PALANGKA RAYA | EnterKal – Pelaksanaan operasi pasar murah di Kota Palangka Raya diminta menjangkau kawasan pinggiran, bukan hanya terpusat di wilayah perkotaan. Pemerataan lokasi kegiatan dinilai penting agar masyarakat di kecamatan yang jauh dari pusat kota memiliki kesempatan yang sama memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengatakan pemerintah perlu memperluas jangkauan kegiatan melalui pendekatan langsung ke lingkungan permukiman warga.
Menurutnya, operasi pasar akan lebih mudah diakses apabila pemerintah tidak hanya mengandalkan lokasi kegiatan di pusat perdagangan, tetapi juga mendatangi kampung dan kompleks perumahan.
“Pemerintah harus lebih aktif mendatangi masyarakat atau melakukan jemput bola, khususnya di wilayah yang selama ini cukup jauh dari lokasi pelaksanaan operasi pasar,” ucapnya, Minggu (1/11/2026).
Tiga Kecamatan Jadi Perhatian
Khemal menyebut Kecamatan Bukit Batu, Sebangau, dan Rakumpit sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam perluasan jangkauan operasi pasar murah.
Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut perlu memperoleh akses yang lebih mudah terhadap program penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Sejumlah wilayah yang perlu menjadi perhatian pemerintah, di antaranya Kecamatan Bukit Batu, Sebangau, dan Rakumpit. Wilayah tersebut perlu mendapat jangkauan program yang lebih luas sehingga manfaat operasi pasar murah dapat dirasakan secara merata,” tambahnya.
Selain memperluas lokasi, pengaturan jadwal dan titik pelaksanaan juga dinilai penting. Dengan perencanaan yang lebih merata, kegiatan tidak terus berulang di lokasi yang sama, sementara kawasan lain belum tersentuh program.
Pemprov dan Pemko Diminta Berkoordinasi
Khemal juga mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kota memperkuat koordinasi dalam menentukan lokasi pelaksanaan operasi pasar murah.
“Dalam hal ini berharap pemerintah provinsi dan pemerintah kota dapat memperkuat koordinasi dalam menentukan lokasi operasi pasar. Dengan begitu, pelaksanaan program bisa lebih merata dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.
Pemerataan operasi pasar murah pada akhirnya tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan pokok dan harga jual, tetapi juga pada kemudahan masyarakat menjangkau lokasi kegiatan. Karena itu, pemetaan kebutuhan dan penentuan titik pelaksanaan di wilayah pinggiran menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas. (Vr)





