Palangka Raya | EnterKal – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, H. Riduan, SKM., M.M.Kes., meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Dr. Murjani Gang Sari, Kelurahan Pahandut, Minggu (12/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak berjalan optimal selama masa tanggap darurat.
Dalam kunjungan tersebut, Riduan didampingi jajaran Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya serta tenaga kesehatan yang telah diterjunkan ke lokasi pengungsian. Tim memberikan pelayanan kesehatan dasar, pemeriksaan kondisi fisik pengungsi, pemantauan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lanjut usia, serta menyiapkan obat-obatan dan kebutuhan medis.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Dinas Kesehatan akan terus memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi, melakukan pemantauan kondisi kesehatan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan korban berjalan secara optimal,” ujar Riduan.
Fokus Cegah Penyakit di Pengungsian
Selain memastikan layanan kesehatan berjalan, Riduan juga berdialog dengan sejumlah warga untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan selama berada di lokasi pengungsian.
Ia menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan agar melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi para pengungsi guna mengantisipasi munculnya penyakit yang kerap terjadi di lingkungan pengungsian, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat di tengah situasi pascabencana serta mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang dapat memperburuk kondisi para korban.
Sinergi Penanganan Pascabencana
Musibah kebakaran yang terjadi pada Minggu siang menghanguskan puluhan rumah di kawasan Jalan Dr. Murjani Gang Sari dan menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui berbagai perangkat daerah terus melakukan penanganan darurat secara terpadu, mulai dari pendataan korban, penyediaan tempat pengungsian, distribusi bantuan logistik, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, responsif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan utama dalam penanganan bencana, terutama di lokasi pengungsian yang berisiko memicu penyebaran penyakit. Kehadiran tenaga kesehatan secara aktif tidak hanya memastikan korban memperoleh layanan medis, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat. (Red)





