Palangka Raya | EnterKal – Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti didampingi Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Tengah Ade Syaiful Rachman selaku Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Palangka Raya, Sabtu (09/05/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target dan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh terhadap perkembangan fisik bangunan, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga aspek keselamatan dan kualitas konstruksi.
Pemerintah menilai pembangunan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Infrastruktur Pendidikan Jadi Investasi Jangka Panjang
Dalam keterangannya, Diana Kusumastuti menegaskan pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.
“Sekolah Rakyat ini bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun harapan dan masa depan generasi penerus bangsa. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, berkualitas, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Diana, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkelanjutan.
Satgas Fokus Pengawasan dan Percepatan
Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat, Ade Syaiful Rachman menyampaikan pihaknya terus melakukan pengawasan dan koordinasi intensif agar seluruh tahapan pembangunan berjalan optimal.
“Kami berkomitmen mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar dan target penyelesaian dapat tercapai,” kata Ade.
Ia menambahkan pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang representatif, aman, dan inklusif bagi masyarakat.
Pemerintah optimistis pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (Red)





