spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Menteri P2MI Tegaskan Arahan Presiden Prabowo: Program Vokasi Migran Masif Mulai 2026

Jakarta | EnterKal – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kuat agar pemerintah menyiapkan program vokasi pekerja migran secara masif mulai tahun 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Mukhtarudin dalam acara syukuran dan pelepasan perdana penempatan 12 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Aerospace Industries (KAI), perusahaan dirgantara terkemuka Korea Selatan, yang digelar di Swiss-Belhotel Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (19/12).

“Ini untuk memastikan Indonesia memasuki era penempatan pekerja migran berbasis keterampilan menengah dan tinggi. Fokus kita bukan lagi kuantitas, melainkan kualitas,” tegas Mukhtarudin.

Menurutnya, penempatan PMI melalui skema visa profesional E-7 menjadi bukti nyata pergeseran paradigma penempatan tenaga kerja Indonesia, dari sektor domestik menuju industri strategis berteknologi tinggi seperti dirgantara.

Mukhtarudin menekankan bahwa pekerja migran yang memiliki keterampilan dan kompetensi umumnya tidak menghadapi persoalan serius di negara penempatan. Sebaliknya, permasalahan sering terjadi pada pekerja yang berangkat tanpa persiapan matang, baik dari sisi keahlian, bahasa, maupun pemahaman kerja.

“Pelindungan paling awal dimulai dari proses penyiapan sumber daya manusia. Jika kompetensi, bahasa, dan keterampilan disiapkan dengan baik, maka penempatan dan pasca-penempatan akan jauh lebih aman,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintahan Prabowo–Gibran berkomitmen membangun ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran yang bermartabat dan berkelanjutan, termasuk melalui regulasi yang kuat dan pengawasan ketat.

Mukhtarudin juga menyinggung pembentukan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebagai bukti nyata komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat pelindungan PMI. Sebelumnya, urusan pekerja migran ditangani oleh sebuah badan, kini ditingkatkan menjadi kementerian.

“Ini menunjukkan negara hadir secara lebih serius dan menyeluruh dalam melindungi pekerja migran Indonesia,” tandasnya.

Penempatan PMI ke Korea Aerospace Industries dinilai memiliki makna strategis. Selain meningkatkan kesejahteraan ekonomi pekerja dan keluarga, penempatan ini juga mendorong terjadinya alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM nasional.

“Pekerja migran kita bukan hanya bekerja, tetapi juga menjadi agen transfer teknologi. Ilmu, pengalaman, dan etos kerja yang diperoleh di luar negeri diharapkan dapat diterapkan saat kembali ke Tanah Air,” jelas Mukhtarudin.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Su Deok, menyambut baik kerja sama penempatan tenaga kerja terampil ini. Ia menilai pertukaran SDM di bidang dirgantara menjadi momentum penting penguatan hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan.

“Para pekerja ini akan mempelajari teknologi industri secara langsung dan menjadi aset bagi pengembangan industri penerbangan Indonesia di masa depan,” ujar Park.

Penempatan perdana PMI ke Korea Aerospace Industries ini merupakan hasil diplomasi bilateral yang kuat antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya di sektor industri pertahanan dan ketenagakerjaan. Pemerintah melalui Kementerian P2MI memastikan pemantauan ketat terhadap kesejahteraan dan pemenuhan hak para pekerja migran Indonesia di Korea Selatan.

“Saya berharap keberhasilan ini membuka peluang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia untuk menembus sektor strategis global di masa mendatang,” pungkas Mukhtarudin.

Buyer Selandia Baru Siap Tampung Produk IKM Palangka Raya

“Selain itu, LPEI juga memiliki tugas menggelar pelatihan ekspor, kegiatan business matching, pameran internasional, serta pengembangan pemasaran digital. Tujuannya memangkas jarak dan waktu sehingga pelaku IKM bisa memasarkan produknya melalui gawai pribadi"

Pemkab Bartim Pantau BBM, Dexlite Naik, Solar Kosong

Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) melakukan pemantauan ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM), Senin (20/4/2026), guna memastikan distribusi berjalan lancar di lapangan.

Wabup Barsel Tinjau Langsung Jalan Rusak Buntok–Palangka Raya, Alat Berat Disiagakan

“Dengan penanganan ini, kita berharap tidak ada lagi truk atau kendaraan yang amblas atau terperosok di lokasi itu serta kemacetan bisa teratasi”

Achmad Zaini Tekankan Kemandirian Daerah di HUT Kalteng

Momentum Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah di Palangka Raya dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya penguatan PAD, pembangunan SDM, dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla sebagai fondasi kemandirian daerah.

KemenP2MI dan HIPMI Kalteng Perkuat Wirausaha Purna Migran

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia membuka peluang kolaborasi strategis dengan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Tengah dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan bagi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di Kalimantan Tengah.

Terowongan Samarinda Jadi Proyek Jalan Bawah Tanah Pertama di Kalimantan, Target Selesai Juni 2025

Terowongan Selili bukan hanya jawaban atas tantangan lalu lintas kota, tetapi juga menjadi simbol kemajuan teknologi konstruksi di Kalimantan.

Musda XI Golkar Kalsel Batal Digelar 19 Juli, DPP Belum Tetapkan Jadwal Baru

“Ditunda sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut dari panitia Musda XI Partai Golkar Kalsel”

Fairid: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Adalah Investasi Perlindungan

Wali Kota Palangka Raya menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal dan relawan berisiko tinggi sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan kepastian perlindungan.

TP PKK Palangka Raya Panen Melon Premium di Eduwisata Borneo Hidroponik, Dorong Peran Milenial dalam Ketahanan Pangan

"Ini bukti bahwa anak-anak muda kita mampu menjadikan pertanian sebagai sektor yang menarik, produktif, dan bernilai ekonomi"

Mukhtarudin Lepas 313 PMI ke Jepang, Gaji Tembus Rp24 Juta per Bulan

Sebanyak 313 Pekerja Migran Indonesia skema Government to Government (G to G) resmi diberangkatkan ke Jepang melalui program IJ-EPA 2026. Pada saat yang sama, Kementerian P2MI juga membuka orientasi pra-pemberangkatan bagi 200 calon pekerja migran tujuan Korea Selatan sebagai bagian dari strategi peningkatan penempatan tenaga kerja terampil dan terlindungi.

Popular Articles