JAKARTA | EnterKal – Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Pergantian tersebut dilakukan saat pemerintah memasuki tahap penting penyelesaian APBN 2026 sekaligus pembahasan RAPBN 2027.
Pelantikan Suahasil berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia kini mengambil alih posisi yang sebelumnya ditempati Purbaya, yang baru sekitar satu tahun menjabat setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Mandat Utama: Jaga Kesehatan dan Kredibilitas APBN
Setelah dilantik, Suahasil mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar pengelolaan keuangan negara tetap berjalan baik.
“Arahan Khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya mejaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut, jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, kerena itu APBNnya itu harus sehat, selain APBNnya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” kata Suahasil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Menurut Suahasil, pergantian Menteri Keuangan tidak berarti kebijakan fiskal pemerintah akan berubah secara mendadak.
Ia menegaskan tugas utama Kementerian Keuangan tetap menjaga APBN, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mempertahankan stabilitas ekonomi.
“Ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan,” ujar Suahasil.
APBN 2026 dan RAPBN 2027 Jadi Pekerjaan Awal
Suahasil mengatakan pemerintah saat ini tengah membahas RAPBN 2027. Program-program prioritas pemerintah akan terus ditata agar dapat masuk dalam perencanaan anggaran.
Pada saat yang sama, ia harus memastikan pelaksanaan APBN 2026 tetap berjalan karena tahun anggaran tersebut memasuki empat bulan terakhir.
Suahasil menyebut akan segera kembali ke Kementerian Keuangan untuk melihat kondisi APBN dan memastikan pekerjaan yang sedang berjalan tetap dilanjutkan.
Selain kesinambungan pelaksanaan anggaran, ia menegaskan defisit APBN akan dijaga tetap berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Pergantian Menkeu Jadi Perhatian Pasar
Pergantian Menteri Keuangan turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Reuters mencatat penunjukan Suahasil dipandang sejumlah analis sebagai langkah yang berpotensi menenangkan kekhawatiran investor karena pengalaman panjangnya sebagai teknokrat di bidang fiskal.
Namun, hingga Senin sore, Presiden maupun Istana belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan Purbaya diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan.
Karena itu, berbagai dugaan mengenai penyebab pergantian tersebut masih perlu ditempatkan secara hati-hati sampai terdapat penjelasan resmi.
Menjaga Kesinambungan Kebijakan Fiskal
Suahasil kini menghadapi sejumlah pekerjaan strategis. Selain menjaga kredibilitas APBN, ia harus memastikan program prioritas pemerintah tetap memperoleh dukungan anggaran serta menjaga kepercayaan pasar dan investor.
Dengan pengalaman panjang di Kementerian Keuangan, Suahasil diharapkan mampu menjaga kesinambungan kebijakan fiskal pemerintah.
Dalam waktu dekat, perhatian akan tertuju pada penyelesaian APBN 2026 dan pembahasan RAPBN 2027, termasuk bagaimana mandat menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN diterjemahkan ke dalam kebijakan fiskal berikutnya. (FS)





