PALANGKA RAYA | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar shalat hajat dan doa bersama untuk memohon agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda wilayah tersebut segera mereda. Kegiatan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Kamis (28/8/2026).
Doa bersama digelar ketika kondisi udara Palangka Raya kembali memburuk akibat kabut asap karhutla. Pada periode yang sama, pemerintah kota juga mengambil langkah perlindungan masyarakat, termasuk menerapkan pembelajaran jarak jauh di sejumlah jenjang pendidikan akibat kualitas udara yang tidak sehat hingga berbahaya.
Kegiatan diawali dengan Salat Magrib berjamaah, dilanjutkan ceramah agama oleh Ustadz H.M. Alghifari, S.Sos.I., kemudian Salat Isya berjamaah. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim.
Doa untuk Karhutla dan Kabut Asap
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat sekaligus berharap kondisi karhutla dan kabut asap segera membaik.
“Melalui silaturahmi dan doa bersama ini, kita berharap kondisi Kota Palangka Raya segera membaik. Semoga Allah memberikan perlindungan, keselamatan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat,” ujar Fairid.
Dalam konteks kegiatan tersebut, kondisi yang dimaksud Fairid berkaitan dengan karhutla dan kabut asap yang sedang dihadapi Kota Palangka Raya.
Sebelumnya, Pemko Palangka Raya juga telah memperkuat penanganan karhutla melalui penambahan posko, pengawasan wilayah, penyediaan sumber air, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk menghadapi dampak kabut asap.
Bertepatan dengan HUT Fairid ke-41
Kegiatan shalat hajat dan doa bersama tersebut juga bertepatan dengan ulang tahun Fairid Naparin yang ke-41.
Namun, dalam kesempatan itu, Fairid lebih menekankan pentingnya kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi kondisi yang sedang terjadi.
“Mari kita jaga kebersamaan, saling membantu dan peduli terhadap lingkungan serta sesama. Semoga Palangka Raya selalu diberikan keselamatan dan menjadi kota yang semakin baik,” ujar Fairid.
Selain doa bersama, pemberian santunan kepada anak yatim menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Bagi pemerintah kota, penanganan dampak karhutla tidak hanya membutuhkan langkah teknis di lapangan, tetapi juga kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan dan keselamatan bersama. (Red)





