengurus Provinsi; penguatan pembinaan atlet usia dini; digitalisasi serta modernisasi sistem pelatihan; dan menjaga keberlanjutan kompetisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan atlet.

Menurut Agustiar, pembinaan atlet yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan tata kelola organisasi yang profesional agar Indonesia mampu mencetak lebih banyak pecatur berprestasi di tingkat regional maupun dunia.

Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Catur Indonesia

Agustiar menegaskan kemajuan olahraga catur nasional tidak dapat diwujudkan hanya oleh pengurus organisasi. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara Pengurus Provinsi Percasi, pemerintah, dunia usaha, media, serta masyarakat dalam mendukung pembinaan atlet dan pengembangan ekosistem olahraga catur.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan nasional sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi lahirnya generasi pecatur Indonesia yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan internasional.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah Lisda Arriyana, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Johni Sonder.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, PB Percasi diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta mengakselerasi prestasi catur Indonesia di tingkat regional maupun internasional melalui program-program yang berkelanjutan. (Red)

Bupati Heriyus Hadiri Turnamen Voli Putri di Laung Tuhup, Komitmen Bangun Fasilitas Olahraga

“Bagi saya, memimpin bukan hanya bekerja di balik meja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Melihat warga bergembira adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya"

Bahlil Tekankan Soliditas Kader dalam Musda XI Golkar Kalteng

“Musda menjadi forum resmi untuk menentukan arah kebijakan dan keputusan strategis partai di tingkat daerah”

IPSI Kalsel Tingkatkan Kompetensi Pelatih dan Wasit Juri Pencak Silat

Sertifikasi selama tiga hari membekali peserta dengan materi kepelatihan, regulasi terbaru, etika, dan praktik pertandingan untuk memperkuat pembinaan atlet di Kalimantan Selatan.

Pengamat: Pemerintah Perlu Fokus Benahi Masalah Dasar Pendidikan

Pengamat pendidikan Ina Liem menilai pemerintah perlu memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar pendidikan nasional, mulai dari literasi, kualitas pendidikan, hingga kekurangan guru, sebelum mewacanakan penambahan mata pelajaran wajib baru.

Fairid Imbau Warga Perbarui Sertifikat Tanah Lama

“Kita perlu mengimbau masyarakat pemilik sertifikat tanah lama agar segera melakukan proses pembaruan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Pembaruan tersebut akan membantu pemerintah memperjelas status penggunaan lahan dan menata ulang data yang selama ini belum sepenuhnya terdokumentasi secara akurat”

Bupati Heriyus Lantik Pj Sekda dan 60 Pejabat di Lingkungan Pemkab Murung Raya

“Saya berharap para pejabat yang dilantik dan dikukuhkan dapat melaksanakan tugas barunya dengan penuh dedikasi dan loyalitas kepada pimpinan, serta menjadi teladan bagi para staf di lingkungan kerjanya"

Hotspot Karhutla di Kalbar Meningkat, Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat peningkatan jumlah titik panas (hotspot) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat di tengah ancaman fenomena El Nino pada 2026.

Program Sekolah Rakyat Dimulai, Prabowo Ingin Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan Gratis Berasrama

“Sekolah Rakyat merupakan implementasi Asta Cita nomor empat Presiden Prabowo. Presiden memahami bahwa pendidikan menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Jangan sampai kemiskinan menjadi warisan”

Ekonomi Kaltara 2026 Diproyeksi Tumbuh, Industri Pengolahan Menguat

Di tengah proyeksi perlambatan pertambangan, industri pengolahan dan kawasan industri berpeluang menopang pertumbuhan Kaltara apabila terhubung dengan bahan baku serta tenaga kerja lokal.

KemenP2MI dan Kemenlu Teken MoU Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

“Hari ini kami menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Luar Negeri terkait pelayanan dan pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia. Nota kesepahaman ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir melindungi para pahlawan devisa”

Popular Articles