spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Sepak Sawut, Permainan Bola Api Khas Dayak Ramaikan FBIM 2026

Permainan tradisional menggunakan bola kelapa terbakar menjadi bagian pelestarian budaya masyarakat Dayak Kalimantan Tengah

Palangka Raya | EnterKal – Permainan khas masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, Sepak Sawut kembali memeriahkan rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026.

Berbeda dengan sepak bola pada umumnya, permainan tradisional ini menggunakan bola api berbahan dasar buah kelapa yang dibakar, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung festival.

Koordinator Lomba Sepak Sawut FBIM 2026, Edo Nugraha menjelaskan bola yang digunakan berasal dari buah kelapa tua yang dikupas hingga menyisakan serabutnya, kemudian direndam menggunakan minyak tanah sebelum dibakar.

“Cara bermainnya memang mirip seperti permainan sepak bola atau futsal. Perbedaannya, permainan ini menggunakan buah kelapa yang direndam semalaman menggunakan minyak tanah agar saat pertandingan dimulai bolanya tetap menyala dan apinya bertahan lebih lama,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Warisan Budaya Masyarakat Dayak

Edo mengatakan penggunaan buah kelapa sebagai bola permainan bukan sekadar variasi, melainkan bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Dayak Kalimantan Tengah.

“Bola yang digunakan memang bukan bola seperti sepak bola pada umumnya, melainkan buah kelapa karena dari dahulu permainan ini memang menggunakan media tersebut,” katanya.

Menurutnya, Sepak Sawut menjadi salah satu permainan rakyat yang sarat nilai budaya dan mencerminkan kreativitas masyarakat lokal dalam memanfaatkan bahan alami di lingkungan sekitar.

Selain menjadi hiburan rakyat, permainan tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat sportifitas masyarakat Dayak.

Tanding Dua Babak

Dalam pertandingan Sepak Sawut, masing-masing tim diperkuat tujuh pemain yang terdiri dari lima pemain inti dan dua pemain cadangan.

Sementara durasi pertandingan berlangsung selama dua babak dengan waktu masing-masing 10 menit serta jeda istirahat lima menit.

Edo menegaskan, kehadiran Sepak Sawut dalam FBIM 2026 merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal agar permainan tradisional asli Kalimantan Tengah tetap dikenal generasi muda.

“Permainan rakyat Sepak Sawut ini merupakan warisan budaya asli masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Karena itu melalui FBIM kami ingin terus menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan budaya ini kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Melalui festival budaya tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan mampu terus mendorong pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman modern. (Red)

Kalteng Bukukan Investasi Rp7,16 Triliun di Kuartal I/2025, Tumbuh 72 Persen YoY

“Dibandingkan triwulan keempat 2024, realisasi investasi tumbuh signifikan 43,50 persen dari sebelumnya Rp4,98 triliun”

Bupati Barsel Hadiri Pengukuhan Forum Puspa Kabupaten Barito Selatan

“Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan dan tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai subjek pembangunan. Demikian pula anak sebagai aset bangsa wajib mendapatkan perlindungan serta jaminan tumbuh kembang yang optimal agar kelak menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing”

Mukhtarudin Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Bersama TP PKK Kota Palangka Raya

“Anak-anak harus dijaga dari paham radikalisme dan bahaya narkoba. Otak adalah aset paling berharga, jangan rusak dengan hal-hal negatif. Kalau otak sudah rusak, tidak ada donornya”

Jadilah Manusia Independen

Saya sering bilang, “Jadilah manusia independen.” Maksudnya, jangan sampai kita hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Harus minta izin untuk segala hal, takut salah sedikit langsung kena semprot, dan ujung-ujungnya nggak punya kendali atas diri sendiri. Rasanya seperti boneka yang dikendalikan orang lain. Nggak enak, kan?

MTQ VIII KORPRI Kalimantan Tengah 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 491 Peserta

MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual aparatur sipil negara untuk memperkuat integritas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Wali Kota Fairid Dorong ASN Palangka Raya Tingkatkan Profesionalisme Lewat Program ProASN

“Profiling ASN menjadi sarana untuk memetakan potensi, kompetensi, dan kualifikasi pegawai, agar setiap ASN bisa ditempatkan sesuai kemampuan dan pengalamannya”

Muhammad Arafik Dilantik Jadi Pj Kades Pematang Limau, Bupati Seruyan Tekankan Konsolidasi dan Sinergi

“Sebagai Pj Kepala Desa, tugas pertama adalah melakukan konsolidasi internal pemerintahan desa. Ini meliputi komunikasi dengan para Kaur dan pihak terkait untuk mengidentifikasi permasalahan serta mencari solusi terbaik”

Dispursip Palangka Raya Perluas Layanan Perpustakaan Keliling hingga Pinggiran Kota

Optimalisasi armada mobil pintar dilakukan untuk memperluas akses literasi dan menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat kota

Gubernur Agustiar Sabran Resmi Luncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi meluncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dalam kegiatan yang digelar di Aula Jaya Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (20/2/2026).

Wali Kota Fairid Hadiri Paripurna DPRD Palangka Raya Bahas Dua Raperda Inisiatif

“Harapannya, sinergi eksekutif dan legislatif semakin solid. Terutama mampu melahirkan regulasi, peraturan daerah, dan berbagai produk hukum yang lebih baik"

Popular Articles