spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

PLN NP Resmikan HRS Merah Putih 3.0, Incar Industri Hidrogen 15 GW di Papua

Pengoperasian fasilitas stasiun pengisian hidrogen ketiga di Muara Tawar menjadi pijakan PLN Nusantara Power dalam menguji teknologi dan menyiapkan ekosistem energi bersih nasional yang ditargetkan matang dalam kurun lima hingga sepuluh tahun ke depan.

BEKASI | EnterKal – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) resmi mengoperasikan Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 3.0 di kompleks PLTGU Muara Tawar, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Peresmian fasilitas ini menjadi langkah berlanjut perseroan dalam memperkuat infrastruktur dan ekosistem hidrogen nasional.

Fasilitas pengisian hidrogen tersebut merupakan generasi ketiga yang dikembangkan perseroan secara bertahap, setelah sebelumnya mengoperasikan HRS Merah Putih 1.0 dan 2.0. Kehadiran HRS 3.0 difungsikan untuk menguji keandalan teknologi sekaligus memperluas pemanfaatan hidrogen dari sektor transportasi menuju kawasan industri dan ketenagakerjaan.

Pengembangan hidrogen menjadi kunci krusial dalam mengakselerasi transisi energi bersih di Indonesia. Ketersediaan infrastruktur pengisian serta kesiapan ekosistem dari hulu ke hilir menentukan seberapa cepat komersialisasi hidrogen dapat menekan ketergantungan nasional pada bahan bakar fosil.

Tantangan Pembentukan Ekosistem Hidrogen

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menjelaskan bahwa tantangan utama penyerapan hidrogen di dalam negeri terletak pada pembentukan ekosistem yang terintegrasi. Kesiapan teknologi, infrastruktur, dan pasar perlu dibangun secara bersamaan agar nilai keekonomiannya tercapai.

“Ini merupakan HRS kita yang ketiga. Nanti akan ada lagi HRS berikutnya,” ujar Ruly Firmansyah saat peresmian di Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Ia menilai proses pembentukan pasar dan rantai pasok hidrogen membutuhkan waktu bertahap, mirip dengan fase perkembangan ekosistem kelistrikan nasional pada masa awal pengembangannya.

“Kami berharap dalam lima sampai 10 tahun ke depan ekosistemnya akan semakin menarik,” kata Ruly.

Kajian Kawasan Industri Hidrogen 15 GW di Papua

Di luar pengembangan HRS di Pulau Jawa, PLN NP bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pemerintah tengah memetakan potensi energi hidrogen skala raksasa di kawasan Mamberamo, Papua. Wilayah tersebut diperkirakan menyimpan kapasitas energi mencapai 10 hingga 15 gigawatt (GW).

Potensi besar di Mamberamo ini dirancang sebagai pusat kawasan industri berbasis hidrogen. Selain untuk menyokong kebutuhan industri domestik, kelebihan produksi hidrogen dari kawasan tersebut diproyeksikan untuk komoditas ekspor.

“PLN bersama pemerintah sedang merancang untuk membuat industri di sana, industri yang menggunakan hidrogen sebagai bahan utama. Kalau nanti berlebih, bisa menjadi produksi ekspor dari Indonesia,” jelas Ruly.

Menuju Tahap Komersialisasi dan Efisiensi Biaya

Prospek bisnis hidrogen di masa depan dinilai sangat menjanjikan seiring dengan dorongan global terhadap penurunan emisi karbon. Namun, percepatan komersialisasi hidrogen sangat bergantung pada inovasi teknologi yang mampu menekan biaya produksi agar lebih efisien dan terjangkau.

“Bisnis ke depan hidrogen itu bagus, cerah. Tinggal menunggu teknologi yang membuat biaya produksi hidrogen itu komersial,” tutur Ruly.

Selain efisiensi biaya, peningkatan standar keselamatan (safety) menjadi fokus utama sebelum pemanfaatan hidrogen diterapkan secara masif di sektor industri, transportasi, maupun pembangkitan energi. PLN NP berkomitmen melanjutkan rangkaian uji coba teknologi untuk memastikan transisi energi berjalan aman dan berkelanjutan. (Red)

Rapimnas Golkar Dorong Pembentukan Koalisi Permanen

“Stabilitas politik merupakan prasyarat utama bagi pembangunan berkelanjutan”

Menteri P2MI Resmikan Migrant Center UI, Dorong SDM Migran Berdaya Saing Global

“Kita sedang membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Melalui kemitraan dengan UI sebagai pusat keunggulan dan pemerintah daerah sebagai basis wilayah, kita memastikan setiap pekerja migran berangkat dengan kompetensi yang memadai dan pulang dengan kesejahteraan yang berkelanjutan”

TPID Palangka Raya Waspadai Kenaikan Harga Ayam, Telur, Cabai, dan Bawang Jelang Idulfitri

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memfokuskan pengawasan terhadap sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bupati Barsel Hadiri Musrenbang RPJMD Kalteng 2025–2029, Tegaskan Komitmen Sinergi Pusat-Daerah

“RPJMD Provinsi Kalteng 2025–2029 ini sangat strategis. Kami dari Pemkab Barito Selatan memberikan apresiasi dan siap bersinergi penuh agar arah pembangunan lima tahun ke depan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat”

BPKAD Palangka Raya Tegaskan Integritas ASN dalam Pengelolaan Barang Milik Daerah

Palangka Raya | EnterKal – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan...

Fairid Ajak Warga dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga ASN untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Data yang dihimpun BPS dinilai menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPRD Soroti Jaminan Kesehatan bagi Warga Tidak Mampu

“Masih banyak masyarakat di Kota Palangka Raya yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena keterbatasan biaya atau belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional"

Wamen PPPA Veronica Tan Tinjau Layanan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak di Kobar

“UPT PPA memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan, pendampingan, serta pemulihan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Diperlukan sinergi semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, layanan kesehatan, dan psikolog, agar layanan ini berjalan maksimal"

Gugatan LCC Empat Pilar Bergulir ke Pengadilan

Advokat David Tobing menilai juri dan MC tidak profesional dalam penilaian lomba yang menyeret nama SMAN 1 Pontianak

Kemkomdigi Buka Blokir Grok AI, Berlaku Bersyarat

“Normalisasi ini dilakukan secara bersyarat dan di bawah pengawasan ketat. Komitmen tersebut menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan”

Popular Articles