spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Kemenhut Targetkan Rehabilitasi 12 Ribu Hektare Mangrove di Kaltim hingga Akhir 2026

Kementerian Kehutanan melalui Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) menargetkan rehabilitasi 12.000 hektare hutan mangrove di Kalimantan Timur hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pesisir, mengendalikan perubahan iklim, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Samarinda | EnterKal – Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi ekosistem mangrove sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir. Melalui Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR), Kementerian Kehutanan menargetkan rehabilitasi sekitar 12.000 hektare hutan mangrove di Kalimantan Timur hingga akhir 2026.

Program tersebut akan dilaksanakan di lima kabupaten dan kota, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Pulihkan Kawasan Mangrove yang Rusak

Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Manager BRGM Kalimantan Timur, Asman Azis, mengatakan rehabilitasi mangrove dilakukan untuk memulihkan kawasan yang mengalami degradasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan.

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, Kalimantan Timur masih memiliki sekitar 240.000 hektare kawasan mangrove. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen berada dalam kondisi lebat, 15 persen berkategori sedang, sedangkan sekitar lima persen telah mengalami kerusakan.

Selain itu, terdapat sekitar 111.000 hektare kawasan yang berpotensi direhabilitasi akibat perubahan fungsi lahan sehingga tidak lagi berupa hutan mangrove.

Asman mengakui Program M4CR belum mampu menjangkau seluruh kawasan yang membutuhkan pemulihan. Namun, ia berharap target rehabilitasi yang ditetapkan dapat menjadi pemicu meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove.

“Kalau target kami terpenuhi semuanya sampai di akhir tahun ini, kami mungkin akan menanam di sekitar 12 ribuan hektare di Kalimantan Timur. Mudah-mudahan dengan langkah yang kami lakukan ini, mendorong masyarakat untuk ikut berkontribusi melakukan rehabilitasi mangrove, nantinya bisa menjadi contoh mungkin bagian lain juga, khususnya masyarakat kita,” kata Asman dalam Dialog Media bertajuk Potret dan Transformasi Mangrove Kalimantan Timur bersama M4CR, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir sebagai benteng alami terhadap abrasi, penyerap karbon, dan pendukung pengendalian perubahan iklim.

Pendampingan Jadi Kunci Keberhasilan

Selain rehabilitasi kawasan, Program M4CR juga memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat yang terlibat dalam proses pemulihan mangrove. Pendampingan dilakukan sejak tahap perencanaan, penanaman, hingga pemeliharaan agar tingkat keberhasilan rehabilitasi tetap tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPDAS Mahakam Berau Kementerian Kehutanan, Indi Hendraswari, menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak cukup diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga dari manfaat ekologis dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama agar kawasan mangrove tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Jadi bagaimana kami ini mengubah mindset dari lahan mangrove sebagai tambak menjadi lahan yang berkelanjutan, baik dari sisi ekosistem mangrove itu sendiri maupun dari sisi keberlanjutan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ujar Indi.

Ia menjelaskan terdapat tiga faktor penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi mangrove, yakni transfer pengetahuan, transfer keterampilan, serta perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan kawasan mangrove secara berkelanjutan.

Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) merupakan program nasional yang dijalankan Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia untuk memperkuat rehabilitasi hutan mangrove sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir. Melalui pendekatan tersebut, rehabilitasi mangrove diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada ekosistem pesisir. (Red)

Pneumonia di Kalbar Naik 23,8 Persen, RSUD Soedarso Perketat Kewaspadaan

Kasus pneumonia di Kalbar meningkat dari 202 menjadi 250 dalam sepekan, sementara RSUD Soedarso mencatat 29 kasus pada ME 31 dan memperkuat kewaspadaan layanan respirasi.

Gubernur Kalteng Lepas Distribusi Bansos KHBS, Sasar 300 Ribu KK

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi melepas distribusi bantuan sosial (bansos) yang merupakan bagian dari Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (20/2/2026). Pelepasan ini menandai dimulainya penyaluran bantuan terintegrasi kepada masyarakat penerima manfaat di seluruh wilayah Kalteng.

Pencegahan Stunting di Palangka Raya Diperkuat Lewat Bantuan Telur untuk Balita dan Ibu Hamil

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama CSR PT Mekar Sari menyalurkan bantuan telur kepada keluarga penerima manfaat sebagai upaya memperkuat pemenuhan gizi dan menekan risiko stunting pada balita serta ibu hamil.

Pramuka Katingan Siap Ikuti Jambore Nasional 2026 di Cibubur

Kontingen Kabupaten Katingan dipersiapkan mengikuti Jambore Nasional 2026 di Cibubur dengan pembekalan karakter, kepemimpinan, keterampilan, dan wawasan kebangsaan sebagai bekal generasi muda di tingkat nasional.

NPCI Kalbar Gelar Rakor, Soroti Status dan Pembinaan Atlet Disabilitas

NPCI Kalimantan Barat menggelar rapat koordinasi bersama Disporapar serta pengurus NPCI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Bersinergi Membangun Organisasi untuk Meningkatkan Prestasi”.

Kisah Paskibraka HUT ke-81 RI: Haru, Doa, dan Kebanggaan di Istana Merdeka

Tiga Paskibraka dari Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua membagikan pengalaman saat menjalankan tugas di Istana Merdeka, dari kebanggaan hingga doa untuk keluarga dan daerah asal.

Pengamat Sebut Kemajuan Teknologi Rudal Iran Diduga Terkait Pengembangan Nuklir Modern

Perkembangan geopolitik dan militer global saat ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir masih menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kekuatan strategis suatu negara. Salah satu fenomena yang mendapat perhatian adalah kemampuan rudal Iran yang dinilai memiliki kecepatan serta daya hancur tinggi.

Michael Bambang Hartono Wafat, Taipan Djarum Tutup Usia 86 Tahun

Pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di usia 86 tahun.

Fairid Resmikan Pusdiklat Buddhis, Perkuat Kerukunan dan Pembinaan Umat

Peresmian Pusdiklat Buddhis Sikkhapana Mahametta menjadi bagian dari penguatan pendidikan keagamaan sekaligus memperkokoh kerukunan umat beragama sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Kota Palangka Raya.

Presiden Prabowo Luncurkan Sekolah Rakyat, Fairid Naparin Resmikan di Palangka Raya

“Saya mengingatkan kepada kepala sekolah beserta tenaga pendidik untuk memberikan pelajaran yang terbaik, agar anak-anak mendapatkan pendidikan selayaknya dan tidak kalah dengan SD negeri maupun swasta"

Popular Articles