Palangka Raya | EnterKal – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palangka Raya menyiapkan 40 pencari kerja menjadi tenaga kerja kompeten melalui Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2026. Program yang berlangsung selama 35 hari kerja tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi, memperluas peluang kerja, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran.
Kepala Disnaker Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy, mengatakan pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Perubahan teknologi dan kebutuhan industri menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar kompetensi. Tanpa peningkatan kemampuan, pencari kerja akan semakin sulit bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi yang dilengkapi sertifikasi nasional, pemerintah daerah berupaya memperkecil kesenjangan antara kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja lokal.
Pelatihan Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Amandus menjelaskan pelatihan vokasi dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja yang relevan sehingga mampu memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Tenaga Kerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pencari kerja, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.
Tiga bidang pelatihan yang diselenggarakan meliputi Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui program Operator Komputer Muda, Kejuruan Bisnis dan Manajemen dengan pelatihan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta Kejuruan Teknik Otomotif melalui pelatihan Service Sepeda Motor Konvensional.
Soft Skill dan Sertifikasi Jadi Fokus
Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pelatihan soft skill selama delapan jam pelajaran yang mencakup pembentukan karakter, etos kerja, disiplin, komunikasi, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Materi kejuruan diberikan oleh instruktur UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Palangka Raya dengan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi sesuai standar nasional.
Pada akhir pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai skema sertifikasi masing-masing kejuruan.
Monitoring Penyerapan Kerja Pascapelatihan
Disnaker Kota Palangka Raya melalui UPTD BLK juga akan melakukan monitoring dan evaluasi setelah pelatihan selesai untuk mengetahui tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja maupun keberhasilan peserta dalam membangun usaha secara mandiri.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi efektivitas program sekaligus memastikan pelatihan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta dan dunia kerja.
“Kami berharap melalui pelaksanaan program ini akan melahirkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi. Dengan demikian mereka dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Amandus.
Dorong SDM Unggul untuk Pertumbuhan Ekonomi
Pelatihan Vokasi Nasional berlangsung selama 35 hari kerja, mulai 22 Juni hingga 7 Agustus 2026, dan diikuti oleh 40 pencari kerja yang telah lulus proses seleksi.
Melalui penguatan kompetensi, pembentukan karakter kerja, dan sertifikasi profesi, Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan lahirnya tenaga kerja yang siap bersaing di pasar kerja, mampu menjawab kebutuhan industri, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)





