spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

KP2MI Gandeng Pemprov Banten, Krakatau Steel dan IKA Untirta Perkuat Ekosistem Migran

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, Krakatau Steel Group, dan IKA Untirta. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas SDM, perluasan akses kerja internasional yang legal, serta penguatan pelindungan pekerja migran dari hulu hingga hilir.

Jakarta | EnterKal – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi menjalin sinergi strategis dengan Pemerintah Provinsi Banten, Krakatau Steel Group, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Umum IKA Untirta, Lamhot Sinaga, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan bersama jajaran masing-masing.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pelindungan pekerja migran Indonesia sekaligus mengoptimalkan peluang kerja global yang masih terbuka sangat luas.

Peluang Kerja Global Masih Besar

Mukhtarudin memaparkan, berdasarkan data Sistem Informasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) per 13 Juni 2026, terdapat 313.803 peluang kerja luar negeri yang tersedia.

Namun hingga saat ini baru sekitar 76.907 posisi yang berhasil terisi atau sekitar 24,51 persen.

“Ini artinya, masih ada 236.896 peluang kerja atau sekitar 75,49 persen yang terbuka lebar dan menanti untuk diisi oleh tenaga kerja Indonesia yang kompeten,” ujar Mukhtarudin.

Sementara itu, berdasarkan data SISKOP2MI periode Januari 2025 hingga 12 Juni 2026, KP2MI telah memfasilitasi sebanyak 433.169 layanan penempatan pekerja migran Indonesia dengan lima negara tujuan utama yakni Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Banten Punya Potensi Besar

Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin menyoroti posisi strategis Provinsi Banten sebagai salah satu daerah penyumbang pekerja migran yang cukup besar.

Sepanjang periode 2025 hingga 12 Juni 2026, tercatat sebanyak 5.542 layanan penempatan pekerja migran berasal dari Provinsi Banten.

Menurutnya, kontribusi tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui remitansi yang dikirim para pekerja migran kepada keluarga di daerah asal.

“Jika setiap pekerja migran mengirimkan rata-rata Rp5 juta per bulan, maka perputaran ekonomi yang tercipta sangat besar dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat hingga tingkat desa,” katanya.

Namun demikian, Mukhtarudin mengingatkan bahwa posisi geografis Banten yang memiliki banyak akses pelabuhan dan bandara juga menjadikan wilayah tersebut rawan terhadap praktik penempatan nonprosedural dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Data BP3MI Banten menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2026 telah dilakukan 297 kegiatan pencegahan yang berhasil menggagalkan keberangkatan ilegal 572 calon pekerja migran Indonesia.

“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa dan masa depan keluarga Indonesia yang berhasil kita lindungi,” tegasnya.

Perkuat Pelindungan dan Pemberdayaan

Melalui kerja sama ini, KP2MI bersama para mitra menyepakati sejumlah fokus utama, mulai dari penyebarluasan informasi migrasi aman, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, optimalisasi pelayanan terintegrasi, hingga pemberdayaan ekonomi bagi purna pekerja migran Indonesia.

Pemerintah daerah juga didorong untuk mempercepat implementasi program Desa Migran Emas sebagai garda terdepan pelindungan pekerja migran berbasis desa.

Selain itu, kolaborasi ini selaras dengan program Quick Win SMK Go Global yang menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja terampil hingga tahun 2029 pada berbagai sektor strategis seperti caregiver, welder, hospitality, nurse, dan truck driver.

Mukhtarudin menegaskan bahwa seluruh program tersebut bermuara pada konsep Brain Circulation, yakni mendorong talenta Indonesia memperoleh pengalaman, teknologi, dan keterampilan global sebelum kembali membangun daerah dan perekonomian nasional.

“Talenta Indonesia didorong bekerja di tingkat global untuk menyerap ilmu, teknologi, dan etos kerja terbaik. Setelah itu, mereka kembali ke tanah air untuk membangun usaha produktif dan berkontribusi pada ekonomi nasional,” jelasnya.

Gubernur Banten Siap Kawal Implementasi

Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik kolaborasi tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung penuh pengembangan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar internasional.

Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kami berharap dalam empat tahun ke depan dapat tercapai target 200 ribu pekerja migran Indonesia yang terlatih dan terdidik untuk ditempatkan di negara-negara sahabat,” ujarnya.

Andra juga menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem migrasi yang aman, legal, dan bermartabat.

Melalui kolaborasi ini, seluruh pihak berkomitmen memastikan peningkatan kapasitas SDM lokal, memperluas akses pasar kerja internasional yang legal, serta memperkuat sistem pelindungan pekerja migran Indonesia secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir. (Fj-Red)

Pemkab Mura Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025

“Ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa: pertama kesabaran para pahlawan, kedua semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan ketiga pandangan jauh ke depan"

Bupati Pulang Pisau Tinjau Layanan Kesehatan di Dua Puskesmas, Apresiasi Kinerja Nakes

“Pelayanan di Puskesmas sudah luar biasa sehingga sangat membantu masyarakat yang datang untuk berobat”

Fairid-Zaini Menang Telak di Pilkada Palangka Raya 2024, Komitmen Bangun Kota Semakin Keren

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya yang telah berpartisipasi pada pilkada tahun ini. Kemenangan ini bukan milik kami saja, tapi milik kita semua. Kini saatnya bersatu kembali untuk membangun Kota Palangka Raya yang semakin Keren”

KemenP2MI–UNPRI Teken MoU, Siapkan Migran Center Terpadu

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Prima Indonesia di Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbasis pendidikan.

Golkar Senayan: Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional untuk Hadapi Kebijakan Trump

“Jadi, memperkuat fondasi ekonomi nasional sangat penting karena menjadi dasar bagi stabilitas, pertumbuhan, dan kesejahteraan suatu negara”

Gubernur Kalteng Salat Id di Masjid Raya Darussalam, Ajak Perkuat Persatuan dan Kebersamaan

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo, keluarga, serta masyarakat melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Avina Fairid Naparin Ajak Keluarga Palangka Raya Kembangkan Pangan Lokal Lewat Budidaya Sorgum

“Hari ini kita tidak sekadar menyaksikan hasil panen, tetapi juga mendorong tumbuhnya harapan baru bagi kemandirian keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal yang bernilai ekonomi”

Wawali Palangka Raya Sampaikan Duka atas Wafatnya Mofit Saptono

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Palangka Raya, kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Bapak Mofit Saptono Subagio. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan"

Fairid: BATAMAD Jadi Benteng Masyarakat Adat

Wali Kota minta BATAMAD aktif menjaga kondusivitas daerah dan mengawal nilai Huma Betang di tengah keberagaman Kota Palangka Raya

100 Hari Wiyatno–Dodo: Transmigrasi Lokal dan Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas

“Transmigrasi lokal ini bukan sekadar perpindahan penduduk, tetapi bagian dari pembangunan wilayah terpadu yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan”

Popular Articles