spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Karhutla Kalteng Capai 7.634 Hektare, Gubernur Laporkan ke Presiden

Data per 21 Agustus 2026 mencatat 19.992 hotspot dan estimasi 7.634,46 hektare terbakar, sementara Pemprov Kalteng mengusulkan tambahan helikopter, peralatan darat, DSP, sumur bor, dan embung untuk menghadapi puncak kemarau.

Palangka Raya | EnterKal – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Minggu (23/8/2026). Laporan itu mencatat 19.992 hotspot dan estimasi 7.634,46 hektare lahan terbakar hingga 21 Agustus 2026.

Selain perkembangan situasi, laporan tersebut memuat kesiapan personel dan sarana, dampak terhadap kualitas udara, kendala di lapangan, serta kebutuhan dukungan pemerintah pusat untuk menghadapi puncak musim kemarau Agustus 2026.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat mengikuti rapat koordinasi sekaligus menyampaikan laporan perkembangan penanganan Karhutla 2026 kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Agustus Jadi Periode Kenaikan Karhutla Tertinggi

Berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah per 21 Agustus 2026, tercatat 19.992 titik hotspot dengan 1.639 kejadian Karhutla.

Luasan terbakar yang telah ditangani tim darat mencapai 4.499,21 hektare. Sementara itu, analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS Kementerian Kehutanan memperkirakan luas area terbakar mencapai 7.634,46 hektare.

Secara nasional, pada periode Januari hingga Juni 2026, luas Karhutla di Kalteng disebut menempati peringkat kesembilan dari 38 provinsi.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena peningkatan Karhutla terjadi saat memasuki puncak musim kemarau.

Berdasarkan analisis BPB-PK Kalteng, dalam 18 hari pertama Agustus 2026 tercatat 14.659 hotspot, 798 kejadian Karhutla, dan 2.824,42 hektare lahan terbakar.

Angka tersebut telah melampaui akumulasi Januari hingga Juli 2026, sehingga Agustus menjadi periode dengan peningkatan Karhutla paling signifikan sepanjang tahun berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan gubernur.

Kualitas Udara Memburuk di Sejumlah Wilayah

Peningkatan Karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah daerah.

Data ISPU Net Kementerian Lingkungan Hidup per 22 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan tiga dari enam stasiun ISPU aktif berada dalam kategori Sangat Tidak Sehat.

Ketiga wilayah tersebut adalah Kasongan, Kabupaten Katingan; Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas; dan Buntok, Kabupaten Barito Selatan.

Sementara itu, Palangka Raya, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya berada dalam kategori Tidak Sehat.

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi salah satu dampak yang perlu diperhitungkan dalam penanganan Karhutla, selain risiko terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

10.700 Personel Disiagakan

Pemprov Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/142/2026 yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.

Sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Palangka Raya, dan Barito Selatan, juga telah menetapkan status tanggap darurat Karhutla.

Sebanyak 10.700 personel disiagakan secara terpadu. Mereka berasal dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, DLH, Manggala Agni, Damkar, KPH, serta unsur relawan.

Dari jumlah tersebut, 5.303 personel merupakan relawan yang berasal dari Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar), dan Regu Pemadam Kebakaran (Redkar).

Dukungan operasi udara dari BNPB meliputi satu pesawat Cessna Hybrid untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), satu helikopter patroli udara, serta empat helikopter water bombing.

Operasi Modifikasi Cuaca telah dilaksanakan dalam tiga periode.

Kalteng Usulkan Tambahan Helikopter

Di tengah penguatan operasi, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya keterbatasan dan kebutuhan peremajaan sarana pemadaman, akses menuju lokasi kebakaran yang sulit, serta keterbatasan sumber air dan dukungan operasional.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Kalteng mengusulkan penambahan hingga tujuh unit helikopter water bombing.

Helikopter tersebut diusulkan ditempatkan di Sampit dan Pangkalan Bun untuk memperkuat jangkauan penanganan, terutama di wilayah barat Kalteng.

