Palangka Raya | EnterKal – Kesiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Palangka Raya mencapai 90 persen pada H-5 Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026). Pemantapan akhir dilakukan di tengah kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian dalam latihan fisik di lapangan terbuka.
Pelatih Paskibraka Kota Palangka Raya, Brigpol Satrio Dwi Istanto, mengatakan sebagian besar materi baris-berbaris, tata upacara, dan peraturan penghormatan telah dikuasai calon anggota. Fokus latihan kini diarahkan pada pemantapan gerakan, kekompakan formasi, dan kesiapan mental menjelang gladi kotor serta gladi bersih.
“Secara umum kita sudah siap dan Insyaallah sudah matang. Sebelum gladi, perkiraan kesiapan sudah sampai 90 persen,” tegasnya.
Asap Jadi Perhatian Latihan
Kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Palangka Raya menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih. Latihan Paskibraka menuntut aktivitas fisik berat di lapangan terbuka, sedangkan penggunaan masker saat latihan tidak selalu memungkinkan karena dapat membuat peserta lebih cepat pengap dan mengganggu pernapasan saat formasi.
Untuk menjaga kondisi anggota, tim pelatih bersama tim medis meningkatkan pengawasan. Asupan vitamin diberikan rutin, menu makanan peserta dipantau agar kebutuhan gizi terpenuhi, dan peserta diimbau memperbanyak konsumsi air putih.
“Untuk menjaga kondisi, tim pelatih bersama tim medis meningkatkan pengawasan. Asupan vitamin diberikan rutin, menu makanan peserta dipantau agar kebutuhan gizinya terpenuhi, dan peserta diimbau memperbanyak konsumsi air putih,” ujarnya.
Satrio mengatakan pihaknya telah menyiapkan skenario antisipasi apabila kualitas udara memburuk. Jam latihan akan disesuaikan dan durasi aktivitas berat dikurangi untuk menghindari risiko gangguan kesehatan pada anggota.
32 Calon Anggota Jalani Karantina
Sebanyak 32 calon anggota Paskibraka Kota Palangka Raya telah mengikuti pemusatan latihan dan karantina. Mereka terdiri atas 16 putra dan 16 putri yang digembleng secara intensif sejak beberapa minggu lalu.
Perhatian khusus diberikan kepada anggota yang mendapat tugas inti dalam upacara, termasuk Callysta Gressya Angel. Siswi SMA Negeri 2 Palangka Raya itu dipersiapkan sebagai pembawa baki bendera pada prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih.
“Bersama anggota lain, Callysta terus mematangkan setiap gerakan dan posisi agar berjalan sempurna saat upacara. Tugas pembawa baki ini butuh ketenangan, fokus, dan ketelitian tinggi,” terang Satrio.
Dengan sisa waktu lima hari, pelatih akan terus melakukan evaluasi harian dan simulasi sesuai kondisi di lapangan upacara. Pemantapan dilakukan agar seluruh anggota siap menjalankan tugas pada Upacara 17 Agustus 2026 tingkat Kota Palangka Raya.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh anggota Paskibraka bisa tampil maksimal dan mengibarkan Merah Putih dengan sempurna,” tutup Satrio. (Red)





