Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2026 yang dirangkai dengan aksi pemulihan ekosistem di Resor Habaring Hurung, Jalan Tjilik Riwut Km 53, Kelurahan Banturung, Palangka Raya, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia” dan dihadiri Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. Salah satu agenda utama adalah penanaman bibit tanaman khas lokal sebagai langkah konkret mendukung pemulihan kawasan.
HKAN Jadi Momentum Pemulihan Ekosistem
Rangkaian kegiatan diawali arahan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni melalui video conference. Agenda tersebut sekaligus menandai peluncuran Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak di seluruh Indonesia.
Momentum tersebut menempatkan peringatan HKAN bukan hanya sebagai kegiatan memperingati pentingnya konservasi, tetapi juga sebagai bagian dari aksi nyata pemulihan lingkungan.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengapresiasi pelaksanaan HKAN 2026 yang diinisiasi Balai Taman Nasional Sebangau.
“Pemerintah Kota Palangka Raya sangat mendukung dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Momentum HKAN bukan sekadar seremonial, melainkan bagian penting dari upaya nyata kita bersama untuk menjaga, merawat, dan memulihkan ekosistem alam yang menjadi benteng pertahanan lingkungan kita,” ujar Zaini di sela-sela kegiatan.
Kolaborasi Jadi Kunci Konservasi
Zaini menilai keberlanjutan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta masyarakat perlu membangun sinergi agar upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kelestarian alam Kalimantan merupakan tanggung jawab bersama yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Kegiatan penanaman bibit tanaman lokal menjadi salah satu bentuk aksi langsung dalam rangkaian peringatan HKAN 2026. Langkah tersebut diharapkan mendukung pemulihan kawasan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem.
Pemulihan Lingkungan Berbasis Aksi
Peringatan HKAN 2026 di Palangka Raya memperlihatkan bahwa agenda konservasi dapat diterjemahkan melalui kegiatan konkret di lapangan. Penanaman tanaman khas lokal menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali fungsi ekologis kawasan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Balai Taman Nasional Sebangau, para mitra lingkungan, serta jajaran tamu undangan lainnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, pengelola kawasan konservasi, mitra lingkungan, dan masyarakat, gerakan pemulihan ekosistem diharapkan dapat terus berkembang menjadi upaya berkelanjutan untuk menjaga kekayaan alam Kalimantan Tengah. (Red)





