spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Mukhtarudin Minta Pemda dan Kampus Kalteng Perkuat SDM untuk Kerja Luar Negeri

Kementerian P2MI mendorong pemda dan perguruan tinggi di Kalteng menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan negara tujuan. Melalui pendekatan berbasis permintaan, pelatihan diarahkan pada kompetensi, sertifikasi, dan penempatan melalui jalur resmi.

Jakarta | EnterKal – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kalimantan Tengah memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Dorongan tersebut disampaikan Mukhtarudin dalam Sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) dalam rangka Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri yang digelar secara daring, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Rody Iskandar yang mewakili Bupati Kotawaringin Barat, Rektor Universitas Antakusuma (UNTAMA) Prof. Dr. M. Fatchurahman, M.Psi., M.Pd., jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, serta civitas akademika perguruan tinggi di Kalteng.

Kebutuhan Global Harus Diikuti Kompetensi

Mukhtarudin mengatakan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan peluang kerja luar negeri yang aman, berkualitas, serta sesuai kebutuhan pasar global.

“Ini merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memperluas akses informasi dan peluang-peluang kerja luar negeri yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Menurutnya, peluang kerja internasional menjadi semakin strategis ketika Indonesia memiliki populasi usia produktif yang besar, sementara sejumlah negara menghadapi fenomena aging population.

Namun, bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan apabila tidak diikuti peningkatan kualitas SDM.

“Usianya produktif tetapi SDM-nya tidak produktif, ini bisa menimbulkan permasalahan sosial, ekonomi, dan politik,” tutur Menteri.

Karena itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi didorong bersama-sama menyiapkan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan, keterampilan teknis, serta sikap dan mental sesuai kebutuhan dunia kerja.

Pasar Kerja Menuntut Bahasa dan Sertifikasi

Mukhtarudin mengatakan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri cukup besar, tetapi peluang tersebut disertai persyaratan kompetensi yang harus dipenuhi calon pekerja.

“Dari sisi demand, kebutuhan tenaga kerja luar negeri sangat tinggi. Tetapi demand yang tinggi ini harus diikuti persyaratan kompetensi, paling minimal bahasa, kemudian keterampilan teknis yang tersertifikasi,” ujarnya.

Ia mengakui masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja global dan kompetensi sebagian lulusan pendidikan di Indonesia, termasuk lulusan SMK dan perguruan tinggi.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah menggunakan pendekatan demand-driven atau berbasis permintaan dalam menyiapkan calon pekerja migran.

“Paradigma berpikirnya kita balik. Sektornya ada dulu, negaranya ada dulu, demand-nya ada dulu, baru kita latih. Demand (permintaan) ini membutuhkan kompetensi seperti apa, baru kita latih seperti apa,” jelas Mukhtarudin.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan diarahkan berdasarkan kebutuhan sektor dan negara tujuan, bukan sekadar menyiapkan peserta tanpa kepastian kebutuhan pekerjaan.

“Jadi, latih, kompeten, tempatkan. Bukan hanya dilatih kemudian tidak ada tindak lanjut,” tegas Mukhtarudin.

SMK Go Global Targetkan 500.000 Peserta

Salah satu program yang disiapkan pemerintah adalah SMK Go Global sebagai bagian dari Asta Mandala SMK Go Global.

Program tersebut menargetkan penyiapan 500.000 calon pekerja migran terampil pada periode 2026–2029. Target terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 peserta dari masyarakat umum.

Target tersebut dibagi secara bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Data tersebut juga telah disampaikan Kementerian P2MI dalam peluncuran SMK Go Global pada Agustus 2026. Program dirancang untuk membekali calon pekerja dengan kompetensi teknis, bahasa, dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Bidang pekerjaan yang disiapkan antara lain caregiver, welder, hospitality, perawat, manufaktur, serta sektor lain sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Pada gelombang pertama pendaftaran SMK Go Global yang dibuka 12–22 Agustus 2026, pemerintah mencatat 14.523 pendaftar dan 3.340 peserta dinyatakan lolos setelah melalui tahapan verifikasi administrasi, tes tertulis, dan wawancara.

