Jakarta | EnterKal – Program Beasiswa LPDP jalur keolahragaan yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus membuka kesempatan bagi atlet berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Salah satu penerima Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, atlet panjat tebing nasional Puji Lestari, menilai program tersebut menjadi investasi penting bagi masa depan insan olahraga setelah masa kompetisi berakhir.
Program kerja sama Kemenpora dan LPDP tersebut diperuntukkan bagi atlet aktif, mantan atlet berprestasi, serta tenaga keolahragaan yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3). Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.
Apresiasi atas Dukungan Pemerintah
Puji Lestari mengaku bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Beasiswa LPDP jalur atlet berprestasi. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus dukungan pemerintah terhadap dedikasi para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.
“Saya sangat merasa terhormat dan bersyukur menerima penghargaan beasiswa LPDP melalui jalur atlet berprestasi. Dengan adanya beasiswa LPDP ini merupakan bentuk nyata pemerintah dalam mendukung prestasi atlet-atlet Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, Puji mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) olahraga sekaligus pelatih panjat tebing DKI Jakarta. Ia mengatakan perjalanan kariernya selalu diarahkan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui prestasi olahraga maupun pembinaan atlet.
“Saat ini saya sebagai ASN olahraga sekaligus sebagai pelatih panjat tebing DKI Jakarta. Sepanjang perjalanan karier saya, saya telah mendedikasikan waktu dan tenaga saya untuk mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional,” paparnya.
Prestasi Menjadi Modal Menginspirasi Generasi Baru
Puji mulai mengenal olahraga panjat tebing ketika duduk di bangku sekolah menengah atas dan semakin serius menekuninya saat kuliah. Konsistensi latihan membawanya menjadi salah satu atlet terbaik Indonesia di cabang olahraga tersebut.
Pada Asian Games 2018, ia meraih medali perak nomor speed putri yang memastikan terciptanya all-Indonesian final, sekaligus ikut mempersembahkan medali emas nomor speed relay putri bersama tim nasional Indonesia.
“Saya mengenal panjat tebing dari mulai SMA kelas tiga dan mulai menggeluti secara benar-benar di bangku kuliah. Hal yang paling menyenangkan dalam proses latihan yang saya jalani selama saya menjadi atlet yaitu, saya bisa menaklukkan kemampuan batas diri saya sendiri. Ada kepuasan tersendiri ketika saya bisa melampaui batas waktu saya dari waktu sebelumnya yang saya miliki,” urainya.
Ia juga menilai kekompakan tim menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Indonesia meraih prestasi pada ajang internasional.
“Saya juga merasakan kehangatan dan kebersamaan bersama timnas panjat tebing mulai dari pelatih, rekan-rekan atlet dan tim pendukung serta setiap tetes keringat yang kita jatuhkan itu sangat berarti sekali. Perasaannya sangat senang sekali mungkin tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata sangat bersyukur sekali karena disitu kita bisa memberikan kebahagian untuk bangsa Indonesia,” imbuhnya.
“Kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia juga mampu bersaing di kancah internasional. Karena menurut saya medali emas itu bukti nyata dari dedikasi dan dukungan selama ini,” tegasnya.
Pendidikan Jadi Investasi Jangka Panjang Atlet
Bagi Puji, pendidikan memiliki peran yang sama pentingnya dengan prestasi olahraga. Menurutnya, masa produktif seorang atlet memiliki batas, sedangkan pendidikan menjadi bekal yang akan terus bermanfaat sepanjang kehidupan.
“Kenapa saya bilang pendidikan sangat penting jadi kalau olahraga itu nafas saya, pendidikan itu fondasinya. Jadi, kalau olahraga itu masa produktifnya sangat terbatas sementara pendidikan itu investasi jangka panjang yang akan menemani saya seumur hidup saya,” ucapnya.
Ia menambahkan, Beasiswa LPDP memberikan kesempatan baginya untuk lebih fokus menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah. Di akhir pernyataannya, Puji juga mengajak atlet-atlet muda Indonesia agar terus menyeimbangkan prestasi olahraga dengan pendidikan sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Dengan adanya beasiswa ini mengurangi beban saya khususnya dalam menangani biaya-biaya yang ada di perkuliahan sehingga saya bisa fokus untuk akademiknya. Untuk teman-teman atlet muda di Indonesia jangan merasa puas dengan prestasi yang kalian dimiliki, ingat pendidikan adalah senjata utama untuk teman-teman di masa depan. Jadi, seimbangkan antara prestasi dan pendidikan kalian,” pesannya.
Program Beasiswa LPDP jalur keolahragaan diharapkan semakin memperkuat ekosistem pembinaan atlet Indonesia, tidak hanya dalam mencetak prestasi di arena pertandingan, tetapi juga dalam mempersiapkan sumber daya manusia olahraga yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi setelah menyelesaikan karier sebagai atlet. (Red)





