spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

LSDP Rp473 Miliar Disalurkan ke Empat Daerah untuk Kelola Sampah di Kalsel

Program LSDP tahap awal senilai Rp473 miliar menyasar empat daerah Kalsel untuk memperkuat fasilitas pengelolaan sampah, dengan skema lanjutan bagi daerah berkapasitas sampah lebih besar hingga pengolahan menjadi energi listrik.

BANJARMASIN | EnterKal – Komisi II DPR RI mendorong penguatan pengelolaan sampah di tingkat kabupaten/kota melalui Program Local Service Delivery Project (LSDP) yang didukung pemerintah pusat bersama Bank Dunia. Pada tahap awal, program tersebut menyalurkan total Rp473 miliar kepada empat daerah di Kalimantan Selatan.

Penyaluran Program LSDP disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizami Karsayuda saat Kunjungan Spesifik Komisi II DPR RI di Provinsi Kalimantan Selatan yang dirangkaikan dengan penyerahan program di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Rabu (2/9/2026).

Empat daerah penerima tahap pertama ialah Kota Banjarmasin senilai Rp157 miliar, Kota Banjarbaru Rp102 miliar, Kabupaten Tanah Laut Rp107 miliar, dan Kabupaten Kotabaru Rp107 miliar.

Selain Kalimantan Selatan, program serupa juga diberikan kepada Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur serta Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah.

Pengelolaan Sampah Didorong dari Tingkat Komunitas

Rifqinizami menjelaskan, Program LSDP diinisiasi Kementerian Dalam Negeri bersama Bappenas dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan menggandeng World Bank atau Bank Dunia.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik, khususnya pengelolaan persampahan di daerah.

“Kita memang meminta kepada mitra-mitra kerja kami di Komisi II DPR RI jangan hanya mengandalkan APBN. Kita yakinkan banyak sekali stakeholders di dunia ini untuk bisa membantu Indonesia, salah satunya World Bank atau Bank Dunia,” ujarnya.

Menurut Rifqinizami, persoalan kebersihan perlu ditangani secara serius karena berkaitan dengan kualitas lingkungan dan daya saing daerah.

“Program LSDP ini dihajatkan untuk melakukan pengelolaan persampahan di tingkat kabupaten kota,” jelasnya.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah didorong menambah fasilitas pengelolaan sampah, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Pengelolaan sampah juga diharapkan tidak hanya dilakukan secara terpusat. Sistem tersebut dapat dimulai dari tingkat komunitas, desa, kelurahan, maupun wilayah yang lebih kecil.

Sampah yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknologi sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Kemudian diolah melalui mesin dan hasilnya harus bermanfaat secara ekonomi. Bisa menjadi bahan untuk pembuatan jalan, pupuk dan seterusnya,” katanya.

Tahap Berikutnya Sasar Empat Kabupaten

Program LSDP tahap berikutnya akan menyasar empat kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar.

Menurut Rifqinizami, penyaluran tersebut direncanakan berlangsung dalam dua hingga tiga bulan berikutnya dengan tetap memperhatikan persyaratan dan ketentuan program.

Ia menjelaskan, tahap awal LSDP ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki volume atau debit sampah antara 100 hingga 500 ton per hari.

Sementara untuk pengelolaan sampah dengan volume lebih besar, seperti kawasan TPA Regional Banjarbakula, pemerintah akan mendorong program dengan skala yang lebih besar dan berorientasi pada pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik.

“Kalau lebih dari itu, misalnya provinsi punya TPA provinsi, Banjarbakula, itu nanti kami akan berikan program yang lebih besar bersama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Danantara agar itu nanti bisa menjadi sumber energi listrik,” ungkapnya.

Dana Langsung ke Daerah, Proyek Diminta Tak Mangkrak

Rifqinizami mengingatkan pemerintah daerah penerima agar mengelola bantuan secara bertanggung jawab. Dana program akan langsung ditransfer kepada perangkat daerah terkait sehingga pelaksanaan dan pengawasan berada di daerah masing-masing.

