PALANGKA RAYA | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan menyusul antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU. Pemerintah memastikan stok Pertalite di Fuel Terminal Pulang Pisau masih tersedia, meski distribusinya terkendala kabut asap karhutla.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Belilah BBM sesuai kebutuhan, sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat lainnya juga mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Fairid.
Permintaan Pertalite Meningkat
Menurut Fairid, antrean dipengaruhi meningkatnya permintaan Pertalite, peralihan sebagian konsumen dari Pertamax, serta pola pembelian masyarakat yang meningkat akibat informasi mengenai penggunaan STNK dan barcode untuk BBM bersubsidi.
Fairid meminta masyarakat menunggu informasi mengenai kebijakan BBM melalui saluran resmi pemerintah.
“Kalau ada kebijakan baru, tentu akan disampaikan melalui jalur resmi. Jangan sampai masyarakat membeli secara berlebihan hanya karena mendengar informasi yang belum jelas,” katanya.
Pola pembelian yang meningkat di tengah informasi yang belum jelas berpotensi memperpanjang antrean dan membuat distribusi BBM tidak merata kepada masyarakat.
Kabut Asap Hambat Distribusi
Di sisi lain, distribusi BBM dari Fuel Terminal Pulang Pisau menuju Palangka Raya mengalami hambatan akibat kabut asap karhutla yang mengurangi jarak pandang pengemudi mobil tangki.
Kondisi tersebut menyebabkan waktu tempuh distribusi terlambat sekitar satu hingga dua jam.
Meski terdapat kendala distribusi, data per 6 September 2026 menunjukkan stok Pertalite di Fuel Terminal Pulang Pisau tercatat 1.617 kiloliter (KL).
Sementara kebutuhan harian atau Daily Operational Target (DOT) tercatat 516 KL, dengan coverage day sekitar 3,13 hari.
Data pada 19 SPBU juga menunjukkan stok Pertalite masih tersedia di sejumlah titik.
Pemko Koordinasi Urai Antrean
Fairid menegaskan Pemko Palangka Raya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus mengurai antrean di SPBU.
“Pemerintah akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi di lapangan. Kita ingin distribusi BBM tetap berjalan dan antrean ini bisa segera terurai,” pungkasnya.
Pemerintah mengharapkan masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying agar distribusi dapat berjalan lebih merata. (Red)