Selain dukungan udara, pemerintah daerah mengusulkan tambahan peralatan pemadaman darat berupa kendaraan operasional, pompa portabel, selang, nozzle, tangki air, dan alat komunikasi.

Peralatan tersebut diperlukan untuk mendukung operasi yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.

Sumur Bor dan Embung Jadi Prioritas

Pemprov Kalteng juga mengharapkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB untuk memperkuat operasi pemadaman darat.

Di sisi lain, pembangunan sumur bor dan embung di lokasi rawan Karhutla menjadi salah satu prioritas untuk memenuhi kebutuhan sumber air. Dukungan untuk kebutuhan tersebut diharapkan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum serta kementerian dan lembaga terkait.

Gubernur menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari kesiapan personel hingga dukungan sarana dan operasi udara.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi peningkatan Karhutla. Optimalisasi personel, sarana prasarana, patroli udara dan darat, pemadaman, serta operasi modifikasi cuaca dilakukan sebagai bagian dari langkah terpadu untuk menekan dampak Karhutla selama puncak musim kemarau”, tegas Gubernur.

Laporan kepada Presiden tersebut menjadi dasar penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadapi peningkatan Karhutla di Kalimantan Tengah.

Dengan kondisi kebakaran yang meningkat pada Agustus, penguatan sumber daya, akses air, peralatan pemadaman, serta dukungan operasi udara menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi sisa periode musim kemarau 2026. (Red)

Pemkot Upayakan Kuota Sekolah Rakyat Kembali Terpenuhi

“Awalnya 75, kemudian berkurang karena satu dan lain hal. Salah satunya ada orang tua yang mengambil kembali anaknya”

Pemko Palangka Raya Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting 2025

“Melalui Pra Musrenbang ini, kita menyusun langkah terukur dan berbasis data untuk mempercepat penurunan angka stunting di Palangka Raya. Semua pihak harus bergerak bersama dengan intervensi yang terarah dan berkelanjutan”

PT Bara Prima Mandiri Tuntaskan Program PPM 2025 di Barito Selatan

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan program strategis jangka panjang yang wajib dilaksanakan perusahaan pertambangan guna meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Program Sekolah Rakyat Dimulai, Prabowo Ingin Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan Gratis Berasrama

“Sekolah Rakyat merupakan implementasi Asta Cita nomor empat Presiden Prabowo. Presiden memahami bahwa pendidikan menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Jangan sampai kemiskinan menjadi warisan”

Pemko Palangka Raya Tuntaskan 20.418 Meter Jalan Lingkungan dan 1.895 Meter Drainase

Palangka Raya | EnterKal — Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perumahan, Kawasan...

Pemko Palangka Raya Percepat Digitalisasi Arsip Sekolah Lewat Srikandi

Pemerintah Kota Palangka Raya memperluas implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di seluruh SMP Negeri guna mempercepat transformasi digital administrasi sekolah, meningkatkan akuntabilitas, dan mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Pemprov Kalteng Matangkan Persiapan Keberangkatan Jamaah Haji 2026

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mematangkan persiapan keberangkatan jamaah haji melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Eka Hapakat, Palangka Raya, Selasa (31/3/2026).

DLH Palangka Raya Gandeng PLN Perkuat Program Kampung Iklim di Bukit Tunggal

“Program ini juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup"

Kemenhut Targetkan Rehabilitasi 12 Ribu Hektare Mangrove di Kaltim hingga Akhir 2026

Kementerian Kehutanan melalui Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) menargetkan rehabilitasi 12.000 hektare hutan mangrove di Kalimantan Timur hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pesisir, mengendalikan perubahan iklim, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jaya Samaya Monong dan Efrensia L.P. Umbing Resmi Pimpin Gunung Mas 2025–2030

“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya dan Wakil Bupati Efrensia L.P. Umbing. Kami akan terus berupaya maksimal dalam menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab”

Popular Articles