spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Usulan Posisi Gerbong Perempuan Dikritik, Pengamat Soroti Keselamatan KRL

Evaluasi Sistem dan Manajemen Perkeretaapian Dinilai Lebih Mendesak

Jakarta | EnterKal – Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan mengkritik usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, terkait pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL.

Ia menilai wacana tersebut tidak relevan dan tidak menyentuh persoalan utama dalam layanan perkeretaapian.

“Pernyataan Menteri PPPA itu ngaco ya, menurut saya, dan enggak perlu ditanggapi. Itu tidak perlu menjadi pertimbangan mengenai gerbong wanita dipindah ke tengah,” ujar Azas, dikutip dari kompas.com, Rabu (29/4/2026).

Fokus Seharusnya pada Keselamatan dan Layanan

Menurut Azas, penempatan gerbong perempuan—baik di depan, tengah, maupun belakang—tidak berkaitan langsung dengan aspek keselamatan penumpang.

Ia menegaskan, perhatian pemerintah seharusnya difokuskan pada kualitas layanan perkeretaapian sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

“Di Pasal 3-nya itu dikatakan bahwa penyelenggaraan perkeretaapian itu ya, perkeretaapian nasional dilakukan dengan berkeselamatan, aman, dan nyaman. Jadi persoalannya bukan posisi gerbong,” kata dia.

Penempatan Gerbong Bersifat Teknis

Azas menjelaskan, penempatan gerbong khusus perempuan selama ini lebih bersifat teknis operasional, seperti memudahkan pengawasan dan mempermudah penumpang mengenali lokasi gerbong.

“Itu hanya strategi aja yang saya tahu ya supaya mudah diawasi dan penumpang juga bisa tahu gitu dengan cepat ya, bahwa gerbong paling depan dan paling belakang itu untuk penumpang perempuan,” jelasnya.

Insiden Bekasi Picu Sorotan Sistem

Ia menilai insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur justru menunjukkan adanya persoalan dalam sistem keselamatan dan manajemen perkeretaapian.

Azas mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit dan pembenahan manajemen operator seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Pemerintah harus tanggung jawab atas kejadian ini. Apa tanggung jawabnya? Lakukan audit, ya ganti manajemen PT Kereta Api Indonesia oleh figur-figur yang profesional dan berintegritas,” ucapnya.

Latar Belakang Usulan Menteri PPPA

Sebelumnya, Arifah Fauzi mengusulkan penempatan gerbong perempuan di bagian tengah rangkaian KRL, sementara gerbong ujung diisi penumpang laki-laki.

Usulan tersebut merujuk pada insiden tabrakan antara KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur, Senin (28/4/2026) malam.

Dalam insiden tersebut, sebanyak 14 penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bekasi. (Red)

Golkar Palangka Raya Gelar Sembako Murah dan Cek Kesehatan Gratis, Ribuan Warga Antusias

“Jika dihitung, total harga satu paket mencapai Rp102.300. Namun masyarakat cukup menebusnya seharga Rp60.000”

Wagub Kalteng Pimpin HUT ke-75 Barito Utara, Perkenalkan Program Kartu Huma Betang Sejahtera

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-75 kepada seluruh masyarakat Barito Utara. Ini adalah saat tepat untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen dalam membangun daerah yang lebih maju dan merata"

Gema Pancasila Dinilai Strategis Perkuat Ketahanan Ideologi Bangsa

“Penguatan nilai Pancasila menjadi semakin penting, khususnya dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa di era digital yang penuh arus informasi, disinformasi, dan dinamika sosial yang cepat berubah”

Dinsos Palangka Raya Pastikan Penanganan 24 KK Korban Kebakaran Mendawai, Bantuan Logistik dan Stimulan Disiapkan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, meninjau langsung lokasi kebakaran di kawasan padat penduduk Jalan Mendawai, Kompleks Sosial, Kelurahan Palangka, yang terjadi pada Minggu (22/2/2026).

Perkuat Upaya Rehabilitasi Konservasi dan Pelestarian Lingkungan

Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya melalui Plh...

Pemko Palangka Raya Sosialisasikan Pedoman Evaluasi Kinerja BLUD RSUD dan Puskesmas

“Namun, fleksibilitas tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab dan akuntabilitas kinerja. Oleh karena itu, diperlukan pedoman evaluasi kinerja BLUD yang terukur, objektif, dan dapat menjadi dasar pembinaan serta pengambilan kebijakan pemerintah daerah”

James Webb Menemukan Galaksi Tertua, Hanya 280 Juta Tahun Setelah Big Bang

Dalam terobosan astronomi besar, Teleskop Luar Angkasa James Webb...

Fairid Naparin Ikuti Program Kepemimpinan Lemhannas di National University of Singapore

“Banyak hal yang bisa diterapkan di daerah, terutama terkait tata kelola kota cerdas dan pelayanan publik yang efisien"

Harkopnas ke-78 di Kalteng, Gubernur Tegaskan Peran Koperasi untuk Indonesia Emas 2045

“Kita tidak bisa mewujudkan Indonesia Emas dengan meninggalkan rakyat kecil. Kita butuh koperasi yang kuat, mandiri, berkelanjutan, dan mengakar di hati masyarakat”

Popular Articles