PALANGKA RAYA | EnterKal – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan sementara 122.600 liter air bersih ke sejumlah desa di 11 kabupaten untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air akibat kekeringan selama musim kemarau.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap pada Jumat (4/9/2026), di tengah upaya pemerintah menangani berbagai dampak kemarau, tidak hanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipastikan pemerintah bagi masyarakat terdampak kekeringan.
“Pada saat kemarau seperti saat ini, Pemprov Kalteng tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga menangani berbagai dampak lainnya, termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan, terutama warga di wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” tutur Gubernur.
Gubernur Minta Respons Cepat
Agustiar meminta seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan koordinasi dan memantau kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
“Saya minta seluruh jajaran terus memantau kondisi di wilayah masing-masing. Jika ada masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih, segera dikoordinasikan agar bantuan dapat diberikan. Jangan sampai masyarakat menghadapi kesulitan sendirian. Pemerintah harus hadir dan bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Penyaluran dilakukan secara bertahap ke desa-desa yang terdampak. Berdasarkan data sementara, total suplai air bersih yang telah disalurkan mencapai 122.600 liter.
Bantuan Menjangkau 11 Kabupaten
Di Kabupaten Kotawaringin Barat, bantuan disalurkan ke Desa Bumi Harjo sebanyak 5.000 liter, Desa Pangkalan Satu 5.000 liter, Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, sebanyak 12.000 liter, Desa Kadipi 12.000 liter, serta Desa Sebuai 4.600 liter.
Di Kabupaten Seruyan, bantuan disalurkan ke Desa Halimaung Jaya sebanyak 4.000 liter dan Desa Sei Undang sebanyak 4.000 liter.
Kabupaten Pulang Pisau menerima distribusi untuk Desa Sebangau Jaya sebanyak 4.000 liter.
Sementara di Kabupaten Katingan, bantuan disalurkan ke Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, khususnya Dusun Bukit Lime, sebanyak 2.400 liter untuk memenuhi kebutuhan sekitar 300 warga.
Di Kabupaten Barito Utara, distribusi air bersih dilakukan ke Desa Parangkapeng sebanyak 12.000 liter. Kabupaten Barito Timur mendapat bantuan untuk Desa Lebo sebanyak 5.000 liter.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, bantuan disalurkan ke Desa Jaya Karet, Parebok, Lempuyang, dan Kuin Permai dengan total 34.000 liter.
Selanjutnya, Kabupaten Barito Selatan menerima bantuan untuk Desa Pararapak sebanyak 1.200 liter. Di Kabupaten Lamandau, distribusi dilakukan ke Desa Arga Mulya sebanyak 15.000 liter.
Sedangkan di Kabupaten Murung Raya, bantuan disalurkan ke Desa Purca Seberang sebanyak 1.200 liter dan Desa Tahujan Ontu sebanyak 1.200 liter.
Warga Apresiasi Bantuan Air Bersih
Kepala Desa Bumi Harjo, Sunardi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat.
“Saya selaku Kepala Desa Bumi Harjo beserta seluruh masyarakat Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di desa kami,” tutur Sunardi.
Apresiasi serupa disampaikan warga Dusun Bukit Lime, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur atas bantuan air bersih untuk warga kami di Dusun Bukit Lime, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang terdampak kemarau panjang dan kekeringan air bersih,” tuturnya.
Distribusi Masih Terus Diperbarui
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Data distribusi masih diperbarui seiring dengan proses suplai yang berlangsung di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih dapat segera mendapatkan bantuan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan sekaligus upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. (Red)





