spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Kiai Musta’in: Politik Uang Jelang Muktamar ke-35 NU Harus Dilawan

Kiai Musta’in menyebut praktik politik uang menjelang Muktamar ke-35 NU sebagai kondisi faktual dan mendorong perubahan melalui mekanisme organisasi untuk menghentikannya.

Jakarta Pusat | EnterKal – Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Musta’in Syafi’ie, menyebut praktik politik uang menjelang Muktamar ke-35 NU bukan lagi sekadar isu, melainkan kondisi yang menurutnya telah terjadi di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Musta’in saat menjadi pembicara dalam Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertema “Stop Politik Transaksional di Muktamar NU” di Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Sebut Politik Uang Bukan Sekadar Isu

Musta’in menilai praktik pemberian uang dalam konteks menjelang Muktamar NU tidak tepat jika disebut sekadar uang transportasi.

“Ini bukan isu lagi, tapi realita, ada yang ngaku,” kata Kiai Musta’in.

Menurutnya, jika uang tersebut memang dimaksudkan sebagai biaya transportasi, semestinya pemberian dilakukan secara terbuka oleh panitia.

Ia menyebut uang yang diberikan sebelum muktamar sebagai panjer atau uang muka yang dibayarkan sebelum pelaksanaan muktamar.

“Hal itu jelas-jelas sebuah kemungkaran,” tegasnya.

Dorong Perubahan Melalui Mekanisme Organisasi

Musta’in kemudian menjelaskan pandangannya mengenai cara menghadapi praktik yang dianggapnya sebagai kemungkaran.

Ia membedakan antara nahi munkar dan taghyir munkar. Menurutnya, nahi munkar berkaitan dengan kemungkaran yang belum terjadi, sedangkan taghyir munkar dilakukan ketika kemungkaran sudah terjadi.

“Bedanya, kalau nahi munkar, kemungkarannya belum terjadi. Sedangkan taghyir munkar, kemungkarannya sudah terjadi. Ini sudah terjadi (politik uang), bukan isu lagi. Jadi, yang dilakukan taghyir munkar,” kata Kiai Musta’in.

Ia menyebut terdapat tiga panduan dalam mengubah kemungkaran, yakni biyadi atau dengan tangan/kekuasaan, bilisani atau dengan lisan, serta biqalbi atau dengan hati.

Usulkan Perubahan dalam Muktamar

Menurut Musta’in, pihak yang melakukan politik uang justru memiliki latar belakang keilmuan yang kuat sehingga pendekatan melalui lisan dinilainya tidak selalu mudah.

“Ulama-ulama fasik. Pikirane ketok apik (pikirannya kelihatan bagus), tapi hatinya buta,” kata Kiai Musta’in.

Karena itu, ia mengusulkan agar upaya mengubah praktik tersebut dilakukan melalui perubahan dengan menggunakan kewenangan organisasi, bukan hanya melalui teguran secara lisan.

Musta’in mengarahkan perubahan tersebut melalui berbagai usulan yang akan dibahas dalam Muktamar ke-35 NU.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.

Usulan tersebut menempatkan persoalan politik transaksional sebagai salah satu isu yang perlu mendapat perhatian dalam proses organisasi menjelang dan selama Muktamar NU. (Red)

Fairid Naparin Ikuti Program Kepemimpinan Lemhannas di National University of Singapore

“Banyak hal yang bisa diterapkan di daerah, terutama terkait tata kelola kota cerdas dan pelayanan publik yang efisien"

Wali Kota Fairid Tinjau Perbaikan Jalan dan Drainase di Palangka Raya

“Saya selalu memantau progres pembangunan infrastruktur yang dilakukan perangkat daerah dan berharap tidak ada lagi keluhan warga terkait masalah infrastruktur atau drainase"

Ketua AMPI Kalteng

Ketua DPD AMPI KALTENG dari masa ke masa

Rusdiansyah Pimpin Konsolidasi Baru PKB Palangka Raya

DPC PKB Kota Palangka Raya mulai mengonsolidasikan kepengurusan periode 2026–2031 dengan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai fondasi menghadapi agenda politik dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Palangka Raya Naik Predikat SAKIP dari B ke BB, DPMPTSP Raih WBK Nasional

“Peningkatan predikat SAKIP dari B menjadi BB merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil. Penghargaan Zona Integritas yang diraih DPMPTSP menjadi bukti komitmen kami menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan berkualitas"

Mukhtarudin Dukung Penuh Langkah Menteri ESDM Atasi Penundaan POD Produksi Migas

“Kami di Komisi XII sangat mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi impor BBM, terutama dari Singapura yang menyumbang lebih dari separuh kebutuhan nasional”

Pemkot Palangka Raya Dorong Gerakan Indonesia ASRI dari Lingkungan Terkecil

Pemerintah Kota Palangka Raya menilai pengendalian sampah dan penguatan budaya peduli lingkungan harus dimulai dari keluarga serta didukung kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Pemprov Kalteng Dukung Peresmian 1.179 SPPG dan 18 Gudang Pangan Polri, Dorong Dampak Ekonomi Daerah

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat sarana dan prasarana melalui operasionalisasi dan pembangunan SPPG ini. Selain meningkatkan kualitas pelayanan, program ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan aktivitas sektor konstruksi, distribusi logistik, serta peluang usaha pendukung lainnya”

Wali Kota Fairid Tekankan Perlindungan Guru dan Transformasi ASN di Era Digital

“Di usia ke-80 ini, dunia pendidikan berubah sangat cepat. Guru harus adaptif, terbuka terhadap teknologi, dan siap menghadapi tantangan era digital”

Satpol PP Tala Tertibkan PKL dengan Pendekatan Humanis

Penertiban pedagang kaki lima di Kecamatan Pelaihari dilakukan melalui pendekatan persuasif dan edukatif guna menjaga ketertiban umum, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan ruang publik.

Popular Articles