spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Pigai Sebut Penolak MBG dan Koperasi Merah Putih “Menentang HAM”, Pernyataan Picu Perdebatan

JAKARTA | EnterKal — Pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menjadi sorotan setelah menyebut pihak yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai “orang yang menentang HAM”. Ucapan itu memicu perdebatan di ruang publik, terutama terkait batas antara kritik kebijakan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan Pigai saat ditemui wartawan di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Jumat (20/2/2026), dan kemudian diunggah melalui akun Instagram resmi kementerian.

“Dalam konteks HAM, pemerintah melakukan makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, perumahan, kampung nelayan, kemudian swasembada pangan, adalah sejalan, seirama, sesuai dengan HAM,” ujar Pigai.

“Maka orang yang mau meniadakan Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, adalah orang yang menentang HAM. Orang yang menentang,” lanjutnya.

Pigai menegaskan kritik terhadap pelaksanaan program tetap diperbolehkan, sepanjang bertujuan memperbaiki kualitas layanan. Namun ia membedakan antara kritik dan seruan penghentian program.

“Maaf ya, ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil. Itu orang jahat. Orang yang tidak punya nurani. Orang yang tidak punya hati bagi orang kecil yang di depan mata orang miskin,” katanya.

Kritik atau Penolakan?

Secara normatif, hak atas pangan, kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal memang diakui sebagai bagian dari hak ekonomi, sosial, dan budaya dalam instrumen HAM internasional maupun konstitusi Indonesia. Pemerintah, dalam kerangka tersebut, berkewajiban memenuhi dan melindungi hak-hak dasar warga negara.

Namun, perdebatan muncul ketika penolakan atau kritik terhadap desain dan efektivitas program diposisikan sebagai penentangan terhadap HAM. Sejumlah kalangan menilai, dalam sistem demokrasi, ruang untuk menguji kebijakan—termasuk mempertanyakan efektivitas, tata kelola anggaran, dan dampak politiknya—merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang juga dilindungi HAM.

Pernyataan Pigai dinilai sebagian pihak terlalu generalisasi, karena tidak membedakan antara kritik substantif terhadap implementasi program dan sikap ideologis menolak pemenuhan hak dasar masyarakat.Di sisi lain, ada pula pandangan bahwa penghentian total program sosial tanpa alternatif yang setara memang berpotensi mengurangi akses kelompok rentan terhadap hak dasar mereka.

Perdebatan ini memperlihatkan satu hal: tafsir atas HAM dalam kebijakan publik tidak berdiri di ruang hampa. Ia bersinggungan dengan politik anggaran, efektivitas program, serta dinamika demokrasi.

Pernyataan Pigai masih menjadi bahan diskusi luas di media sosial dan forum publik, menandai sensitifnya isu pemenuhan hak dasar di tengah kontestasi politik dan persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah. (Red)

Menkeu Nilai Kebijakan WFH Tidak Ganggu Produktivitas, Berpotensi Hemat Energi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) yang tengah disiapkan pemerintah tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional. Bahkan, kebijakan tersebut dinilai berpotensi memberikan efisiensi penggunaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Mukhtarudin Hadiri Peluncuran Buku 50 Tahun Bahlil Lahadalia di Jakarta

Peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri menjadi ruang refleksi tentang kepemimpinan, kerja nyata, dan nilai kebajikan yang relevan dengan pengabdian pemerintah kepada masyarakat.

Starlink Hentikan Sementara Pendaftaran Pelanggan Baru di Indonesia, Kapasitas Dinilai Sudah Penuh

“Layanan Starlink saat ini tidak tersedia bagi pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitas telah habis terjual di seluruh Indonesia"

Sarmuji Balas Sindiran PDIP: Kekuasaan Justru Selalu Membutuhkan Golkar

Perdebatan politik antara Partai Golkar dan PDIP kembali mencuat. Sekjen Golkar Sarmuji membalas pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang menyebut Golkar selalu ingin berada dalam lingkar kekuasaan, sementara PDIP memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang.

Palangka Raya–Nganjuk Jalin Kerja Sama Kembangkan Potensi Pertanian, Fokus Budidaya Bawang Merah

“Kami melihat potensi yang besar dalam budidaya bawang merah, dan Nganjuk memiliki pengalaman serta keahlian yang mumpuni di bidang ini. Oleh karena itu, kami menjalin kerja sama dengan Pemkab Nganjuk untuk belajar dan mengembangkan budidaya bawang merah di Kota Palangka Raya”

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Pergantian Menteri Keuangan menjadi yang kedua dalam pemerintahan Prabowo setelah Suahasil Nazara, yang lama berkarier di Kementerian Keuangan dan pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan, kembali dipercaya memimpin kebijakan fiskal nasional.

Gubernur Kalteng Salat Id di Masjid Raya Darussalam, Ajak Perkuat Persatuan dan Kebersamaan

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo, keluarga, serta masyarakat melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Wamen PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Palangka Raya

Kunjungan Wakil Menteri PU ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Palangka Raya menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan sebagai investasi strategis untuk memperluas akses belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.

Harga Emas Masuk Area Jenuh Beli, Volatilitas Berpotensi Naik

“Harga emas ini sudah berada di level jenuh overbought. Namun, di sisi lain bank sentral masih terus melakukan pembelian”

Wali Kota Fairid Naparin Ajak Warga Manfaatkan Call Center 112 dan Aplikasi LAPOR

“Layanan ini dapat dihubungi masyarakat kapan saja bila ada kejadian penting. Sistem ini sudah terintegrasi dengan instansi terkait sehingga mampu memberikan penanganan yang komprehensif dan terkoordinasi”

Popular Articles