spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Mukhtarudin: SMK Go Global Buka Peluang Kerja Indonesia di Pasar Global

Program yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto ini menargetkan 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu masyarakat umum untuk dilatih sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

BANDUNG | EnterKal – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menargetkan program SMK Go Global menyiapkan 500.000 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil dan berdaya saing global hingga 2029.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu mengisi kebutuhan pasar kerja internasional sekaligus memperkuat pelindungan calon PMI sejak tahap persiapan.

Hal itu disampaikan Mukhtarudin saat memberikan arahan secara daring dalam Launching SMK Go Global Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).

Target 500 Ribu Calon Pekerja Migran

Mukhtarudin mengatakan, SMK Go Global merupakan langkah pemerintah untuk menyiapkan talenta Indonesia dengan kompetensi, profesionalisme, dan daya saing yang sesuai kebutuhan industri internasional.

Program tersebut, menurutnya, menjadi peluang strategis bagi Indonesia di tengah bonus demografi. Pada saat yang sama, sejumlah negara menghadapi persoalan aging population yang meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga kerja produktif.

“Kondisi ini tentu membuka peluang kerja, membuka peluang strategis bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan pasar kerja global. Nah, inilah salah satu upaya kita melalui program SMK Go Global,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet pada 20 Oktober 2025 mengenai penyiapan 500.000 pekerja migran Indonesia terampil atau skilled worker untuk periode 2026-2029.

“Ini adalah program direktif Presiden, program prioritas Bapak Presiden, yaitu sesuai dengan kebutuhan industri internasional sebagai program percepatan atau quick win,” imbuh Menteri P2MI.

Dari total target 500.000 peserta, sebanyak 300.000 orang berasal dari lulusan SMK, sedangkan 200.000 lainnya berasal dari masyarakat umum, termasuk sarjana.

Penyiapan dilakukan secara bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.

“Secara bertahap disiapkan sehingga sampai dengan 2029 akhir, itu 500.000 pekerja calon pekerja migran sudah siap ditempatkan bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Disesuaikan dengan Kebutuhan Pasar Global

Calon PMI yang mengikuti program tersebut akan diarahkan untuk mengisi peluang kerja di berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Turki, Singapura, Taiwan, negara-negara Eropa, Maladewa, hingga sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Mukhtarudin mengatakan penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional serta mempertimbangkan perkembangan geopolitik global.

“Ini fluktuatif dan selalu bergerak terus,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Menurutnya, dinamika kebutuhan tenaga kerja internasional membuat penyiapan calon PMI tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang statis. Kompetensi yang diberikan harus mengikuti kebutuhan industri dan perkembangan negara tujuan.

Perkuat Pelindungan Sejak Hulu

SMK Go Global tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah PMI yang bekerja di luar negeri. Program ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pelindungan PMI sejak tahap awal.

Peserta akan dibekali kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional sehingga memiliki kesiapan untuk bekerja melalui jalur legal, aman, dan mendapatkan pelindungan negara.

Untuk memperluas jangkauan program, Kementerian P2MI menargetkan pembentukan 2.000 kelas pelatihan hingga 2029 yang tersebar di 23 wilayah BP3MI, termasuk Jawa Barat.

Program tersebut menggunakan kerangka Asta Mandala SMK Go Global yang mencakup Panca Sukses, yakni sukses kompetensi, sukses pelindungan, sukses penempatan, sukses remitansi, dan sukses tata kelola.

Lima aspek tersebut kemudian diarahkan menghasilkan Tri Dampak berupa dampak sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dampak ekonomi.

“Namanya Asta Mandala SMK Go Global, lima sukses dan tiga dampak,” tegas Menteri Mukhtarudin.

Pendaftaran Memasuki Batch Ketiga

Mukhtarudin juga mengapresiasi UKRI dan Migrant Center UKRI yang telah membuka pelatihan peningkatan kapasitas bagi calon PMI di Jawa Barat, khususnya Bandung.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hal itu terlihat dari proses pendaftaran yang telah berlangsung dalam beberapa gelombang.

“Terbukti kita melakukan pendaftaran batch 1, kita buka lagi batch 2, dan sekarang sedang bersiap lagi untuk yang ke-batch ketiga,” ungkap Menteri.

Tingginya minat tersebut dinilai menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap jalur penyiapan tenaga kerja yang lebih terarah sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan, Migrant Center, BP3MI, asosiasi, serta pemangku kepentingan lainnya agar pelatihan calon PMI sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Program SMK Go Global diarahkan untuk mengubah profil PMI Indonesia menjadi tenaga kerja yang semakin terampil, profesional, terlindungi, dan memiliki daya saing internasional. (Fj-Red)

Bupati Seruyan Tinjau RSUD Kuala Pembuang, Fokus pada Perbaikan Fasilitas dan Layanan

“Fokus utama kami adalah perbaikan fasilitas dan layanan, termasuk penataan ruang, penyediaan alat medis, dan penambahan jumlah dokter spesialis”

Desa Fondasi Kemajuan Daerah, Gubernur Buka Rakerda APDESI Kalteng 2026

Sebanyak 652 kepala desa se-Kalimantan Tengah mengikuti Rakerda APDESI 2026 yang membahas penguatan kapasitas pemerintahan desa, kemandirian ekonomi, dan sinergi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Prabowo Subianto Serukan Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

“Jangan Pancasila menjadi mantra, jangan Pancasila menjadi slogan. Kekayaan bangsa Indonesia besar. Kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti"

Pemko Palangka Raya Bersih-Bersih Pasar Datah Manuah dan Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah

“Program ini sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, dan juga menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Wali Kota meminta pemerintah kota melaksanakan kegiatan bersih-bersih”

Indonesia Finis Peringkat 11 Asian Beach Games 2026

Kontingen Indonesia menutup ajang Asian Beach Games 2026 di posisi ke-11 klasemen akhir dengan raihan tiga medali, terdiri atas satu emas dan dua perak.

Achmad Zaini Lantik Arbert Tombak sebagai Sekda Palangka Raya

“Tadi kita melantik secara definitif jabatan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya. Prosesnya telah kita lalui bersama, mulai dari pengumuman sampai hasil akhir yang hari ini kita lantik"

Agustiar Lepas Kontingen PESPARAWI Kalteng ke Papua Barat, Bawa Semangat Huma Betang dan Isen Mulang

Sebanyak 309 anggota kontingen Kalimantan Tengah diberangkatkan menuju Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti PESPARAWI Nasional XIV dengan membawa semangat Huma Betang, Isen Mulang, dan target mempertahankan prestasi tingkat nasional.

Akademisi UIN Palangka Raya Dr. Tri Hidayati Tekankan Peran Partai Politik dan Etika Demokrasi

“Dalam negara demokratis modern, partai politik adalah keniscayaan yang memiliki fungsi pendidikan politik, rekrutmen kepemimpinan, serta agregasi kepentingan rakyat"

FORKOB Kalteng Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-79

“Kami dari DPP FORKOB Kalimantan Tengah mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh jajaran Polri. Harapan kami dengan bertambahnya usia institusi Polri, semoga Polri semakin profesional sebagai pengayom masyarakat dan dicintai rakyat”

Agustiar Sabran Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Gubernur Kalteng

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan pentingnya menjaga persatuan dan identitas bangsa di tengah globalisasi saat memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Popular Articles