spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Ekonomi Kaltara 2026 Diproyeksi Tumbuh, Industri Pengolahan Menguat

Di tengah proyeksi perlambatan pertambangan, industri pengolahan dan kawasan industri berpeluang menopang pertumbuhan Kaltara apabila terhubung dengan bahan baku serta tenaga kerja lokal.

Kalimantan Utara | EnterKal – Perekonomian Kalimantan Utara diproyeksikan tumbuh 5,0-5,5 persen pada 2026, namun perlambatan sektor pertambangan mendorong pentingnya sumber pertumbuhan baru dari industri pengolahan dan kawasan industri, Kamis (13/8/2026).

Dalam Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Utara Mei 2026, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kaltara terutama ditopang sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Sektor pertambangan diperkirakan tumbuh terbatas akibat penurunan target produksi batubara serta perlambatan permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor.

Akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dr. Margiyono, S.E., M.Si., menilai Kaltara perlu memperkuat sektor di luar tambang. Menurutnya, daerah dengan aktivitas industri dan jasa dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan daerah yang ekonominya didominasi pertambangan.

“Pertumbuhan ekonomi Kaltara itu lebih dipengaruhi oleh aktivitas non-tambang, karena daerah yang memiliki sektor tambang atau didominasi sektor tambang pertumbuhannya kalah dibandingkan dengan daerah perkotaan yang dipengaruhi aktivitas industri dan jasa,” ungkapnya, Kamis (13/8/2026).

Bulungan Munculkan Sumber Pertumbuhan Baru

Margiyono mencontohkan Tarakan yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Sementara Bulungan pada 2025 mencatat pertumbuhan sekitar 5,4 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Tarakan yang berada di kisaran 5,2 persen.

Perkembangan Bulungan dipandang sebagai gambaran munculnya sumber pertumbuhan baru di Kaltara. Wilayah itu mulai bergerak dari basis pertanian menuju kawasan industri melalui perkembangan Tanah Kuning, Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

“Bulungan itu memang mengalami sedikit pergeseran dari daerah pertanian, tetap pertaniannya ada, tetapi belakangan juga menjadi daerah industri dengan dibukanya Tanah Kuning, berikut dipengaruhi oleh aktivitas KIHI dan KIPI. Nah, itulah menjadi sumber pertumbuhan baru,” jelasnya.

Laporan BI memproyeksikan sektor industri pengolahan meningkat sejalan dengan realisasi investasi dan operasi smelter aluminium. Sektor konstruksi juga diperkirakan tetap tumbuh positif karena finalisasi pembangunan kawasan KIHI dan sejumlah proyek strategis lain di Kaltara.

Bahan Baku Lokal Tentukan Manfaat Industri

Menurut Margiyono, pengembangan aluminium dan industri lain tidak cukup diukur dari besarnya investasi atau nilai produksi. Industri perlu menciptakan keterkaitan dengan perekonomian lokal melalui penggunaan bahan baku, tenaga kerja, dan sumber daya yang berasal dari Kaltara.

“Kalau kita ingin menciptakan keberlanjutan pertumbuhan yang sustainable, tentunya industri di situ tidak meninggalkan bahan baku lokal,” tegasnya.

Kaltara memiliki sumber daya yang dapat menjadi input industri, mulai dari batubara, gas, minyak, kelapa sawit, kakao, perikanan, hingga rumput laut. Pengolahan sumber daya tersebut di industri hilir dinilai dapat menciptakan nilai tambah lebih besar dibandingkan penjualan sebagai komoditas mentah.

“Kalau bahan baku lokal itu diolah, maka dengan sendirinya akan terjadi transformasi ekonomi dari produsen primer, input primer itu akan menjadi produsen barang jadi,” terangnya.

Margiyono memperkirakan pengolahan input barang mentah yang nilainya hampir Rp63 triliun dapat meningkatkan nilai ekonominya hingga tiga atau empat kali lipat. Dampaknya, menurut dia, dapat mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penurunan pengangguran dan kemiskinan.

“Kalau input barang mentah yang nilainya hampir Rp63 triliun itu diolah, bisa tiga kali lipat, empat kali lipat nilainya. Dampaknya akan menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” imbuhnya.

Kaltara Diminta Tidak Hanya Jadi Lokasi Produksi

Margiyono mengingatkan agar industri aluminium di Kaltara tidak hanya menjadikan daerah sebagai lokasi produksi, sementara bahan baku, modal, dan tenaga kerjanya berasal dari luar daerah. Kondisi itu dinilai dapat memperkecil manfaat ekonomi yang diterima masyarakat lokal.

