spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Pengamat: Pemerintah Perlu Fokus Benahi Masalah Dasar Pendidikan

Pengamat pendidikan Ina Liem menilai pemerintah perlu memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar pendidikan nasional, mulai dari literasi, kualitas pendidikan, hingga kekurangan guru, sebelum mewacanakan penambahan mata pelajaran wajib baru.

Jakarta | EnterKal – Pengamat pendidikan Ina Liem meminta pemerintah memprioritaskan penyelesaian berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan sebelum mewacanakan Bahasa Perancis sebagai mata pelajaran wajib nasional.

Menurut Ina, sistem pendidikan Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan besar yang memerlukan perhatian lebih mendesak dibanding penambahan mata pelajaran wajib baru.

“Kita juga harus melihat kondisi di lapangan. Kita masih menghadapi tantangan literasi dasar, kekurangan guru di banyak daerah, ketimpangan kualitas pendidikan, dan penguasaan Bahasa Inggris yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

Pertanyakan Skala Prioritas Kebijakan

Ina menegaskan dirinya tidak menolak pentingnya penguasaan bahasa asing bagi pelajar Indonesia.

Menurutnya, kemampuan berbahasa asing dapat membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, kebudayaan, diplomasi internasional, serta peluang kerja di tingkat global.

Namun, ia mempertanyakan apakah menjadikan Bahasa Perancis sebagai mata pelajaran wajib nasional merupakan kebijakan yang paling relevan dan berdampak pada kondisi saat ini.

“Jadi pertanyaannya bukan apakah Bahasa Perancis bagus atau tidak. Tentu bagus. Pertanyaannya: apakah menjadikannya wajib untuk seluruh siswa Indonesia merupakan prioritas yang paling realistis dan paling berdampak saat ini?” katanya.

Menurut Ina, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan pendidikan disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia pendidikan nasional dan kesiapan implementasinya di lapangan.

Soroti Konsistensi Arah Kebijakan

Ina juga mempertanyakan konsistensi arah kebijakan terkait pengajaran bahasa asing di sekolah.

Ia menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya pernah menyampaikan gagasan mengenai penguatan Bahasa Portugis, sebelum muncul wacana pengajaran Bahasa Perancis secara lebih luas.

Menurutnya, setiap pernyataan kepala negara akan dipersepsikan publik sebagai arah resmi kebijakan pemerintah.

“Jangan sampai setiap kunjungan kenegaraan muncul pernyataan bahwa bahasa negara tertentu akan dipelajari secara luas, tetapi pada akhirnya tidak pernah benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Ina mengingatkan bahwa munculnya berbagai wacana yang sulit direalisasikan berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Kalau berulang kali muncul wacana yang tidak realistis untuk dieksekusi, lama-lama kepercayaan publik bisa berkurang,” katanya.

Bahasa Asing Sebaiknya Menjadi Pilihan

Sebagai alternatif, Ina menilai pembelajaran bahasa asing lebih tepat dikembangkan sebagai mata pelajaran pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan minat peserta didik.

Ia mencontohkan Bahasa Perancis, Bahasa Jerman, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, maupun Bahasa Arab dapat diperluas aksesnya tanpa harus menjadi mata pelajaran wajib nasional.

“Menurut saya lebih tepat jika Bahasa Prancis, Bahasa Jerman, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, atau bahasa asing lainnya diperluas sebagai pilihan sesuai minat dan kebutuhan daerah, bukan otomatis menjadi mata pelajaran wajib nasional,” pungkasnya. (Red)

Pengedar Sabu Ditangkap di Sabangau, Polisi Sita 1,59 Gram

“Polresta Palangka Raya berkomitmen menindak tegas pengedar narkoba dan menutup ruang bagi peredaran narkotika yang merusak generasi muda. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindaklanjuti secara profesional"

Pemko dan DPRD Palangka Raya Tetapkan Program Pembentukan Perda dan KUA-PPAS Tahun 2026

“Sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi landasan utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat”

Bansos Biaya Pengobatan Disalurkan Pemko Palangka Raya untuk Warga Kelurahan Menteng

Pemerintah Kota Palangka Raya menyalurkan bantuan sosial biaya pengobatan kepada warga yang membutuhkan sebagai bagian dari penguatan jaring pengaman sosial untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan tanpa terbebani kendala ekonomi.

Rudy Mas’ud Batalkan Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, Dana Dikembalikan ke Kas Daerah

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, resmi membatalkan pengadaan mobil dinas baru senilai Rp 8,5 miliar yang sebelumnya menuai polemik di ruang publik. Keputusan tersebut diumumkan melalui video pada akun resmi h.rudymasud, Senin (2/3/2026), disertai permohonan maaf kepada masyarakat.

Musda XI Golkar Kalsel Batal Digelar 19 Juli, DPP Belum Tetapkan Jadwal Baru

“Ditunda sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut dari panitia Musda XI Partai Golkar Kalsel”

Disdik Palangka Raya Gelar Pendidikan Karakter Kebhinekaan untuk Siswa SMP

“Kebhinekaan adalah kekuatan bangsa, dan pendidikan adalah pintu terdepan untuk menjaganya"

Relawan Karhutla Palangka Raya Bertaruh Kesehatan di Tengah Asap

Karhutla di kawasan gambut Petuk Katimpun dan sekitarnya masih menyisakan asap setelah sekitar sebulan, sementara relawan menghadapi minimnya pasokan air, medan berat, kelelahan, serta gangguan kesehatan saat memadamkan api.

Pemko Palangka Raya Pastikan Pembangunan Infrastruktur Tetap Berjalan Meski Anggaran Turun

“Kami tetap fokus melayani masyarakat pada kebutuhan infrastruktur yang paling mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup warga”

Hardiknas 2026, Fairid Dorong Transformasi Pembelajaran Mendalam

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung transformasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMP Negeri 2 Palangka Raya, Sabtu (2/5/2026).

Kementerian UMKM Siapkan Sertifikasi Halal Gratis untuk 500 Ribu Pelaku Usaha

Kementerian UMKM bersama BPJPH menyiapkan sertifikasi halal gratis bagi sekitar 500 ribu pelaku usaha guna membantu pemenuhan kewajiban sertifikasi halal sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar domestik dan global.

Popular Articles