Seruyan | EnterKal – Pemerintah Kabupaten Seruyan memperkuat upaya pelestarian penyu melalui peresmian fasilitas Penetasan Semi Alami (PSA) Telur Penyu di kawasan wisata Pantai Seribu Cemara, Desa Sungai Bakau, Sabtu (27/6/2026). Fasilitas yang diresmikan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda didampingi Wakil Bupati Supian itu diharapkan menjadi pusat konservasi sekaligus mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan di wilayah pesisir.
Penyu merupakan satwa yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir. Pengembangan fasilitas penetasan semi alami tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan penetasan telur penyu, tetapi juga membuka ruang edukasi lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui wisata konservasi yang berkelanjutan.
Konservasi dan Pariwisata Berjalan Beriringan
Dalam sambutannya, Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa pembangunan fasilitas penetasan semi alami merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian habitat penyu.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi melindungi telur penyu dari berbagai ancaman, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
“Harapan kami, kawasan ini nantinya berkembang menjadi destinasi wisata yang terintegrasi tanpa mengesampingkan perlindungan habitat penyu. Berbagai potensi seperti pusat edukasi, jalur interpretasi lingkungan, wisata edukatif, pengembangan UMKM lokal, hingga pelibatan generasi muda sebagai pemandu wisata dapat terus dikembangkan,” ujar Ahmad Selanorwanda.
Bupati juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Penyu Sedunia setiap 16 Juni menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap upaya pelestarian satwa laut yang populasinya terus menghadapi berbagai ancaman.
Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir
Pemerintah Kabupaten Seruyan menilai Desa Sungai Bakau memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata yang menggabungkan konservasi alam dengan edukasi lingkungan.
Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan Pantai Seribu Cemara, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal proses konservasi penyu serta pentingnya menjaga kelestarian kawasan pesisir.
Selain memperkuat sektor pariwisata, pengembangan kawasan ini diharapkan membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal, kelompok pengelola wisata, serta masyarakat sekitar untuk meningkatkan aktivitas ekonomi berbasis lingkungan.
Hasil Kolaborasi Berbagai Pihak
Bupati menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas penetasan semi alami merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, kelompok pengelola wisata, instansi teknis, mitra pembangunan, hingga dunia usaha.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga keberadaan penetasan semi alami ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Seruyan, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat melalui wisata konservasi serta menjaga kelestarian alam untuk generasi yang akan datang,” katanya.
Peresmian Penetasan Semi Alami Telur Penyu di Pantai Seribu Cemara menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kawasan ini diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata konservasi yang mampu menjaga kelestarian penyu sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Red)