“Kalau aluminiumnya dari luar, yang untung produsennya. Kalau produsennya di luar Kalimantan atau apalagi di luar negeri, yang untung pemiliknya. Kita hanya menjadi daerah yang menjadi produsen kemudian menerima limbahnya dan tidak menerima apa-apa,” ujarnya.

Ia menilai pertanyaan mendasar dalam pengembangan kawasan industri bukan hanya jenis industri yang dibangun, tetapi pihak yang memperoleh manfaat terbesar dari aktivitas tersebut.

“Pertanyaan yang paling mendasar, kita dapat apa? Kita ini sedang melayani siapa?” lanjutnya.

Ekosistem ekonomi lokal, menurut Margiyono, dapat terbentuk jika bahan baku berasal dari petani, nelayan, pekebun, atau pelaku usaha lokal dan kemudian diolah industri di Kaltara dengan tenaga kerja lokal.

“Kalau input lokal diolah, pabriknya yang bekerja orang lokal, petaninya orang lokal, nelayannya orang lokal, pekebunnya orang lokal. Berarti terjadi bangkitan ekonomi yang sangat besar,” katanya.

Pengembangan kawasan industri juga membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah dan infrastruktur energi, transportasi, serta komunikasi agar aktivitas industri dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan ini membutuhkan dukungan berbagai kebijakan, baik kebijakan fiskal pemerintah maupun optimalisasi infrastruktur, apakah itu infrastruktur energi, transportasi, termasuk juga infrastruktur komunikasi,” pungkasnya. (Red)

PP Muhammadiyah Terapkan Kurban Ramah Lingkungan pada Iduladha 1447 H

Pelaksanaan kurban di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta tahun ini mengusung konsep ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mendorong pengelolaan kurban yang lebih berkelanjutan.

Bamsoet Soroti Tantangan Koperasi, Dorong Model Merek Kolektif

Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo, menilai potensi pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai transformasi koperasi desa cukup besar, namun masih dibayangi berbagai persoalan struktural yang belum terselesaikan.

Sepanjang 2024, Dinsos Palangka Raya Berikan 700 Layanan lebih kepada PPKS

Palangka Raya- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palangka Raya terus...

Kebakaran Hanguskan Permukiman di Pahandut Palangka Raya, 25 Rumah Terbakar dan 127 Warga Terdampak

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Jalan Sukamaju II, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Selasa (10/3/2026) malam. Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu serta diperparah oleh tiupan angin kencang.

Ketegangan Iran–AS Picu Kekhawatiran Global, Pemerintah dan BI Perketat Pengawasan Ekonomi

Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah kembali memicu ketidakpastian global. Ketegangan yang turut menyeret Israel dan mengancam jalur strategis seperti Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia dan stabilitas pasar keuangan internasional.

Pencegahan Stunting di Palangka Raya Diperkuat Lewat Bantuan Telur untuk Balita dan Ibu Hamil

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama CSR PT Mekar Sari menyalurkan bantuan telur kepada keluarga penerima manfaat sebagai upaya memperkuat pemenuhan gizi dan menekan risiko stunting pada balita serta ibu hamil.

Sugiyanto Resmi Dilantik sebagai Ketua PBSI Kalteng

PBSI pusat mendorong penguatan pembinaan atlet usia dini menuju Porprov, Pra PON, hingga PON 2028

Wali Kota Palangka Raya Terima Audiensi Pedagang TVRI dan Sapma Pemuda Pancasila Kalteng

“Kami sangat mengapresiasi langkah positif ini. Pemerintah Kota terus berupaya menata aktivitas perdagangan agar tetap memberi ruang bagi pelaku usaha, sekaligus menjaga ketertiban dan estetika kota”

Menteri P2MI Ucapkan Selamat Milad ke-79 HMI

“HMI memiliki sejarah panjang dalam mencetak pemikir dan pemimpin bangsa yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai keislaman dan keindonesiaan”

Dinas Perikanan Kota Palangka Raya Kembangkan Inovasi Keramba Jaring Apung Tingkatkan Produktivitas

“Kami memanfaatkan media danau yang tidak langsung menuju sungai, sehingga kondisi airnya lebih stabil dan mendukung pertumbuhan ikan. Ini menjadi salah satu keunggulan dalam pengembangan keramba jaring apung"

Popular Articles