spot_img

Top EnterKal

Related Posts

Doli Tandjung Minta Negara Jamin Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Jakarta | EnterKal — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Mereka gugur dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Israel.

Negara Diminta Jamin Masa Depan Keluarga Korban

Doli menegaskan bahwa peristiwa ini bukan hanya kehilangan bagi institusi TNI, tetapi juga bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya anak-anak para prajurit.

“Negara harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para almarhum yang gugur dalam tugas. Selain itu, pemerintah harus menjamin masa depan anak-anak korban—terkhusus pendidikannya,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Soroti Pelanggaran Hukum Humaniter

Ia juga menilai insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk bersikap lebih tegas terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

Menurut Doli, tindakan kekerasan yang dilakukan Israel bukanlah kejadian pertama, melainkan berulang kali terjadi.

“Israel bukan kali pertama melakukan pelanggaran, melainkan berulang kali dan selama itu dunia diam. Data menyebutkan, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 8.300 serangan dilakukan Israel ke Palestina,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelanggaran tersebut mencakup serangan terhadap warga sipil, rumah sakit, hingga penggunaan kekuatan berlebihan.

Dorong Sikap Tegas Pemerintah

Doli mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah lebih tegas dalam merespons situasi tersebut, termasuk meningkatkan tekanan diplomatik.

“Kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, ini harus menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita,” tegasnya.

Evaluasi Peran di Forum Perdamaian

Selain itu, Doli juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan kembali posisi Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP), mengingat adanya kontradiksi antara nilai perdamaian dan realitas di lapangan.

“Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut, berbicara tentang perdamaian, namun di saat yang sama mereka melakukan kekerasan,” ujarnya.

Sebagai anggota DPR RI, Doli mengajak lembaga legislatif untuk mendorong langkah konkret pemerintah serta memperkuat koordinasi dengan United Nations dalam upaya menghentikan konflik di Timur Tengah.

Ia mengingatkan bahwa krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga telah menelan korban jiwa, termasuk prajurit TNI yang bertugas menjaga perdamaian dunia.

spot_imgspot_img
spot_img
spot_img

Popular Articles