Kamis, Februari 5, 2026
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Top EnterKal

spot_imgspot_img

Related Posts

Debit Air Naik Hingga 20 Sentimeter, BPBD Palangka Raya Minta Warga Waspada

Palangka Raya | EnterKal — Pemerintah Kota Palangka Raya melalui BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menyusul meningkatnya debit air di sejumlah wilayah rawan banjir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan lapangan, terjadi kenaikan debit air yang cukup signifikan akibat tingginya curah hujan, khususnya di wilayah hulu.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada karena berdasarkan hasil pemantauan, debit air mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Heri, Rabu (31/12/2025).

Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah kawasan yang selama ini rawan banjir. Titik pemantauan meliputi Jalan Anoi dan Komplek Mendawai Kelurahan Langkai, Kelurahan Petuk Katimpun, beberapa wilayah di Kelurahan Bukit Tunggal, Pelabuhan Rambang Kelurahan Pahandut, serta Kelurahan Tumbang Rungan.

Dari hasil pantauan tersebut, ditemukan kenaikan debit air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter. Perbedaan ketinggian air di masing-masing wilayah dipengaruhi oleh kondisi dataran dan kontur wilayah.

Di Kelurahan Petuk Katimpun, debit air meningkat cukup signifikan hingga menutup badan jalan menuju Katimpun Bawah dengan panjang genangan sekitar 20 meter. Meski demikian, warga masih dapat beraktivitas seperti biasa.

“Warga masih bisa melintas, namun kami minta untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melewati genangan air,” jelasnya.

Sementara itu, di kawasan Jalan Pelatuk VII dan Jalan Anoi juga terjadi kenaikan debit air hingga 20 sentimeter. Ruas Jalan Pelatuk VII tergenang air sepanjang kurang lebih 150 meter, namun akses jalan masih dapat dilalui oleh masyarakat.

“Kami memastikan kondisi masih terkendali, namun tetap perlu waspada karena situasi bisa berubah jika hujan terus berlangsung,” tambah Heri.

BPBD mencatat kenaikan debit air sungai sebagai dampak langsung dari meningkatnya curah hujan di wilayah hulu. Berdasarkan pengamatan, Sungai Kahayan mengalami kenaikan debit air rata-rata 20 hingga 30 sentimeter, sementara Sungai Rungan meningkat hingga sekitar 25 sentimeter.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BPBD maupun BMKG, menghindari aktivitas di bantaran sungai jika debit air terus meningkat, serta mengamankan barang dan dokumen penting.

“Kami dari BPBD selalu siaga 24 jam. Jika terjadi situasi darurat, segera hubungi kami. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” pungkasnya. (Red)

spot_img

Popular Articles