Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat budaya literasi melalui penyelenggaraan Lomba Pembuatan Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dan menulis di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Lomba tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, Jayani, yang menegaskan bahwa aktivitas membaca harus mampu menghasilkan pemahaman, refleksi, dan gagasan yang bermanfaat.
Membaca Harus Melahirkan Gagasan
Jayani mengatakan buku merupakan sumber pengetahuan yang membuka wawasan. Namun, menurutnya, membaca tidak cukup hanya untuk memperoleh informasi, melainkan harus diikuti kemampuan memahami, menganalisis, dan menyampaikan kembali isi bacaan secara kritis.
“Buku adalah jendela dunia. Namun membaca saja belum cukup, perlu adanya pemahaman dari apa yang dibaca. Melalui momentum lomba ini, kami mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak sekadar menjadi pembaca, melainkan menjadi pengamat yang kritis dan penyampai gagasan yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah menyimpan banyak pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai kearifan lokal maupun nasional yang layak disebarluaskan kepada masyarakat melalui karya resensi.
Literasi Jadi Investasi Pembangunan SDM
Menurut Jayani, Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen memperkuat budaya membaca melalui berbagai program literasi yang berkelanjutan. Literasi dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
“Literasi adalah kunci kemajuan daerah kita. Melalui kegiatan lomba ini saya harapkan akan lahir tulisan-tulisan yang tajam, menyentuh hati, dan mampu mendorong minat baca masyarakat Palangka Raya,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi pembangunan daerah.
Dorong Agenda Literasi Berkelanjutan
Jayani berharap lomba resensi buku dapat menjadi agenda rutin yang mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kemampuan menulis generasi muda.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memperluas pemanfaatan koleksi perpustakaan, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang kritis, kreatif, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui budaya literasi.
“Ke depan, saya berharap kegiatan lomba resensi buku ini dapat menjadi agenda literasi yang berkelanjutan, mampu menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan pelajar, serta melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan memiliki kemampuan menulis yang baik sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kota Palangka Raya,” pungkasnya.
Tingkat literasi menjadi salah satu indikator kualitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan seperti lomba resensi buku, masyarakat tidak hanya didorong untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga dilatih berpikir kritis, mengolah informasi, serta menyampaikan gagasan secara sistematis. Kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan persaingan di era digital. (Red)





