PALANGKA RAYA | EnterKal – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dan Bantuan Pangan Gubernur kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Selasa (15/9/2026).
Penyaluran bantuan tersebut menjangkau 333 penerima KHBS dan 380 masyarakat non-KHBS. Selain bantuan pangan, masyarakat juga mendapat masker dan obat stimulan sebagai bagian dari respons terhadap dampak kondisi udara akibat karhutla.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran hadir langsung dalam penyerahan bantuan yang berlangsung di SMA Negeri 10 Palangka Raya. Di hadapan warga, ia meminta masyarakat tetap bertahan dan menghadapi situasi sulit dengan semangat.
“Kita jangan patah semangat, bersyariat dan berusaha,” ungkap Gubernur di hadapan masyarakat penerima bantuan.
713 Warga Terjangkau Bantuan
Dari 380 penerima bantuan non-KHBS, sebanyak 230 orang hadir langsung di SMA Negeri 10 Petuk Katimpun. Sementara 150 penerima lainnya berasal dari RT 11 Raflesia, khususnya masyarakat rentan yang tidak memungkinkan datang ke lokasi.
Penyaluran kepada warga yang tidak dapat hadir menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Agustiar mengatakan pemerintah perlu hadir secara langsung ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit akibat karhutla.
“Semangat kalian adalah semangat bagi saya untuk membangun Kalteng,” tegasnya.
Selain bantuan pangan dan KHBS, Gubernur juga membagikan masker dan obat stimulan kepada masyarakat. Perhatian turut diberikan kepada anak-anak yang terdampak karhutla melalui santunan yang diberikan Agustiar secara pribadi menggunakan uang pribadinya.
Kesehatan dan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas
Agustiar menegaskan perlindungan masyarakat tidak berhenti pada penanganan dampak karhutla. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus menjalankan program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan.
“Kesehatan dan pendidikan menjadi program prioritas kita di Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Menurut Agustiar, masyarakat yang sehat dan memperoleh pendidikan yang baik merupakan fondasi pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah akan terus mengarahkan program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih.
Bantuan Diarahkan pada Kelompok Rentan
Penyaluran bantuan di Petuk Katimpun menunjukkan bahwa respons terhadap dampak karhutla tidak hanya dilakukan melalui penanganan kebakaran, tetapi juga melalui dukungan kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat.
Kehadiran langsung pemerintah di tengah warga diarahkan untuk memastikan kelompok terdampak, termasuk masyarakat rentan dan anak-anak, tetap memperoleh perhatian selama kondisi karhutla berlangsung.
Bantuan pangan, perlindungan kesehatan, dan dukungan bagi anak-anak diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla sekaligus mempertahankan keberlangsungan aktivitas sehari-hari.
Turut hadir Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Kalimantan Tengah terkait. (Red)





