spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Cuaca Panas Ekstrem Tingkatkan Risiko Karhutla di Palangka Raya

Palangka Raya | EnterKal — Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini dipicu oleh suhu udara yang tinggi serta minimnya curah hujan sejak awal Januari 2026.

Sejumlah warga mengaku merasakan dampak langsung dari kondisi cuaca tersebut. Warga Palangka Raya Lalu Ahmad Supran menyebutkan panas terik terasa semakin menyengat dalam beberapa pekan terakhir.

“Sebagai warga Kota Palangka Raya, saya merasakan panas yang cukup ekstrem akhir-akhir ini. Ditambah belum ada hujan sejak awal Januari, dan diperparah dengan kejadian kebakaran hutan di sekitar kota,” ujar Supran, Kamis (22/1/2026).

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca panas ekstrem.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Di samping itu, dengan cuaca panas seperti ini masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan,” ujarnya.

Ia mengingatkan warga untuk membatasi aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama, karena dapat berdampak pada kondisi fisik dan kesehatan. BPBD juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan segera melaporkan kejadian darurat.

“Masyarakat dapat melaporkan kejadian kebakaran atau kondisi darurat melalui layanan terpadu 112 agar dapat segera ditangani,” katanya.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat menekan potensi karhutla selama periode cuaca panas ekstrem ini, sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan warga Palangka Raya.

62 Kasus Super Flu H3N2 Terdeteksi di Indonesia, Kalsel Catat 18 Kasus

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak 62 kasus influenza varian H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai super flu terdeteksi di Indonesia hingga akhir Desember 2025. Dari jumlah tersebut, 18 kasus terjadi di Kalimantan Selatan, menjadikannya wilayah dengan jumlah kasus tertinggi kedua secara nasional.

Wakil Bupati Kobar Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Kebangsaan

“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Dari sila pertama hingga kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong royong”

Wawali Tegaskan Penertiban Baliho Liar di Palangka Raya

“Arahan Presiden sangat jelas. Baliho liar yang terpasang di badan jalan harus ditertibkan. Kami tidak melarang promosi, silakan saja, tetapi harus proporsional dan sewajarnya"

Peran Strategis Pemda Ditekankan, Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen pada 2029

“Setiap daerah menyumbang langsung terhadap angka pertumbuhan ekonomi nasional. Maka, jika ada yang minus, akan menjadi beban kolektif”

Mukhtarudin: Kemana Anggaran Program Listrik Desa?

Mukhtarudin bersama Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian ESDM,...

Gubernur Kalsel H. Muhidin Terima PGM Award 2025

“Gubernur sangat mengapresiasi penghargaan ini, dan berharap dapat memotivasi para kepala daerah di Kalimantan Selatan untuk mendukung pendidikan agama Islam dan kegiatan belajar mengajar di seluruh tingkatan madrasah”

Fairid Naparin Dorong Kolaborasi Penguatan Ekonomi Daerah

Kerja sama lintas sektor diharapkan memperkuat investasi, UMKM, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

Bulog Kaltim-Kaltara Luncurkan Bantuan Pangan 323.824 KPM, Salurkan Beras dan Minyak Goreng Pasca Lebaran

Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara resmi meluncurkan program bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 dengan sasaran 323.824 keluarga penerima manfaat (KPM) di dua provinsi tersebut. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Pemprov Kalteng–BI Perkuat Sinergi, Dorong Laporan TPID Berbasis Data dan Strategi Adaptif

“TPID memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan stabilitas harga, khususnya pada komoditas pangan strategis yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Tantangan pengendalian inflasi ke depan semakin dinamis, baik akibat fluktuasi harga komoditas global, perubahan iklim, maupun dinamika geopolitik”

Agustiar Sabran Ajar 97 Ribu Siswa Serentak, Kalteng Cetak Rekor Pembelajaran Digital Massal

Pendidikan | EnterKal — Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar...

Popular Articles