spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Lebih dari 5.000 Titik Api Terpantau, BMKG Minta Daerah Perkuat Antisipasi Karhutla

BMKG mencatat 5.090 titik api hingga akhir Juli 2026 dan memprediksi risiko kebakaran hutan dan lahan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September, sehingga sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Tengah, menjadi prioritas penguatan langkah mitigasi.

Jakarta | EnterKal – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau 2026. Hingga akhir Juli, BMKG mencatat sebanyak 5.090 titik api (hotspot) yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran di berbagai wilayah Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Kamis (30/7/2026). Menurutnya, tren peningkatan hotspot tahun ini terjadi lebih cepat dibandingkan periode El Niño sebelumnya.

Hotspot Terus Meningkat

Ardhasena mengatakan pemantauan BMKG menunjukkan jumlah titik api terus bertambah sejak awal tahun hingga Juli 2026.

“Kita berlanjut ke informasi mengenai potensi karhutla. Slide nomor 19, hingga tadi malam monitoring jumlah titik api atau hotspot yang dilakukan oleh BMKG mencatat lebih dari 5.000 titik atau 5.090 titik,” kata Ardhasena.

Ia menjelaskan peningkatan tersebut menjadi indikator yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diantisipasi secara cepat.

“Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau tercatat sebagai provinsi dengan kontribusi titik panas terbanyak,” ucapnya.

Agustus-September Jadi Periode Kritis

BMKG memprediksi risiko Karhutla akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026, bertepatan dengan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Bagaimana risiko potensi karhutla berikutnya mulai dari Agustus hingga November tahun 2026? Puncak risiko diprediksi pada bulan Agustus dan September,” ujarnya.

Selain itu, BMKG menetapkan sejumlah wilayah sebagai prioritas penguatan mitigasi karena memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi. Daerah tersebut meliputi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan.

Menurut Ardhasena, risiko Karhutla di Pulau Sulawesi diperkirakan mulai meningkat pada September hingga Oktober sebelum berangsur menurun memasuki Oktober hingga November 2026.

“Risiko sedikit meningkat untuk Pulau Sulawesi pada September dan Oktober dan secara gradual kita lihat ini mulai berkurang pada bulan Oktober hingga November tahun 2026. Jadi bulan-bulan kritis adalah mulai saat ini, bulan Juli hingga akhir bulan September tahun 2026,” pungkasnya.

Peringatan BMKG tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah mitigasi, meningkatkan patroli, mempercepat deteksi dini, dan mengoptimalkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla selama puncak musim kemarau 2026. (Red)

Sertifikasi Halal Jadi Fokus Sosialisasi UMKM di Palangka Raya

Menjelang pemberlakuan penuh kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026, pemerintah daerah dan Kementerian Agama mempercepat edukasi kepada pelaku usaha agar tidak terkendala regulasi saat memasarkan produk.

Mukhtarudin Kawal Program Listrik Desa 2025–2029, Pastikan Akses Merata Hingga Pelosok Negeri

“Ya, tentu kita dorong, guna mewujudkan keadilan sosial dan mendukung pembangunan ekonomi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)"

Wali Kota Palangka Raya Terima Audiensi Pedagang TVRI dan Sapma Pemuda Pancasila Kalteng

“Kami sangat mengapresiasi langkah positif ini. Pemerintah Kota terus berupaya menata aktivitas perdagangan agar tetap memberi ruang bagi pelaku usaha, sekaligus menjaga ketertiban dan estetika kota”

Mukhtarudin Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Bersama TP PKK Kota Palangka Raya

“Anak-anak harus dijaga dari paham radikalisme dan bahaya narkoba. Otak adalah aset paling berharga, jangan rusak dengan hal-hal negatif. Kalau otak sudah rusak, tidak ada donornya”

Scan QRIS-nya: Ini Tentang Kedaulatan Ekonomi Bangsa

Bagaimana cara sederhana seperti scan QR bisa mengubah wajah...

Pemko Palangka Raya Bersih-Bersih Pasar Datah Manuah dan Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah

“Program ini sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, dan juga menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Wali Kota meminta pemerintah kota melaksanakan kegiatan bersih-bersih”

Pemkot Palangka Raya Gelar Seminar Akhir Analisis Kebijakan Pengelolaan Pasar Modern

“Pasar Kahayan bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus diarahkan menjadi lebih modern dan tertata, tanpa meninggalkan ruh pasar rakyat"

Palangka Raya Raih Juara Umum Seleksi Guru Berprestasi Tingkat Kalteng 2025

“Kita patut berbangga karena enam wakil kita semuanya berhasil menjadi juara. Ini bukti bahwa guru dan kepala sekolah di Palangka Raya memiliki kualitas dan daya saing tinggi"

Bupati Kobar Pimpin Apel Hari Lingkungan Hidup, Ajak Masyarakat Perangi Polusi Plastik

“Produksi plastik global mengalami pertumbuhan eksponensial, mencapai lebih dari 400 juta ton pada tahun 2023. Sepanjang 1954 hingga 2017, sebanyak 9,8 miliar ton plastik telah diproduksi, namun hanya kurang dari 10% yang berhasil didaur ulang"

Apresiasi Penumpang Terakhir 2025, Bandara SAMS Sepinggan Hadirkan Momen Hangat Pergantian Tahun

“Momen hitungan mundur menyambut tahun 2026 ini bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum bagi kami untuk berterima kasih. Kami mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja keras menjaga kelancaran operasional sepanjang tahun 2025, serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para penumpang atas kepercayaannya memilih Bandara SAMS Sepinggan sebagai pintu gerbang perjalanan mereka"

Popular Articles