Jalur Resmi Jadi Bagian Pelindungan

Selain kompetensi, Mukhtarudin menekankan pentingnya memastikan calon pekerja migran berangkat melalui mekanisme resmi.

Pemerintah daerah diminta aktif memberikan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai prosedur bekerja di luar negeri sehingga calon pekerja tidak mudah terjebak penempatan nonprosedural.

“Yang repot itu kalau bekerja tidak prosedural, tidak aman, tidak melalui Disnaker, tidak melalui KP2MI, tidak melalui penempatan yang prosedural. Itu yang berbahaya,” beber Mukhtarudin.

Sebaliknya, pekerja migran yang berangkat melalui mekanisme resmi akan mendapatkan pelindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selama dia bekerja secara prosedural, insyaallah aman dan bekerja secara bermartabat di negara orang,” tandas Menteri Mukhtarudin.

Mukhtarudin berharap sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia pendidikan, dan Kementerian P2MI dapat membentuk ekosistem penyiapan calon pekerja migran di Kalimantan Tengah.

Kolaborasi tersebut diarahkan agar peluang kerja internasional dapat diisi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi, keterampilan, sertifikasi, serta berangkat melalui jalur resmi. (Fj-Red)

Panen Raya Opla di Pulang Pisau, Pemprov Kalteng Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Nasional

“Pembangunan sektor pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, menjadi salah satu fokus Bapak Gubernur Kalimantan Tengah”

Wakil Walikota Palangka Raya Dorong Peningkatan Keterampilan Pemadam Kebakaran

“Latihan dan peningkatan kemampuan pemadaman harus dilakukan secara rutin agar masyarakat lebih siap menghadapi kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan”

KPPU Nyatakan 97 Perusahaan Pinjol Bersalah Kartel Bunga, Denda Capai Rp755 Miliar

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan sebanyak 97 perusahaan fintech peer-to-peer lending (pinjol) di Indonesia terbukti bersalah dalam perkara kartel bunga. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang Majelis Komisi pada Kamis (26/3/2026).

FAIRID-ZAINI Paparkan Capaian 100 Hari Kerja, Tegaskan Komitmen Kepemimpinan Responsif dan Terukur

“Program 100 Hari Kerja bukan sekadar simbol politik, tetapi merupakan ukuran awal keseriusan kami dalam memimpin kota ini dengan hati, integritas, dan hasil yang nyata”

Gubernur Kalbar Lantik Komisioner KPID 2025–2028, Tekankan Penyiaran Sehat dan Ramah Anak

“Kita harus memastikan konsumsi siaran anak-anak terarah dengan baik agar mata dan telinga mereka terlindungi dalam pembentukan kepribadian”

Palangka Raya Raih Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2025

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh tim. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama masyarakat Kota Palangka Raya. Ini adalah kemenangan kita bersamal

Safari Ramadan, Fairid Ajak Warga Jaga Keamanan dan Ketertiban

Safari Ramadan di Kecamatan Jekan Raya menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial masyarakat

Fairid Resmikan Pusdiklat Buddhis, Perkuat Kerukunan dan Pembinaan Umat

Peresmian Pusdiklat Buddhis Sikkhapana Mahametta menjadi bagian dari penguatan pendidikan keagamaan sekaligus memperkokoh kerukunan umat beragama sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Kota Palangka Raya.

Guterres Desak Aksi Iklim Global, Soroti Kerusakan Bumi Kian Parah

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyerukan percepatan aksi global dalam menghadapi krisis iklim pada peringatan Hari Bumi Internasional 2026, Selasa (22/4/2026).

Pemkot Palangka Raya Percepat Reforma Agraria dan Penataan Kawasan Hutan

Pemerintah daerah mendorong penataan tanah yang berkeadilan sekaligus memperkuat kepastian hukum masyarakat di kawasan hutan

Popular Articles