Buntok | EnterKal – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan sebagai strategi utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Barito Selatan, Ida Safitri, menyatakan penguatan sektor tersebut menjadi bagian dari program strategis kepala daerah periode 2025–2030.
“Penguatan sektor tersebut merupakan salah satu program strategis bupati dan wakil bupati periode 2025-2030,” ujarnya di Buntok, Jumat (24/4/2025).
Jagung Jadi Komoditas Unggulan
DKPP telah melakukan berbagai persiapan berbasis potensi wilayah. Salah satu komoditas yang difokuskan adalah jagung yang dikembangkan di Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai.
“Berdasarkan hasil uji coba pada 2024 lalu, Alhamdulillah hasil panen jagung sangat memuaskan,” katanya.
Uji Coba Padi Varietas Cakra
Selain jagung, pengembangan padi juga dilakukan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Ida menyebut tantangan utama saat ini adalah ancaman banjir, sehingga diperlukan inovasi berbasis kondisi lokal.
“Kalau melihat kondisi alam saat ini, kita berpacu dengan ancaman banjir. Namun, kami sudah membuat terobosan dengan mempertimbangkan budaya masyarakat lokal,” ungkapnya.
DKPP mengembangkan varietas padi Cakra yang memiliki karakter beras pera—sesuai preferensi masyarakat—dengan masa panen relatif singkat, yakni 80–90 hari.
“Padi jenis ini kami kembangkan di UPT Balai Benih dan Palawija Barito Selatan,” jelasnya.
Jika berhasil, bibit akan ditangkar dan didistribusikan ke petani.
Hortikultura dan Sektor Pendukung
Pengembangan hortikultura juga terus didorong, khususnya komoditas semangka dan melon di Desa Pamangka, Kecamatan Dusun Selatan.
“Kami juga tetap mengembangkan sektor lainnya seperti ketahanan pangan, peternakan, dan kesehatan hewan,” tambah Ida.
Perkuat SDM Penyuluh
Untuk mendukung program, DKPP menambah 30 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) berstatus CPNS. Total PPL kini mencapai 90 orang.
“Mereka siap bersinergi membangun Barito Selatan, khususnya dalam sektor pertanian,” pungkasnya. (EV-Red)




