spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Pneumonia di Kalbar Naik 23,8 Persen, RSUD Soedarso Perketat Kewaspadaan

Kasus pneumonia di Kalbar meningkat dari 202 menjadi 250 dalam sepekan, sementara RSUD Soedarso mencatat 29 kasus pada ME 31 dan memperkuat kewaspadaan layanan respirasi.

Pontianak | EnterKal – Kasus pneumonia di Kalimantan Barat meningkat 23,8 persen dalam satu pekan pengamatan, dari 202 kasus pada Minggu Epidemiologi (ME) 28 menjadi 250 kasus pada ME 29. Di RSUD Soedarso Pontianak, kasus pneumonia juga menunjukkan kenaikan dalam lima pekan terakhir dan mencapai 29 kasus pada ME 31, berdasarkan data hingga 8 Agustus 2026.

Kenaikan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara umum di Kalimantan Barat. Meski demikian, pihak rumah sakit menegaskan peningkatan pneumonia belum dapat langsung dikaitkan dengan paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pneumonia di RSUD Soedarso Capai Angka Tertinggi

Di RSUD Soedarso, kasus pneumonia tercatat 16 kasus pada ME 27, kemudian meningkat menjadi 22 kasus pada ME 28. Angka tersebut turun menjadi 19 kasus pada ME 29, kembali naik menjadi 22 kasus pada ME 30, dan mencapai 29 kasus pada ME 31.

Angka 29 kasus pada ME 31 menjadi yang tertinggi dalam periode pemantauan 5 Juli hingga 8 Agustus 2026.Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi mengatakan kondisi ISPA di rumah sakit tersebut masih relatif stabil selama lima pekan terakhir. Kasus ISPA tercatat masing-masing tujuh, 15, 12, 17, dan sembilan kasus pada ME 27 hingga ME 31.

“Kasus ISPA cukup stabil di RSUD Soedarso dalam lima minggu terakhir, tidak ada peningkatan kasus,” kata Hary, Selasa (11/8).

Menurut Hary, data RSUD Soedarso tidak dapat secara langsung menggambarkan kondisi ISPA di masyarakat secara keseluruhan. Sebagai rumah sakit rujukan kelas A, pasien yang ditangani umumnya membutuhkan pelayanan lanjutan, sedangkan kasus ISPA ringan lebih banyak ditangani di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Peningkatan Pneumonia Masih Dikaji

Meski kasus ISPA di RSUD Soedarso belum menunjukkan lonjakan, peningkatan pneumonia tetap menjadi perhatian. Hary mengatakan rumah sakit masih melakukan analisis untuk mengetahui karakteristik dan faktor yang berkaitan dengan peningkatan tersebut.

Sejumlah faktor yang perlu ditelusuri antara lain riwayat ISPA, paparan asap, kekambuhan asma, penyakit penyerta, usia pasien, serta kemungkinan penyebab infeksi lainnya.

“Untuk itu, kami tetap akan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Kewaspadaan dilakukan melalui pemantauan surveilans epidemiologi klinis sekaligus memastikan kesiapan pelayanan. Rumah sakit juga memastikan ketersediaan oksigen medis, obat-obatan esensial untuk pneumonia, bronkodilator, hingga alat bantu pernapasan.

Paparan Asap Jadi Faktor yang Perlu Diwaspadai

Paparan asap karhutla menjadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam kondisi kualitas udara yang memburuk. Partikel halus seperti PM2.5 dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk keluhan seperti batuk maupun sesak napas.

Namun, Hary menegaskan peningkatan kasus pneumonia tidak dapat langsung disebut sebagai dampak paparan asap. Gangguan saluran pernapasan akibat asap dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, tetapi penyebab pneumonia tetap harus dianalisis berdasarkan kondisi klinis masing-masing pasien.

Sementara itu, kapasitas ruang perawatan paru dan ruang isolasi respirasi di RSUD Soedarso masih dinilai mencukupi. Hingga ME 31, rumah sakit belum membutuhkan penambahan tempat tidur karena kasus yang ada masih dapat ditangani.

ISPA di Kalbar Naik, Rumah Sakit Tetap Pantau

Secara umum, kasus ISPA di Kalimantan Barat meningkat 10,8 persen, dari 5.269 kasus pada ME 28 menjadi 5.837 kasus pada ME 29.

Kondisi di rumah sakit berbeda dengan gambaran umum tersebut. Direktur Rumah Sakit Pontianak Utara, Nuzulisa Zulkifli, mengatakan belum terlihat lonjakan kasus ISPA di rumah sakitnya.