“Duitnya kena langsung ditransfer ke SKPD dan SKPK. Pemerintah pusat tidak ikut-ikutan. Kami hanya mengawasi dan melakukan pembinaan,” jelasnya.

Ia meminta pemerintah daerah memastikan seluruh proyek yang dibangun melalui program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak mangkrak.

“Jangan sampai duit ratusan miliar ini jadi temuan di kemudian hari. Proyek-proyek yang ada, TPST, TPS 3R, jangan sampai mangkrak. Kita ingin budaya kebersihan kita berubah,” tegasnya.

Menurut Rifqinizami, keberlanjutan Program LSDP akan bergantung pada kemampuan daerah menjaga amanah dan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Daerah lain juga berkesempatan mengusulkan program serupa pada tahapan berikutnya.

Dengan dukungan LSDP, pemerintah daerah diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. (Red)

Rusdiansyah Pimpin Konsolidasi Baru PKB Palangka Raya

DPC PKB Kota Palangka Raya mulai mengonsolidasikan kepengurusan periode 2026–2031 dengan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai fondasi menghadapi agenda politik dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Palangka Raya Hadiri Pembukaan Manasik Haji Terintegrasi 1447 H, 296 Jemaah Siap Berangkat

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menghadiri pembukaan Manasik Haji Terintegrasi tingkat kabupaten/kota dan kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2026 M di Asrama Haji Al Mabrur Palangka Raya, Senin (23/2/2026).

Dinkes Palangka Raya Siap Perketat Pengawasan Vape di Sekolah

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mendukung implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 terkait penguatan pengawasan rokok elektronik atau vape, khususnya untuk menekan penggunaan di kalangan remaja.

Turnamen Tenis Bhayangkara Seruyan Resmi Dibuka, Bupati Dorong Semangat Kebersamaan dan Sportivitas

“Melalui turnamen ini, kita ingin membangun sinergi komunitas, memotivasi masyarakat untuk hidup sehat, dan memperkuat rasa persatuan menjelang puncak peringatan HUT Bhayangkara"

ASN Padel Smash Cup 2026 Dorong Gaya Hidup Sehat ASN Palangka Raya

Partisipasi ASN dalam turnamen padel menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat, meningkatkan kebugaran jasmani, serta memperkuat kebersamaan antarinstansi di Kota Palangka Raya.

Bupati Barsel Hadiri Hari Jadi ke-23 Kabupaten Gunung Mas, Dorong Kerja Sama Antarwilayah

“Kita harap momentum hari jadi ini menjadi titik tolak bagi kemajuan yang lebih pesat lagi bagi Kabupaten Gunung Mas"

Wawali Palangka Raya Sampaikan Duka atas Wafatnya Mofit Saptono

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Palangka Raya, kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Bapak Mofit Saptono Subagio. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan"

Wali Kota Fairid Sambut Menteri P2MI, Siap Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Calon Pekerja Migran

“Kedatangan Menteri P2MI Pak Mukhtarudin ini tentu sangat positif dalam rangka meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah"

Agustiar Lepas Kontingen PESPARAWI Kalteng ke Papua Barat, Bawa Semangat Huma Betang dan Isen Mulang

Sebanyak 309 anggota kontingen Kalimantan Tengah diberangkatkan menuju Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti PESPARAWI Nasional XIV dengan membawa semangat Huma Betang, Isen Mulang, dan target mempertahankan prestasi tingkat nasional.

WALHI Soroti Ironi Hari Bumi, Krisis Ekologis Dinilai Dipicu Kebijakan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menilai peringatan Hari Bumi 2026 berlangsung di tengah meningkatnya krisis iklim dan bencana ekologis, sementara kebijakan yang membuka ruang perusakan lingkungan masih terus berjalan.

Popular Articles