spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Setahun Menjabat, Mukhtarudin Perkuat Tata Kelola Pelindungan PMI

Satu tahun kepemimpinan Mukhtarudin di P2MI diarahkan pada pembenahan pelindungan dari sebelum keberangkatan hingga kepulangan, sekaligus menggeser orientasi penempatan PMI menuju tenaga kerja berketerampilan menengah dan tinggi.

JAKARTA | EnterKal – Setahun memimpin Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin menempatkan pembenahan tata kelola dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai agenda utama, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi agar pekerja Indonesia lebih siap bersaing di pasar kerja global.

Mukhtarudin dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri P2MI/Kepala BP2MI pada 8 September 2025. Dalam satu tahun kepemimpinannya, Kementerian P2MI mengarahkan kebijakan pada pembangunan ekosistem pelindungan PMI dari hulu hingga hilir, mulai dari daerah asal, proses penempatan, masa bekerja di negara tujuan, hingga kepulangan dan pemberdayaan setelah bekerja.

“Pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah tanggung jawab negara. Karena itu, pemerintah harus hadir sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja di negara penempatan, hingga mereka kembali ke tanah air dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” tutur Menteri Mukhtarudin, Selasa 8 September 2026.

Pencegahan Dimulai dari Hulu

Salah satu fokus pembenahan adalah mencegah keberangkatan PMI secara nonprosedural dan menekan risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Untuk itu, Kementerian P2MI memperkuat sinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), termasuk melalui pembentukan desk khusus yang menangani kasus pekerja migran.

“Penguatan pelindungan dari hulu menjadi perhatian penting, terutama untuk mencegah keberangkatan Pekerja Migran secara nonprosedural dan menekan risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” beber Menteri Mukhtarudin.

Menurut Mukhtarudin, pelindungan tidak cukup dilakukan setelah persoalan muncul. Pemerintah perlu hadir sejak masyarakat mendapatkan informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, memastikan perekrutan berlangsung secara legal, memberikan pembekalan yang memadai, hingga memastikan hak PMI terpenuhi selama bekerja.

Dorong PMI Berkeahlian Menengah-Tinggi

Selain pelindungan, transformasi kualitas PMI menjadi agenda strategis Kementerian P2MI.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah secara bertahap mendorong pergeseran dari dominasi pekerja migran berkeahlian rendah (low-skilled) menuju pekerja dengan keterampilan menengah hingga tinggi (mid-to-high skilled).

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pelatihan vokasi, penguasaan bahasa asing, sertifikasi internasional, dan penguatan etos kerja.

“Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar Pekerja Migran tidak lagi didominasi tenaga kerja berkeahlian rendah. Peningkatan kompetensi, pelatihan vokasi, sertifikasi, penguasaan bahasa, serta penguatan etos kerja menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan posisi tawar Pekerja Migran di pasar kerja internasional,” kata Menteri Mukhtarudin.

Program SMK Go Global dan Asta Mandala SMK Go Global menjadi bagian dari strategi tersebut. Program ini diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kebutuhan pasar kerja global.

Dengan pendekatan tersebut, penempatan PMI tidak hanya ditempatkan sebagai pilihan akibat keterbatasan lapangan kerja domestik, tetapi juga sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Bangun Ekosistem Pelindungan

Transformasi pelindungan PMI membutuhkan kerja lintas kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah.

Kementerian P2MI memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha, hingga perwakilan RI di negara penempatan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas informasi mengenai migrasi yang aman, memperbesar akses pelatihan dan sertifikasi, memperbaiki tata kelola penempatan, serta mempercepat penanganan persoalan yang dihadapi PMI di luar negeri.

Penguatan data juga menjadi bagian dari agenda tersebut. Pemerintah membutuhkan data mengenai keberadaan, profil, kompetensi, dan kebutuhan PMI agar pelayanan dan intervensi pelindungan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

“Bagi kami, keberhasilan pelindungan Pekerja Migran bukan hanya ketika mereka berhasil ditempatkan di luar negeri, tetapi ketika mereka bekerja secara aman, mendapatkan haknya, sejahtera bersama keluarganya, dan memiliki masa depan yang lebih baik setelah kembali ke Indonesia,” ujar Menteri P2MI.

