Kamis, Februari 5, 2026
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Top EnterKal

spot_imgspot_img

Related Posts

Festival Babukung 2025 Dibuka Meriah, Tradisi Potong Pantan Sambut Tamu Kehormatan di Lamandau

Lamandau | EnterKal — Festival budaya terbesar di Bumi Bahaum Bakuba, Festival Babukung 2025, resmi dibuka dengan prosesi adat potong pantan, Sabtu (8/11), di Alun-alun Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau. Tradisi sakral penyambutan tamu kehormatan itu kembali memikat perhatian publik dan wisatawan dari berbagai daerah.

Prosesi adat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dengan pakaian adat lengkap dan iringan musik tradisional, suasana penyambutan berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Tradisi potong pantan memiliki makna membuka jalan bagi tamu kehormatan sebagai lambang penghormatan dan keakraban masyarakat Lamandau. Sejumlah tokoh penting turut hadir menyaksikan momen tersebut, di antaranya Wakil Ketua Komisi III DPD RI Dr. Hj. Erni Daryanti, Anggota DPRD Kalteng Sugiarto, Wakil Bupati Sukamara Nur Efendi, S.H., serta Wakil Bupati Kotim Irawati.

Dalam sambutannya, Wabup Abdul Hamid menegaskan bahwa potong pantan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan warisan leluhur yang mencerminkan nilai-nilai penghormatan dan keterbukaan masyarakat Lamandau terhadap para tamu.

“Potong pantan ini bukan hanya bentuk penghormatan, tapi juga cara kami memperkenalkan kekayaan budaya dan adat istiadat Lamandau. Banyak tamu yang justru makin terpikat setelah menyaksikan langsung tradisi ini,” ujarnya.

Abdul Hamid juga berharap, gelaran Festival Babukung 2025 menjadi ajang promosi budaya sekaligus mempererat kerja sama antar daerah.

“Semoga melalui Festival Babukung 2025, jalinan silaturahmi dan kolaborasi dengan daerah lain semakin kuat, serta dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata Lamandau terus meningkat,” tambahnya.

Dikenal sebagai ikon budaya Kalimantan Tengah, Festival Babukung menampilkan perpaduan seni, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Dayak Tomun. Setiap tahunnya, festival ini menjadi magnet utama bagi wisatawan yang ingin merasakan pesona budaya autentik dari jantung Kalimantan. (R)

spot_img

Popular Articles