Meski demikian, pemantauan terus dilakukan karena kualitas udara di Kota Pontianak berada dalam kategori tidak sehat pada periode tertentu.

“Mengingat di Kota Pontianak saat ini kondisi udara masuk kategori tidak sehat. Kami pun terus melakukan pemantauan terhadap kasus ISPA. Apalagi kabut asap juga makin pekat pada jam tertentu,” ujar Nuzulisa kepada Pontianak Post, Selasa (11/8).

Berdasarkan pemantauan rumah sakit, pasien yang datang belum menunjukkan peningkatan kasus ISPA secara keseluruhan. Pada pasien anak, dari 14 pasien yang ditangani, lima di antaranya mengalami keluhan batuk dan pilek.

Nuzulisa mengingatkan orang tua agar pengalihan pembelajaran ke rumah tidak membuat anak justru lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Kondisi udara yang memburuk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan.

Kesiapan Layanan Jadi Prioritas

Data tersebut menunjukkan gangguan pernapasan di Kalimantan Barat masih perlu dipantau secara berkelanjutan. Kasus ISPA secara umum mengalami peningkatan, sementara pneumonia menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi.

Namun, hubungan langsung antara peningkatan pneumonia dan paparan asap karhutla belum dapat dipastikan dan masih memerlukan analisis lebih lanjut berdasarkan kondisi klinis pasien serta faktor penyebab lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan peningkatan kebutuhan pelayanan respirasi.

“Kesiapan oksigen medis, obat-obatan esensial untuk pneumonia, bronkodilator, hingga alat bantu pernapasan juga menjadi perhatian,” kata Hary. (Red)

Pemkab Barito Selatan Perkuat Satgas Pengendalian Harga Pangan Jelang Ramadan

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar kegiatan Pengendalian Harga Pangan Tahun 2026 sebagai langkah antisipatif menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Setda Barito Selatan, Kamis (26/2/2026).

Brian Yuliarto Dorong Riset Multidisiplin Hadapi Tantangan Global

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menilai penguatan riset multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan global, mulai dari kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga fragmentasi geopolitik dunia.

Menteri P2MI Dorong Pemda Susun Perda Perlindungan Pekerja Migran

“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar terkait pekerja migran. Ini harus diturunkan dalam Perda agar implementasinya efektif"

Panen Raya Cabai Rawit Lamandau, Dorong Ekonomi Petani Lokal

Panen raya cabai rawit di kawasan Simpang Sepaku, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, menjadi indikator positif geliat sektor pertanian dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Menteri P2MI Tegaskan Arahan Presiden Prabowo: Program Vokasi Migran Masif Mulai 2026

“Ini untuk memastikan Indonesia memasuki era penempatan pekerja migran berbasis keterampilan menengah dan tinggi. Fokus kita bukan lagi kuantitas, melainkan kualitas"

Pemkot Palangka Raya Gelar Seminar Awal Analisis Kebijakan Pengelolaan Pasar Modern

“Pasar modern harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Kami ingin kehadirannya mampu mendorong tumbuhnya ekonomi daerah tanpa mematikan pasar tradisional dan UMKM"

Pj Sekda Kalteng Sidak OPD, Cek Disiplin ASN dan Efektivitas WFO–WFH

Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, melakukan silaturahmi sekaligus peninjauan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), efektivitas pola kerja Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH), serta optimalisasi peran ASN dalam penyebarluasan informasi pemerintah.

Fairid: BATAMAD Jadi Benteng Masyarakat Adat

Wali Kota minta BATAMAD aktif menjaga kondusivitas daerah dan mengawal nilai Huma Betang di tengah keberagaman Kota Palangka Raya

Fairid Naparin Didukung 6 Ormas, Peluang Pimpin Golkar Kalteng Makin Kuat

Sebanyak enam organisasi kemasyarakatan (ormas) yang memiliki keterkaitan langsung dengan Partai Golkar telah secara resmi menyatakan dukungan kepada Fairid. Tiga di antaranya merupakan ormas pendiri Partai Golkar, yakni Depidar XV SOKSI Kalteng, DPD Ormas MKGR Kalteng, dan PDK Kosgoro 1957 Kalteng. Sementara tiga lainnya merupakan ormas yang didirikan oleh Golkar, yaitu DPD Himpunan Wanita Karya (HWK) Kalteng, DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kalteng, serta DPD Pengajian Al-Hidayah Kalteng.

Paskibraka HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Tim “Indonesia Berdaulat” Resmi Ditugaskan

Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat” resmi ditetapkan untuk Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, dengan pelajar dari sejumlah provinsi dipercaya mengisi posisi utama pengibaran bendera.

Popular Articles