Tahun Kedua Dihadapkan pada Implementasi

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Mukhtarudin menghadapi tantangan untuk memastikan fondasi transformasi yang telah dibangun menghasilkan dampak yang semakin nyata bagi PMI dan keluarganya.

“Memasuki tahun kedua, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pelindungan Pekerja Migran tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama dan ekosistem yang kuat,” imbuh Mukhtarudin.

Peningkatan kualitas layanan, kemudahan akses terhadap layanan legalitas, pencegahan keberangkatan nonprosedural, penguatan kompetensi, serta jaminan keamanan hukum dan sosial bagi PMI tetap menjadi bagian dari agenda Kementerian P2MI.

“Ke depan tidak boleh ada Pekerja Migran yang berangkat tanpa informasi yang benar, tanpa dokumen yang valid dan tanpa kompetensi yang memadai. Pencegahan harus dimulai dari hulu agar persoalan di negara penempatan dapat kita tekan,” tandas Mukhtarudin.

Transformasi tersebut diarahkan agar PMI tidak hanya berangkat dan bekerja secara aman serta bermartabat, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar bagi diri sendiri dan keluarganya setelah kembali ke Indonesia.

“Setahun ini menjadi pijakan untuk terus melakukan pembenahan. Ke depan, kami ingin memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia berangkat secara prosedural, bekerja dengan aman dan bermartabat, mendapatkan hak-haknya, serta pulang membawa kesejahteraan bagi keluarga. Inilah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi dan meningkatkan kualitas Pekerja Migran Indonesia,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin. (Fj-Red)

Karhutla Kalteng, Gubernur Agustiar Beri Bantuan Pangan kepada Mahasiswa

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalteng menerima paket pangan, multivitamin, dan masker KN95, sementara pemerintah memperluas bantuan di tengah karhutla dan kekeringan.

Sudarto Pimpin Golkar Palangka Raya, Musda XI Tegaskan Arah Baru Organisasi

Musda XI DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya menetapkan Sudarto, S.E. sebagai ketua periode 2025–2030, menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menghadapi agenda politik lima tahun mendatang.

Kalteng Siapkan Lahan Sekolah Unggul Garuda, Kotawaringin Barat Jadi Kandidat Kuat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran menunjukkan keseriusannya menghadirkan Sekolah Unggul Garuda di Bumi Tambun Bungai. Komitmen tersebut ditegaskan saat peninjauan lokasi calon pembangunan sekolah di Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (14/2/2026).

Doli Tandjung Minta Negara Jamin Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

“Negara harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para almarhum yang gugur dalam tugas. Selain itu, pemerintah harus menjamin masa depan anak-anak korban—terkhusus pendidikannya”

Agustiar Sabran Salurkan 6.000 Sembako dan 560 LPG di Barito Selatan

Pemprov Kalteng menyalurkan 6.000 paket sembako dan 560 tabung LPG 3 kilogram di Barito Selatan. Pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan bagi sekitar 140.000 kepala keluarga dengan penekanan pada ketepatan sasaran serta penanganan dampak kekeringan dan karhutla.

Pengamat: Pemerintah Perlu Fokus Benahi Masalah Dasar Pendidikan

Pengamat pendidikan Ina Liem menilai pemerintah perlu memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar pendidikan nasional, mulai dari literasi, kualitas pendidikan, hingga kekurangan guru, sebelum mewacanakan penambahan mata pelajaran wajib baru.

Lomba Resensi Buku Jadi Upaya Pemkot Palangka Raya Perkuat Budaya Literasi

Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis dan menyampaikan gagasan melalui kegiatan literasi berbasis koleksi perpustakaan.

Menteri P2MI Mukhtarudin Lepas 12 PMI Ahli ke Industri Dirgantara Korea

Jakarta Selatan | EnterKal – Menteri Perlindungan Pekerja Migran...

Hilirisasi Pertanian: Swasembada Pangan dan Petani Naik Kelas

Dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian mulai dari konflik...

35 Pejabat Pemkot Palangka Raya Dilantik, Wali Kota Tekankan Kinerja dan Loyalitas

Sebanyak 35 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Kamis (19/2/2026) malam di Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya.

Popular Articles